etc
Tampilkan postingan dengan label etc. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2019

Manfaat Bermain di Luar Ruangan

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar parenting yang diisi oleh salah satu Psikolog Anak Senior, yaitu Ibu Novita Tandry. Di seminar tersebut diadakan QnA antara peserta dan pembicara, salah satu pertanyaan yang diajukan mengenai kategori pembelajar anak, apakah anak yang super aktif diumur 3 tahun dapat dikategorikan sebagai anak kinestetik?
Jawaban Ibu Novita Tandry sungguh menjawab pertanyaan saya selama ini, karena si Ken juga super ngga bisa diem, sayapun menganggap Ken masuk ke dalam Kinestetik, tetapi jawaban ibu Tandry sungguh membuka mata saya. 

Anak dibawah 5 tahun belum bisa ditentukan tipe pembelajar apa, tetapi yang perlu diingat, yang menjadi "otak" diumur mereka adalah bagian pinggul sampai kaki, sehingga sering kali terlihat anak-anak itu kinestetik.
Setelah ikutan seminar ini, beneran membuka mata saya, karena saya suka mengeluhkan Ken yang ngga ada diemnya, terus langsung menilai, anak kinestetik nih, ternyata tidak semudah itu ferguso, perlu observasi lebih lanjut. Baiklah Ken, kita belajar bareng ya, mama dan papa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Kami ingin kamu tuh menjadi manusia yang bahagia. Sehingga penting bagi kami mengetahui apa yang kamu sukai, termasuk saat belajar, sehingga tidak ada paksaan ketika kamu melakukan sesuatu karena kamu menyukai apa yang kamu lakukan.

Seperti yang telah di sharing oleh Ibu Tandry, diumur Ken 31 bulan yang diutamakan fisiknya. Ada aja yang dimainkan dan yang lebih digunakan fisiknya, untuk aktifitas fisik ini dia lebih senang berkegiatan di luar rumah. Dia suka banget lari-larian, main sepeda, main bola, loncat-loncat, dan masih banyak lagi. Oh ya, sekarang dia lagi hobi banget main tanah, ntah menggunakan sekop atau menggunakan tangannya aja langsung. Mindah-mindahin tanah ke pot ๐Ÿ˜…
Kegiatan ini awalnya karena liat saya menanam, iya saya lagi keranjingan bercocok tanam sejak ikutan workshop bersama Kebun Kumara. 


Pasti ada ajalah orang yang julid mengenai kegiatan kotor-kotoran si Kenzie ini. Emang ngga jijik anak mainan tanah? Ngga takut sakit mainannya kotor-kotoran gitu? Emang ngga takut digigit nyamuk main di luar ruangan apalagi sambil main tanah?
Ya tentu dong sedikit ketakutan, tapi ada manfaat besar saat anak bermain di luar ruangan. 


Manfaat bermain di luar bagi anak-anak, yaitu :
  1. (Berdasarkan research dari UBC and the Child & Family Research Institute at BC Children’s Hospital) Baik untuk kesehatan.  Ini mengingatkan saya akan omongan DSA nya Ken, Eyang dr. Purnamawati. Beliau bilang gini, kalian tau ngga kenapa anak kampung (no offense ya) lebih sehat? Karena mereka dibiarkan bermain dengan alam, mereka dibiarkan main kotor-kotoran, sehingga imunitasnya lebih baik. Menurut research, Tempat bermain yang menyediakan pohon dan tanaman, perubahan ketinggian, dan kebebasan bagi anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, memiliki dampak positif pada kesehatan, perilaku dan perkembangan sosial.
  2. (Menurut Psikolog Keluarga, Retno Dewanti Purba) Peningkatan Kreatifitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya. Bermain di luar ruangan diketahui memiliki efek teurapeutik yang baik bagi kondisi psikologis kita.
  3. Poin ini berdasarkan pengalaman saya. Saat si Ken beraktifitas di luar ruangan, saat malam hari tidurnya lebih lelap karena sudah lelah beraktifitas seharian.


Lalu gimana mengatasi kotor-kotoran dan serangga? Kalau saya setiap dia main tanah, atau selesai main sepeda, saya mewajibkan dia mencuci tangan dan kakinya dulu di teras di rumah, jadi masalah kotor-kotoran teratasi dong. Terus gimana pemecahannya dengan gigitan nyamuk, yang paling sering nyium-nyium lengan sama jidat anak ku, apalagi kalau yang gigit sampe nyamuk Aedes Aegypti? Ya sebelum dia main, biasanya saya melakukan proteksi dulu, dengan cara mengoleskan minyak telon yang bisa melindungi Ken dari gigitan nyamuk #BebasMainTanpaNyamuk.
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
Sebagai pemakai setia mybaby minyak telon plus, dari yang produk 6 jam, 8 jam dan sekarang mereka meluncurkan produk terbarunya, yaitu 12 jam. Cukup waw sih dengan inovasi mereka. Kalau bepergian yang jauh dan lama di mobil kan saya suka lupa oles minyak telon, ntar tiba-tiba di jidat udah muncul aja bentolan akibat gigitan nyamuk, karena perlindungan terhadap nyamuk butuh dimana aja sih menurut ku, nah dengan waktu perlindungan yang lebih lama, membuat saya tidak perlu sering-sering mengoleskan. Selain perlindungan yang lebih lama, bahan yang digunakan juga alami serta perpaduan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan formulasi yang mampu melindungi dari gigitan nyamuk hingga 12 jam. Dikomposisikan dengan bahan alami terpilih, formula MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam terdiri dari Minyak Sereh, Chamomile, Lemongrass, Minyak Adas, Eucalyptus, serta Minyak Kelapa sesuai presentase yang tercantum dalam kemasan.
#BebasMainTanpaNyamuk
My Baby Mintak Telon Formula Baru

Untuk punggung Kenzie yang suka ngga cocok pakai minyak telon, biasanya punggungnya akan mengelupas, agak aneh sih kenapa punggung aja, bagian tubuh yang lain ngga, nah Si My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam aman, no ngelupas ngelupas punggungnya. Oh ya, jangan khawatir tentang kehalalan produk ini ya, sudah ada logo halalnya kok dari MUI jadi aman.
#BebasMainTanpaNyamuk
Sebelum Main, oles My Baby Minyak Telon dulu
Sedia payung sebelum hujan, sedia My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam sebelum berkegiatan. Dijamin anak akan #BebasMainTanpaNyamuk.

Kamis, 28 Maret 2019

Berkebun bersama Kenzie

Kegiatan berkebun merupakan hal yang menyenangkan bagi Saya dan Kenzie. Ngga berkebun yang gimana mana banget sih, paling kami menyiram tanaman dan mencabuti rumput-rumput liar di pekarangan mini kami. Tapi kegiatan ini selalu bisa membuat kami bahagia, ntah saya yang iseng menyemprotkan air ke Kenzie ataupun sebaliknya, ngga jarang juga kami bekerjasama menyemprotkan ke papanya dan membuat kami jadi tertawa bersama. Ah, dengan hal kecil gini aja kami sudah bisa tertawa.

Hari libur imlek kemarin, kami melakukan kembali kegiatan berkebun. Tidak terasa deh bayi ku sudah besar, sudah bisa diajak kerjasama, seperti kemarin dia sudah bisa membantu mencabut rumput. Mungkin bagi sebagian orang, mengajak anak kecil untuk membantu suatu hal yang ngga banget, masa mempekerjakan anak dibawah umur. Tenang-tenang, saya ibu kandung bukan ibu tiri, jadi saya sangat sayang dan cinta sama anak saya. Justru ini karena terlalu cinta dan sayang, bagi saya menyertakan Kenzie dalam kegiatan di rumah salah satu cara untuk mendidik agar dia mandiri dan saya ingin menanamkan konsep belonging ke Kenzie, harapannya kelak agar dia bertanggung jawab karena dia merasa memiliki.

Seperti menyiram, saat weekend sudah menjadi aktifitas rutin Kenzie, dia "diberi tugas" untuk menyiram rumput, lalu anaknya gimana? Luar biasa senang, bahkan sulit untuk memberhentikan dia dari menyiram, namanya anak-anak ya kan suka main air. Karena dia suka, maka saya mulai mengajarkan dari yang dia cintai, sehingga dia tidak berat untuk melakukannya. Tapi perlu diperhatikan juga kondisinya. Misal setelah hujan. ya ngga perlu rasanya dia menyiram tanaman.

Saya senang memberikan kebebasan pada anak saya untuk mengekspresikan keinginannya. Di sini saya bisa lihat apa-apa saja hal yang dia suka dan dia ngga suka. Tapi tetap ada batasannya ya. Berbeda dengan watu saya kecil dulu, anak kecil sangat dipandang sebelah mata, hahaha lebay ya. Ya abis mengerjakan ini ngga boleh itu ngga boleh, dengan alasan kotor, nambah berantakan, bikin repot, bahaya, dll. Sehingga merasa tidak dilibatkan, kita yang gede aja kalau tidak dilibatkan baper, rasanya seperti tidak dianggap kan? Begitu juga anak-anak, mereka pasti merasakan hal yang sama dengan kita, cuma dia belum pintar mengungkapkannya, sehingga di diri anak itu ada rasa kecewa dan rasa penasaran yang tak terjawab. Ayo kalau kita penasaran tapi dilarang-larang gimana coba? Pasti kesal kan dan kita akan melakukannya diam-diam, justru hal seperti ini lebih bahaya, karena si anak tidak didampingi dan tidak mendapatkan penjelasan yang benar. Bagi saya, saat dia membantu pasti hasilnya tidak akan selalu sesuai dengan yang kita harapkan. But it's okay, inilah proses yang sedang dia jalani dan saya selalu mengapresiasi Kenzie saat dia membantu, biasanya saya akan mengucapkan "terimakasih Kenzie sudah membantu mama" lalu saya akan peluk atau cium dia. Lalu ekspresi dia gimana saat saya utarakan hal tersebut? Dia akan angguk-angguk atau peluk balik saya sambil tersenyum. Bagus banget kan, bisa untuk bonding antara anak dan ibu, apalagi sebagai ibu bekerja, waktu saya bersama anak kan tidak sebanyak ibu yang full di rumah, jadi ya menyiasatinya sering-sering quality time bersama anak.

Tentunya saya mengajak Kenzie dengan cara yang menyenangkan dan tanpa paksaan. Biasanya saya menanyakan ke dia "Kenzie mau bantu mama nyabut rumput dan menyiram tanaman?" Biasanya dia akan mengangguk dan langsung mengambil kursi tahtanya lalu diletakkan di dekat dia ingin nyabut rumput atau terkadang saya nyabut rumput Kenzie akan dengan senang hati membuang rumput-rumputnya ke tempat sampah


 
Gemes sih saya liatnya, jari-jari mungil dia ngambil rumput yg sudah dicabut dan membuangnya, ya namanya juga tangan mungil tentu cakupan yang bisa diambil sedikit, jadi dia akan bolak balik ke mama dan tong sampah.



Ma, tangan Kenzie kotor nih
Selain melatih mandiri dan bertanggung jawab, bermain di kebun bermanfaat untuk mengasah motorik dan dapat menstimulasi anak lho.

Kok bisa mengasah motorik? Tentu BISA!

Saat dia mencabut rumput ada koordinasi antara tangan dan mata nya.

Saat dia membuang sampah ada koordinasi antara mata, tangan dan kaki nya.

Saat dia menyiram tanaman ada koordinasi antara tangan dan mata. 

Cek ini ya https://www.raniprovit.com/2019/01/susu-tambahan-untuk-kenzie.html tentang pentingnya stimulasi anak.

Kegiatan yang simple tetapi bisa memiliki banyak manfaat kan ๐Ÿ˜Š

Setelah Kenzie membantu mama berkebun, biasanya dia terlihat lelah, makanya saya berikan #IndomilkUHTKidsFullCream, agar bisa mengembalikan energi dia yang telah terkuras karena #IndomilkUHTKidsFullCream tinggi kalsium. Kenzie itu ngga suka susu yang manis, karena itu saya mencari susu yang tidak mengandung gula dan tanpa tambahan garam, jadi dia cocok banget dengan rasa #IndomilkUHTKidsFullCream yang plain walau plain tapi enak. Poin plusnya PRAKTIS. Tinggal tusuk sedotan, anaknya udah anteng menikmati susunya


Minum susu IndomilkUHTKidsFullCream dulu agar energi ku kembali lagi

Ini dia yang Kenzie tunggu, nyiram tanaman!

Yuk! kita terus ajak anak kita supaya aktif karena jadi #AktifItuSehat


Senin, 18 Februari 2019

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Kalau kalian yang baca dengan judul ini, apa yang kalian pikirkan? Ditambah lagi ada sponsorship dari salah satu lembaga sekolah ternama. Kalau saya, yang terpikirkan pertama kali dengan judul ini adalah lembaga sekolah itu akan jualan dan akan menyarankan untuk para mommies audience agar menyekolahkan anaknya sedari dini. Skeptis banget ya saya, walau suudzon saya tetap daftar dong talk show ini, karena saya ingin tau dari sudut pandang yang berbeda, karena kalau sudut pandang saya, pendidikan anak terbaik itu ya dari rumah, agar dia tau dulu benar dan salah baru deh dilempar keluar A.K.A sekolah. Pada saat datang talk show dan mendengarkan para pembicara, saya merasa sangat bersalah, isinya bagus banget dan jauh dari apa yang saya bayangkan, ternyata yang dimaksud Pendidikan Anak Usia Dini itu bukan seperti mindset saya yaitu sekolah, tapi pendidikan yang diajarkan di rumah sedari dini, bahasa kerennya yaitu stimulasi. Pelajaran banget deh, ngga boleh suudzon. Memang ya, kalau mau datang mencari ilmu harus "null" dan mengosongkan prasangka-prasangka. Karena isinya super bagus menurut saya dan yang hadir cuma sedikit, rasanya sayang gitu ada ilmu tapi tidak banyak yang tau, sehingga saya ingin merangkum di blog saya agar banyak yang baca dan tau, terus kalau suatu saat saya lupa juga saya bisa membacanya kembali.

Ada 3 wanita hebat selaku pembicara di talk show yang diadakan di daerah dharmawangsa ini, yaitu dr.Anjar Setiani, SpA selaku Dokter Spesialis Anak, beliau praktek di KMC, Ratih Larasati M. Psi selaku Psikolog dan Antarina SF Amir selaku Pendiri HighScope Indonesia.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Sesi pertama dibawakan oleh dr. Anjar, beliau menyampaikan bahwa golden age anak sampai umur 5 tahun dan 80% perkembangan otak anak berada di 1000 hari pertama kehidupan, 270 hari (9 bulan dalam kandungan) + 730 hari (usia 2 tahun). Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan asupan yang baik dan stimulasi. Stimulasi itu sangat penting, agar sinaps (sambungan antar sel otak) maksimal. Sinaps ini juga ada kaitannya dengan daya ingat. Contohnya seperti kita belajar sepeda, Latihan berkali-kali akan mendorong sinyal ke otak yang mengatur kemampuan motorik. Semakin kuat hubungan antar sinaps maka tubuh kita akan semakin ingat dan lihai dalam mengayuh sepeda.

Untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, si anak butuh 3 hal dasar :


  • ASAH (Stimulasi)
  • ASIH (Kasih Sayang)
  • ASUH (Sandang Pangan Papan)

Anak itu sudah bisa distimulasi sedari New Born, bahkan dengan proses ini kelima panca inderanya bekerja, gimana caranya? Direct Breastfeeding dan dengan proses ini sinaps-sinaps akan terbentuk dengan baik. Kok bisa menyusui menstimulasi 5 panca inderanya?


  1. Indera Penglihatan. Saat menyusu si bayi akan menatap ibu nya. Akan ada eye contact antara ibu dan anak. Duh maaf ya Ken, pas Kenzie baru lahir mama keseringan buka IG sambil nyusuin ๐Ÿ˜ญ, penyesalan memang selalu belakangan, kalau di depan kan pendaftaran. Jadi ibu-ibu yang lain kalau bisa minimalisir deh menyusu sambil di sambi-sambi nya, kalau butuh hiburan boleh lah ya sesekali tapi kalau bisa jangan sih, kelak akan ada rasa penyesalan karena kan kita ngga bisa mengembalikan umur anak.
  2. Indera Peraba. Saat menyusu si bayi akan sering menyentuh ibu nya, makanya tidak disarankan si anak diberikan sarung tangan saat menyusu.
  3. Indera Pengecapan. Disini lah si bayi pertama kali belajar mengenal rasa. 
  4. Indera Pendengaran. Saat menyusu ajak bicara si anak.
  5. Indera Penciuman. Dia akan tau aroma ibunya, makanya dulu si Kenzie akan tau kalau mamanya ngabur, pasti dia langsung nangis. 
So, mama mama baru jangan lupa ya menyusui anaknya. Selain ASI itu kandungannya luar biasa mujarab, ternyata proses saat menyusuinya pun masya Allah ๐Ÿ˜ญ Kalau ada buibu yang lagi kurang semangat, coba baca ini https://www.raniprovit.com/2018/10/mengasihi-dengan-keras-kepala.html semoga bisa memberikan semangat lagi, karena proses mengASIhi yang saya jalani pun tidak semulus muka unie-unie korea.

Stimulasi memang sangat penting untuk anak, tapi orang tua pun harus memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan si anak, jangan sampai anak merasa over stimulation, karena dampaknya juga tidak baik, mungkin saat kecil anak akan nerima tapi dengan bertambahnya usia dan kita terus pupuk hal yang dia tidak suka, lambat laun akan menjadi bom waktu bagi anak, saat besar si anak akan menolak, tidak suka bahkan hal terburuknya si anak bisa memberontak.
Tahapan Perkembangan Literasi Anak :
2 - 4 Tahun
  • Pengembangan bicara dan bahasa (sering dibacakan cerita)
  • Ketrampilan motorik halus dasar. Contoh : berikan anak pensil dan biarkan anak mencoret-coret. Jangan paksakan anak untuk menulis apa yang kita inginkan, biarkanlah dia berkreasi. 
  • Mengenal angka satu digit
  • Menghitung benda (tidak lebih dari lima)
4 - 5 Tahun
  • Pengenalan huruf dan angka
  • Permainan mencari jalan, menghubungkan titik untuk membentuk huruf dan angka
  • Mengenal angka 1-20
  • Menghitung benda (tidak lebih dari 20)
6 - 7 Tahun
  • Mahir membaca dan menulis
  • Memahami penjumlahan dan pengurangan
Menurut KEMENDIKBUD, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dibagi 3 bagian, yaitu
  1. Informal : Pendidikan Keluarga
  2. Non Formal : Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA)
  3. Formal : Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA)
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Flow PAUD

Yang perlu kita ingat, pendidikan informal - non formal - formal apabila diterapkan kepada anak harus selaras, agar hasil yang didapatkan optimal. 
Dan PAUD itu harus sesuai dengan sifat anak, yaitu senang, aktif, demokratis dan tidak terpaksa.

Sesi Kedua dibawakan oleh Ratih Larasati, tema yang diusung yaitu 
"Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini"
Saat sharing session kemarin, Mba Ratih menjelaskan Anak butuh stimulasi yang tepat agar bisa melaksanakan tugas perkembangannya dengan baik. Orang tua lah sebagai media fasilitator agar anak bisa memenuhi semua tahapan perkembangannya. Gambar dibawah ini adalah contoh tahapan kognitif pada anak.
Tahapan Kognitif anak 18 Bulan


Tahapan Kognitif anak 2 Tahun
Tahapan Kognitif anak 3 Tahun
Namanya juga fasilitator, tentu orang tua harus mendampingi dan menjelaskan ke anak, agar si anak tidak bingung. Seperti mendampingi saat membaca, yang diharapkan adalah kita mengeksplor apa yang ada di gambar tidak hanya membaca teks buku tersebut, dengan hal tersebut bisa melatih juga untuk kreatifitas si anak, karena menimbulkan rasa penasaran si anak. Sebenarnya, apapun kegiatannya asal didampingi akan baik. Bahkan nonton tv pun baik saat didampingi asal jangan berlebihan ya nontonnya, saat si anak menonton kita bisa menjelaskan berbagai macam hal, sayangnya banyak dari kita yang mengambil kesempatan saat anak menonton untuk beberes, me time, termasuk saya sendiri, saat Kenzie nonton itu biasanya saya dan papanya beberes atau kalau lagi berdua aja di rumah cuma tv jalan satu-satunya biar saya bisa mandi dan dia ngga ikutan masuk ke kamar mandi. Oh ya penting banget nih, yang mendampingi itu orang tua ya, jadi bukan hanya ibu tapi bapaknya pun wajib mendampingi. Harusnya suami saya ikutan sharing sessionnya nih kemarin, fuuu.
Sebagai orang tua, kita pun harus membangun trust  si anak, karena pelajaran semuanya di mulai ya dari rumah, apabila kita tidak mengajarkan trust di rumah, akan sulit nantinya dia trust dilingkungkannya. Contoh hal kecil dalam membangun trust si anak, misal saat ingin pergi ke kantor, perginya jangan ngumpet-ngumpet atau bilang iya mama pergi sebentar kok nanti juga pulang lagi. Hal ini akan menimbulkan asumsi dan trust yang dimiliki si anak akan rendah. Ungkapkan saja ke anak sesuai kondisinya, misal ibu nya kerja, ya bilang aja ibu kerja, kamu main di rumah dulu sama nenek selama ibu kerja, nanti malam saat ibu pulang kita main bersama kembali. Kalau dibiasakan seperti ini sejak awal, dia akan mengerti kok, saya sudah menerapkan hal seperti ini ke Kenzie sejak awal saya mulai masuk kerja, sehingga sekarang kalau pergi ya ngga perlu ngumpet-ngumpet, bahkan dia yang nganterin saya sampai naik ojek online, lalu dia akan dadah-dadah. 
Bahasan terakhir yang dibawakan oleh Mba Ratih, Jangan lupa ibu harus bahagia, karena sudah ada risetnya, apabila ibu nya bahagia keluarganya juga akan bahagia, karena Ibu adalah matahari dalam keluarga. Jadi sebagai Ibu, kita harus tau apa hal-hal yang bikin kita bad mood, marah. Kalau sudah dititik itu, istirahat lah, carilah apa yang kalian sukai, lalu kembali lagi ke keluarga dengan rasa bahagia. Asik besok minta jajanin apa ya ke suami, kan biar bahagia ๐Ÿ˜
Kembali ke judul awal Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini? Jawabannya tergantung keluarga masing-masing, karena semua keluarga berbeda, orang tua lah yang perlu menilai kesiapaan anaknya. Misal orang tua nya di rumah bisa menstimulasi anaknya di rumah dengan maksimal berarti anaknya belum perlu untuk bersekolah, akan tetapi jika orang tua nya terlalu sibuk dan khawatir yang mengasuh di rumah tidak mampu untuk menstimulasi dengan maksimal, ya lebih baik di sekolahkan. 
Ratih Larasati
ki - ka : MC, dr. Anjar, Mba Ratih


Sesi terakhir dibawakan oleh Ibu Antarina SF Amir, sungguh materi yang dibawakan bagus sekali, sayang mulai acaranya telat sehingga Ibu Antarina membawakannya agak terburu-buru karena pihak panitia terus memperingatkan mengenai durasi.
Materi yang dibawakan oleh Mba Ratih dan Ibu Antarina berkaitan, tapi Ibu Antarina lebih menjelaskan mengenai cara mendorong (push learning approach) anak agar sesuai dengan ketertarikannya.
Pull Approach vs Push Approach

Seperti contoh, ada anak bernama nora, untuk memotong kertas dia tidak bisa menggunakan gunting, dia bisanya menyobek kertas tersebut dengan tangan. Sebagai orang dewasa yang kita lakukan biasanya memaksa si anak untuk menggunakan gunting (Vertical Approach), ternyata bukan itu cara terbaik. Biarkanlah si anak tetap menyobek-nyobek kertasnya sesuai yang dia bisa (Horizontal Approach) dan kita mencontohkan di sebelahnya menggunakan gunting, lambat laun dia akan tertarik dengan apa yang kita lakukan, tapi dia melakukannya dengan happy tidak dengan paksaan. Hal ini sangat berpengaruh akan kepercayaan diri, motivasi, love of learning, dan enjoyable si anak. Menurut saya 4 hal tersebut penting, karena inilah kunci dasar yang dibawa sang anak sampai dia besar kelak. 
Sekarang itu lagi banyak yang namanya mompetition, apalagi liat insta story si anu si itu kok anaknya udah bisa A, B, C, D, lalu tanpa kita sadari, kita akan menarik (pull learning approach) anak untuk melakukan agar bisa seperti teman-temannya. Padahal hal yang seperti ini bahaya loh, kenapa? Saat kita menarik tapi si anak tidak siap, dia akan kehilangan yang namanya self confident dan the love of learning, hal basic tapi crucial yang akan mempengaruhi gimana si anak bersikap saat dewasa kelak
"They Do When They Ready" 
They Talk When They Ready
They Walk When They Ready
They Read When They Ready
Lalu bagaimana caranya biar si anak siap, berilah stimulasi dan lihat ketertarikan si anak.
Penting bagi orang tua atau pun guru untuk mengembangkan apa yang disukai oleh si anak, apabila lingkungannya hanya memberikan pressure, maka si anak akan "gila" dan tidak ada semangat untuk belajar.

Tentunya kita (saya sih) ingin memiliki anak yang bisa mengambil keputusan, berani berbicara, kreatif dan enjoy dengan apa yang dijalaninnya, kunci dari hal tersebut adalah, berikan experience ke anak sebanyak mungkin, lihat ketertarikan anak, beri semangat dan dorong si anak berdasarkan apa yang dia inginkan dan jangan lupa harus ada keselarasan antara orang tua, sekolah, dan yang mengasuh anak (apabila orang tua si anak keduanya bekerja)
Antarina SF Amir
ki - ka : MC, Mba Ratih, Ibu Antarina

Ngga lupa dong ya, foto saya juga mesti mejeng

* Semoga sharing saya bermanfaat ๐Ÿ˜Š *

Senin, 28 Januari 2019

Menyapih Tanpa Sengaja


Dari awal ingin menyapih Kenzie, tentu saya menginginkan metode WWL (Weaning With Love) atau bahasa kerennya Menyapih Dengan Cinta.

Saya sounding dia sejak umur 18 bulan. Berbagai kalimat untuk berhenti menyusui sudah saya bisikkan. Dari kalimat "Kenzie kalau sudah 2 tahun ngga nen*n lagi ya", "nanti pas tiup lilin di kue ngga nen*n lagi ya sama mama", "Kenzie sudah besar, yang nen*n dedek bayi, jadi ngga nen*n lagi ya", "Kenzie kan sudah besar, mama malu kalau Kenzie nyenyen terus", dll.

Tidak ada satupun kalimat yang berhasil, yang ada dia semakin posesif. Malah pada saat dia sekitar umur 19 bulan kalau saya sounding gitu raut mukanya sedih, kadang sampai nangis. Akhirnya sounding menyapih ini saya utarakan sesekali.

Sampailah dia di usia 2 tahun, berarti sudah waktunya untuk dia berhenti nyenyen, tetapi kalimat-kalimat cinta saya ngga ada yang laku, kalau lagi menyusu dan saya ingatkan dia sudah besar, paling dia cuma natap muka saya, lalu kembali lagi nyenyen. Sampai saya mikir, gimana ini caranya menyapih Kenzie.

Mungkin pada mikir ya, kenapa sih saya getol banget mau nyapih Kenzie, toh anak-anak yang disusui sampai 3 tahun juga ada. Karenaaaaaaaaaa oh karenaaaaaa, Kenzie itu makannya dikit. Pengalaman beberapa anaknya teman saya, setelah anaknya disapih makannya jadi banyak, ini sih yang bikin saya pingin banget nyapih Kenzie. Lagian, kandungan gizi di ASI saya juga sudah tidak cukup untuk kebutuhan Kenzie, karena asupan terpenting untuk dia saat ini ya dari makan.

Sambil tetep sounding (mama saya sampe bosen dengernya hahaha), sampailah dia di usia 26 bulan, nyenyen tetep jalan, tapi sayanya lebih ke pasrah aja udah, nanti kalau pada saatnya selesai mungkin dia akan berhenti dengan sendirinya.

Kenzie vs Apron Kesayangan


Qodarullah, minggu lalu saya di kasih sakit, saya demam dan seluruh badan rasanya sakit semua. Akhirnya saya minta ibu-ibu yang bisa pijat untuk datang ke rumah. Ini ibu-ibu pijat traditional gitu ya, bukan yang macam refleksi kekinian, jadi balurinnya menggunakan minyak yang bau nya rada mengganggu. Setelah pijat selesai, saya memutuskan tidak mandi sore, karena pijatnya menjelang maghrib (yaelah bilang aja males ran)

Apa hubungan sakit dengan menyapih? Ada dong, lanjutin ya baca cerpennya ๐Ÿคฃ

Tibalah di ritual malam sebelum Kenzie tidur, yaitu nyenyen. Nah pada saat dia mau nyenyen sontak saya bilang dong, Kenzie nyenyennya bau, saat itu saya ngga ada niatan menyapih dengan cara memberi bau-bauan di PD saya. Dia ngga percaya dong, lalu dia cium PD saya dan kemudian nyengir-nyengir karena kecium bau ngga enak. Ngga berapa lama kemudian, dia penasaran dan dia tetep mau coba nyenyennya, setelah itu mukanya lebih nyengir lagi, mungkin rasanya pahit ya.

Jadilah malam itu itu dia tidur tanpa nyenyen, lalu gimana caranya biar dia tidur?

Di kasur dia nyanyi-nyanyi, mainin kaki keatas tembok, nyanyi lagi sambil tepuk tangan, lalu ngajak saya ngobrol, setelah saya berhenti ngobrol sama dia, yang dia lakukan adalah menciumi muka saya dan manggil-manggil "mama" dengan aksen merayu nya yang bikin mamanya melting. Setelah capek menciumi mamanya, akhirnya dia tidur diatas badan saya (persis posisi tidur dia saat masih NB dulu, cuma sekarang badannya lebih panjang aja).

Berlanjut di hari kedua, karena kemarin berhasil dia ngga nyenyen, akhirnya hari kedua saya yang "bandel" saya balurin vco di PD saya, agar bau nya tidak nyaman. Tetep dong anaknya ngga mau kalah, mau nyenyen, pas nyium karena bau akhirnya dia bilang

"mama nen*n njie bau" setiap mau tidur dia bilang gitu, laporan ke saya mau pun ke papanya. Lalu dia tidurnya ya sama kayak kemarin, nyanyi-nyanyi sendiri, tepuk-tepuk tangan, kalau sudah bosan, kembali cium-ciumin muka mamanya dan manggil mamanya sambil mendayu-dayu, lalu ambil posisi tidur di perut mamanya. Duh Kenzie, kenapa bisa se-unyu gini sih, kan mama makin cinta sama Kenzie.

Sampai di hari ketiga pun saya masih menempelkan vco, takut anaknya minta kayak kemarin, ternyata dia sudah tidak minta lagi. Saat diajak tidur dia hanya menginfokan kembali ke mama dan papanya kalau nen*n dia bau. Berlanjut sampai hari kelima, ritual tidur dia sama seperti hari pertama dan kedua, tentu yang bikin mamanya bahagia karena di cium-ciumin sama anaknya lalu dia bobo ntah kepalanya di perut, dada atau lengan mamanya. Please romantis kayak gini sama mama sampe gede ya Ken.
Mungkin ada yang nanya, Kenzie tadinya ngga mentil ya? BEUHHHH, bukan mentil lagi dia mah, dipacarin. Awal-awal dia lahir saking capeknya pingin udahan aja nyusuinnya. Lah mamak ngga boleh ngapa-ngapain, cuma boleh nyenyenin dia, mana kite aliran No Nanny Mama Cry, hahaha. Kok Kenzie bisa biasa mentil disapih langsung lepas gitu? Nah ini saya juga ngga paham. Alhamdulillah saya dimudahkan sama Kenzie, jadi ngga nangis drama ataupun gendong malem-malem. Paham kali dia, kalau dia minta gendong malem-malem ntar mamanya sakit lagi(maap mamanya Kenzie udah renta kayaknya ๐Ÿ˜‚). Pada saat saya sakit beberapa hari yang lalu, dia ikutan pijitin dan ambilin minum.

Walaupun rencana menyapih dengan cinta (WWL) nya gagal, tapi sampe akhir hayat mama, mama tetep cinta kok sama Kenzie, please please Kenzie juga gitu ya ke mama. Duh maap nih, mamanya Kenzie posesip.

Memang mengASIhi itu hal yang indah, capek dan melelahkan. Capek dan melelahkan ya pasti. Tidur ngga bisa suka-suka kita posisinya, ini bikin pegel. Belum lagi anak-anak yang hobi ngempeng kayak Kenzie, bikin mamanya sering masuk angin (ibu-ibu yang menyusui pasti paham hal ini)

Tapi dibalik capek lelah, ada si Indah. Kenapa? Ya gimana ngga, mengASIhi bonding terbaik dengan anak sejak baru lahir. Bisa ngobrol, tatap-tatapan kek orang lagi jatuh cinta, kruntelan sampe sering ketiduran bareng ya karena proses mengASIhi ini. Dannnn, dengan mengASIhi, rasanya menjadi manusia super istimewa, ada sosok mungil lucu dan menggemaskan yang ketergantungan sama kita (Ibu).
Jadiiii, ibu-ibu yang sedang dan masih berjuang menyusui semangat ya.
Setelah disapih makan Kenzie gimana? Pada saat sarapan porsi makannya jauh lebih banyak, bahkan bangun tidur yang dia cari sekarang makan. Kalau makan siang dan makan malam sih porsinya masih sama seperti biasa. Tapi jam 9 malam dia suka minta makan lagi dan bukan sekedar minta ya, beneran dia makan. Semoga euforia makannya tetep berlanjut kayak gini ya Ken, mama seneng liat Kenzie sekarang kalau makan lahap ๐Ÿ’“
© raniprovit
Maira Gall