sharing
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2019

Asah Kepeduliaan si Kecil di Permainan Edukatif BebeLand

Moms, tahu ngga sih umur 0-60 bulan adalah masanya bermain bagi si kecil, dengan bermain banyak sekali manfaatnya bagi si kecil. Hal terpenting dari bermain, si kecil akan mendapatkan stimulasi. Stimulasi baik untuk motorik dan sensoriknya, hal ini berkaitan erat dengan sinaps (serabut saraf). Semakin banyak sinaps yang terbentuk, maka semakin cepat otak merespon sesuatu dan sangat berkaitan dengan kecerdasan si kecil. Saya pun sudah pernah sharing tentang hal ini di Daya Pikir si Kecil. 
Selain aspek kecerdasan (IQ) dengan bermain dapat menumbuhkan kecerdasan emosional (EQ). Empati dan rasa peduli salah satu contoh kecerdasan emosional yang dapat dibangun dari bermain. Dengan mengembangkan rasa peduli, si kecil mampu memiliki perilaku prososial, yaitu perilaku membantu orang lain tanpa pamrih, yang mana hal ini sudah sulit ditemukan. Pas banget beberapa hari lalu salah seorang mominfluencer yang saya follow, sharing perjalanannya dari suatu negara yang menurut saya miskin sekali perilaku prososialnya. Hanya sekedar minta foto bersama dimintai uang, bahkan petugas toilet yang tanpa dimintai tolong untuk mengambilkan tisu ujung-ujungnya minta uang, kebayang kan parnonya sebagai turis di negara itu. Setelah membaca IGS nya, saya jadi bersyukur tinggal di Indonesia, masih banyak masyarakat disini yang memiliki rasa prososial.
Untuk mewujudkan hal yang seimbang antara IQ dan EQ si kecil saat bermain, Bebelac menghadirkan Bebeland sebagai sarana bermain bagi si kecil. 

Bebeland adalah permainan edukatif dan dirancang dengan alur cerita "masalah - solusi", si kecil dilatih untuk mengasah rasa pedulinya terlebih dahulu, sebelum diajak melatih daya pikirnya untuk cepat tanggap memberi solusi yang berguna bagi sekitarnya. Bebeland dibagi menjadi 3 kategori permainan edukatif BebeTown, BebeForest dan BebeSea. Setiap kategori memiliki 5 permainan edukatif. 

BebeTown
BebeTown


Bebetown terdiri dari Light the City, Build the Bench, Fix the Gears, Move the Log dan Save the Animal. Pada Light the City ada kota yang listriknya mati, agar listrik sebuah kota bisa menyala kembali, si Kecil diajak untuk mengayuh sepeda.
Poin-poin yang di dapat dari bermain Light the City 
  • IQ : Mengayuh sepeda untuk menyalakan listrik kota.
  • SQ : Lampu taman kota menyala dan bergoyang sehingga taman terlihat cantik, anak-anak bisa bermain bersama di taman.
  • EQ : Rasa peduli meilhat taman kota yang keadaannya gelap, sehingga anak-anak berinisiatif memperbaikinya.

Mengayuh sepeda untuk menyalakan lampu kota

Selanjutnya Save the Animal, disini si Kecil diajak menjadi dokter kecil, ada seekor kucing yang terluka. Dimulai dari membawa kucing menggunakan ambulans ke rumah sakit, lalu mengobatinya. Poin yang didapat dari bermain save the animal :
  • IQ : Bermain roleplay menjadi dokter hewan.
  • Bekerjasama dengan teman-teman untuk sesegera mungkin memberikan pertolongan terhadap hewan.
  • Peduli terhadap hewan yang terluka.

Pak Dokter membawa kucing yang terluka ke RS

BebeForest

BebeForest

Bebeforest terdiri dari Rescue the Cat, Save the Forest, Save the Earth, Feed the Animals dan Find the Way.
Dalam Rescue the Cat, si Kecil diajak untuk membantu kucing yang terjebak di atas pohon. Poin dari bermain Rescue the Cat :
  • IQ : Cepat tanggap menolong kucing yang terjebak di atas pohon.
  • SQ : Bekerja sama dengan temannya untuk menyelamatkan kucing.
  • EQ : Rasa peduli anak terhadap orang lain dan hewan yang sedang kesulitan.
Menaiki papan panjat untuk membantu kucing

Permainan lain yang terdapat di BebeForest yaitu Feed the Animals. Kalau permainan ini mudah ditemukan, biasanya Kenzie memberikan makan ke kucing liar di lingkungan rumah. Kali ini Kenzie memberikan makan ke zebra. Poin yang di dapat dari feed the animals :
  • IQ : Tanggap mencari makan yang sesuai untuk binatang yang kelaparan.
  • SQ : Mengajak teman lainnya untuk kerjasama memberikan makanan pada binatang.
  • EQ : Peduli terhadap binatang, memberikan makanan yang tepat.
 

BebeSea

BebeSea

Kategori terakhir yang ada di BebeLand yaitu BebeSea. BebeSea terdiri dari Fix the Bridge, Clean the Ocean, Helping Friends, Preserve the Turtle, dan Coral Savior. 
Di Helping Friends si Kecil diajak membantu menyelamatkan temannya dengan mengendarai perahu. Poin yang di dapat saat bermain Helping Friends :
  • IQ : Sigap mengambil tindakan untuk menyelamatkan teman yang terdampar di pulau lain.
  • SQ : Tanggap bersosialisasi dengan mengajak teman lainnya menolong teman yang terdampar.
  • EQ : Rasa peduli menolong teman yang terdampar.
 
Helping Friends

Permainan selanjutnya yaitu Preserve the Turtle. Dengan bermain ini, si Kecil diajak berkreasi membuat penyu selanjutnya penyu tersebut dilepaskan ke laut. Poin yang didapat :
  • IQ : Sigap untuk ikut melestarikan penyu dengan membuat kreasi penyu.
  • SQ : Tanggap bersosialisasi bersama teman memperbanyak penyu-penyu lepas di laut.
  • EQ : Rasa peduli dengan kelestarian binatang penyu.
 
Mewarnai Penyu


Dari total 15 permainan edukatif di BebeLand, Kenzie berhasil menyelesaikan 14 permainan. Dia happy banget, lalu untuk apresiasi apa yang telah dilakukan si Kecil, mereka mendapatkan badge, kelihatannya receh tapi dia senang loh. Bisa jadi inspirasi juga nih untuk saya di rumah, jika Kenzie berbuat baik maka akan di berikan badge atau sticker.

Tidak hanya permainan edukatif, Bebelac turut menghadirkan Nusa dan Rara. Nusa dan Rara merupakan Film karya anak bangsa dan isinya "daging" banget. Mengajarkan si Kecil untuk berbuat kebaikan. Jatah Kenzie untuk screen time adalah weekend dan yang dia tonton pun sudah saya downloadkan, salah satu film yang saya perbolehkan tonton ya Nusa dan Rara ini.

BebeLand yang saya hadiri kemarin berlokasi di Summarecon Mall Bekasi, sayang hanya 2 hari, tanggal 7-8 September. Ssssst, jangan bersedih dulu ya moms, BebeLand akan hadir kembali pada tanggal 28-29 September 2019 di Tunjungan Plaza Surabaya dan 26-27 Oktober 2019 di Plaza Medan Fair. Semoga semakin banyak kota-kota yang dihadiri oleh BebeLand ya, saya juga masih menunggu BebeLand datang ke kota Tangerang Selatan ku tercinta πŸ˜†, semoga ada pihak Bebelac yang baca tulisan ini dan mewujudkan doa saya hehe. Saya tuh terakhir ke bekasi 4 tahun lalu, tapiiiii demi hadir ke BebeLand akhirnya saya turun gunung ke planet lain 😝.

Ide permainan edukatif dari BebeLand bisa banget nih saya terapkan di rumah, terutama saat weekend. Untuk yang membaca tulisan ku ini, jika berkenan, mau dong sharingnya mengenai permainan edukatif lainnya yang mudah diterapkan di rumah.

Semoga Tulisan ini Bermanfaat πŸ’“

Selasa, 27 Agustus 2019

Ketika ditinggal oleh orang yang dicintai ?



Hari ini (12 Agustus) diskusi saya dengan Messa via WA cukup berat plus bikin baper, mengenai apa yang harus dilakukan ketika ditinggalkan oleh pasangan hidup selamanya (Meninggal), kok tiba-tiba bahas hal yang nyeremin banget?
Hal ini berawal dari cerita Messa, teman kantornya meninggal saat melahirkan anak ketiga dengan usia yang cukup muda. Sesampainya di rumah sakit, Messa melihat suami dan anak almarhumah sedang menangis dan terlihat sangan terpukul, semoga almarhumah Khusnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan tabah, Aamiin YRA. Lalu Messa bilang, sepertinya harus dibicarakan dengan pasangan mengenai kematian ini. Sontak saya langsung membalas, sudah Mes, gue sudah pernah bahas hal ini dengan suami. Apa yang harus dilakukan jika salah satu dari kami harus menghadap terlebih dahulu kehadapan-Nya, tentu tidak ada yang ingin ditinggalkan oleh pasangan, terlebih masih memiliki tanggung jawab anak, karena tidak mudah pastinya membesarkan anak seorang diri, tapi yang perlu diingat, tidak pernah ada yang tau sampai kapan kita diberi umur oleh-Nya, sehingga perlu ada persiapan saat masih ada umur, apa yang harus dilakukan.

Tentu hal kayak gini kalau diomongin terdengar mudah ya, padahal mah prakteknya, pasti bakal tersayat-sayat. Putus jaman cinta monyet aja saya galau to the max, gimana pasangan yang udah bertahun-tahun tinggal bareng, membangun rumah tangga bersama, ngerasain manis dan pahitnya bersama, serta membesarkan anak bersama, pasti ngga akan mudah. Saat bahas sama suami aja saya mewek, iya saya anaknya emang baperan. Sebelum menulis ini, saya sempat menanyakan ke teman-teman instagram saya, saya ingin tau juga sih gimana dengan pasangan lain. Pertanyaan saya saat itu Sudahkah membahas mengenai kematian dengan suami/istri? Tentang apa?
Jawaban beberapa teman dan hal yang saya dan suami pernah bahas, akan saya share ya disini.

Menikah kembali
Saat ditinggal pasangan, tentu sah saja kan bagi yang masih hidup untuk menikah kembali, akan tetapi untuk perempuan bagi agama yang saya anut, saat di akhirat kelak tidak akan bertemu kembali dengan istrinya jika istrinya telah menikah lagi. Selain hal itu, sebenarnya fokus utama jika ditinggalkan pasangan jika telah memiliki anak sih, karena anak akan memilki orang tua sambung. Jadi perlu dibicarakan kriteria pasangan (selanjutnya) seperti apa yang tepat untuk menjadi orang tua sambung si anak. Banyak kan diluaran sana, sayang sama ibu atau bapaknya, belum tentu dia sayang dengan anaknya huhu. Jangan sampai anak kita tidak terurus dan tidak bahagia ketika orang tua nya memilih menikah kembali dengan pasangan yang tidak tepat.


Pengasuhan Anak
Bagi yang menikah dan sudah ditipkan amanah anak, penting sekali untuk membahas ini, untuk saya dan suami, masa depan anak itu prioritas utama. Sehingga diperlukan komunikasi sejak sekarang, siapa yang akan mengasuh anak kami kelak, sampai rutinitas seperti apa yang akan dilakukan saat orang tua nya kerja apakah akan tetap seperti sekarang atau berbeda. Lalu si anak akan tinggal dimana, apakah akan tetap bersama salah satu orang tuanya, atau dititipkan ke keluarga terdekat.

Move On
Tentu tidak akan yang mudah ditinggalkan oleh pasangan. Jangankan pasangan yang masih muda, yang sudah tua pun saat ditinggalkan oleh pasangannya akan kehilangan. Seperti mami mertua saya contohnya, daddy mertua baru saja meninggalkan kami di bulan Juni kemarin. Saat kami sedang main ke rumah beliau, sering sekali beliau melontarkan begini "Kangen juga ya berantem kecil sama daddy" kalau mami ngomong gitu, saya masih suka berkaca-kaca dan suka kepikiran sendiri, apa yang akan terjadi oleh saya jika tiba-tiba saya ditinggalkan selamanya sama suami. Mami yang ditinggalkan dengan anak-anak yang sudah dewasa dan ekonomi yang cukup saja sungguh terpukul, apalagi pasangan muda yang ditinggalkan masih memiliki tanggung jawab anak, pasti akan lebih berat. Untuk itu perlu dibicarakan juga hal apa yang akan dilakukan untuk move on. Kalau jawaban suami saya, dia perlu pindah tempat tinggal, karena rumah kami tentu banyak cerita kami, suka maupun duka, sehingga akan sering terbayang jika masih tinggal di tempat yang sama. Kalau saya, saya butuh menyendiri ntah berapa lama. Duh mewek, Semoga saya dan suami, serta yang baca tulisan saya ini ditakdirkan oleh-Nya bersama pasangan hingga kakek nenek kelak, aamiin.

Sumber Penghasilan
Tentu akan berbeda total penghasilannya jika salah satu pasangan meninggal. Terutama bagi ibu rumah tangga, jika suaminya seorang pegawai maka sumber penghasilan akan hilang. Bagi yang sama-sama bekerja pun akan ada jumlah penghasilan berbeda, ya karena salah satu sumber hilang. Perlu banget dibicarakan apa yang harus dilakukan ketika sumber penghasilan berkurang. Mungkin akan berbeda ya, jika istrinya ibu rumah tangga dan istrinya meninggal duluan, tentu tidak ada perbedaan dalam jumlah penghasilan suaminya.

Hutang dan Aset
Bersyukurlah yang tidak memiliki hutang, lalu gimana dengan yang memiliki hutang? Tentu mesti dibicarakan dengan pasangan, kalau pinjamannya untuk KPR biasanya ada asuransi jiwa, jika pinjaman atas nama yang meninggal maka akan lunas hutangnya, kalau kasusnya seperti ini aman. Lalu gimana kalau pinjaman atas nama pasangan yang hidup, sehingga cicilan akan terus berjalan, akankah ada kesulitan dalam pembayaran. Jika ada kesulitan dalam pembayaran, aset apa yang diperbolehkan dijual terlebih dahulu. Serta mesti jujur ke pasangan, aset pribadi apa yang dimiliki.

Asuransi Jiwa
Perlu menginfokan ke pasangan sih kalau menurut saya, terdaftar di asuransi jiwa atau tidak. Jika iya jelaskan polisnya. Peraturan asuransinya seperti apa, uang pertanggungannya, dll.


Pin/Password
Bagi pasangan yang menjunjung tinggi privacy, biasanya pasangannya tidak tau pin atm nya. Perlu loh di share, agar pasangannya kelak tidak kesulitan. Atau jika tidak ingin diberitaukan sekarang, bisa punya "kotak" privacy kali ya, tuliskan pin atm dan username disana. Lalu infokan ke pasangan, jika saya sudah tidak ada, silahkan buka kotak ini. Kuno ya πŸ˜…

Ingin dimakamkan dimana
Kenapa sih hal ini penting untuk kami? Karena kami sebisa mungkin ingin memberikan yang terbaik untuk pasangan, seperti persembahan terakhir untuk jasadnya gitu loh. Siapa tau kan ada tempat yang diinginkan untuk peristirahatan terakhirnya.

Kalau ada yang ngeh, saya menuliskan tanggal awal bicara dengan sahabat saya sudah cukup lama, sebenarnya saat itu saya sudah menuliskan setengah dari tulisan ini, kenapa baru saya selesaikan sekarang? Karena saya orangnya baperan, setiap mau melanjutkan saya sudah berkaca-kaca, sehingga urung melanjutkan. Tetapi akhirnya dilanjutkan juga, karena setiap buka blog liat masih ada yang di draft, gemes juga, udah setengah tulisan, sayang kan kalau ngga di share.

Sekian tulisan saya kali ini, untuk menyelesaikannya penuh drama, bentar-bentar berkaca-kaca huhu. Kalau kalian ada yang pernah sharing juga dengan pasangan, boleh loh sharing disini apa saja yang dibicarakan ketika ditinggal pasangan.



Sabtu, 03 Agustus 2019

1 atau 2?

Kira-kira apa ayo yang bakalan saya bahas?
Tenangggg, ini bukan ngomongin politik, aku tidak suka membahas hal itu, lagian juga sudah lewat kan, yok yang masih suka panas, berdamai. Jadi mau ngomongin apaan sih Ran?

Mari kita mulai.
Kalian sebelum nikah ada ngga sih pembicaraan ingin punya anak berapa? Kalau aku dan suami dibicarakan, sebelum menikah kami sepakat 2. Setelah menikah dan seiring berjalannya waktu, aku jadi berubah pendapat, mau nya punya anak 1 aja, titik!!!
Alasan awalnya karena aku masih trauma dan saat melahirkan sempat mengalami baby blues, sudah saya bahas disini : Baby Blues.
Tapiii, semakin hari saya makin sadar akan realita hidup hahaha. Ya gimana ngga, dari hamil aja butuh biaya kan untuk kontrol. Padahal saya udah di cover sama perusahaan tempat suami bekerja, tapi tetap saja limitnya ngga cukup untuk kontrol dalam satu periode kehamilan. Belum lagi saat melahirkan. Kalau ada yang menyarankan pakai bpjs aja, gratis kok. Duhhhh, gimana ya, selagi mampu tanpa bpjs saya akan gunakan yang lain.
Lalu apa yang membuat saya berubah haluan dalam jumlah anak?
Banyak hal, tapi setelah dipikir-pikir UUD (ujung ujungnya duit), hahaha. Matre lu ran, biarin dikata matre, ke alfa aja ngga beli apa-apa tetep mesti punya duit 2 rebu buat bayar parkiran. 
Uang memang bukan segalanya, tapi dengan memiliki uang segalanya bisa terasa lebih mudah.
Contoh gampangnya, Kalau sakit yang kondisinya mesti rawat inap, punya uang bisa langsung ke RS yang dituju, dilayani dan langsung dapat kamar. Gimana kondisinya jika harus pakai B*JS, mesti ke faskes 1 dulu minta rujukan, selanjutnya ke RS yang telah ditunjuk faskes 1. Mesti antri buat masuk ruangan rawat inap dan karena pasien yang banyak banget, nunggu masuk kamarnya bisa berjam-jam, bahkan bisa seharian, yaudah pasien terlantar aja gitu di IGD. Beda banget kan kondisinya.
Balik ke topik ya, nah ini hal-hal yang membuat saya berubah jadi ingin 1 anak :
  1. Trauma Hamil (9 bulan bokkk eke mabok. Belum lagi tambahan 2 kali opname)  
  2. Trauma Pasca Melahirkan / Baby Blues 
  3.  Kondisi keuangan keluarga

Untuk poin 1 kapan-kapan saya tulis deh dan poin 2 sudah saya ceritakan disini Baby Blues, yang ingin saya bahas berikutnya poin 3. Tenangggg, alhamdulillah suami bertanggung jawab, hidup kami bertiga baik-baik saja kok, tidak kekurangan makanan, ada rumah tempat kami istirahat dengan nyaman, ada kendaraan untuk kami bepergian. Loh kok masih aja ngomongin kondisi keuangan? Iyaaa, karena hidup ke depannya bukan 3 hal itu saja.

Hal simple aja deh, saat ini kan saya bekerja, Ken di rumah sama ART, mana ada kan jaman sekarang ART yang mau pegang anak dua plus kerjaan rumah, kalau mau punya anak lagi paling ngga harus ada dua ART. Bayar 1 ART aja saya lelah, apalagi 2. Terus ada netizen yang nyaut, yaudah sik resign aja, kan ngga butuh ART lagi kalau ibu nya sudah di rumah. Duh kalau saya resign, saya akan tetap minta ada ART yang bantu-bantu di rumah. Yaelah manja banget, Ran. Biarin manja daripada gue stress terus jadi marah-marah ke anak, terus anak gue jadi ikutan depresi. Happy Mom, Happy Kids is True guys.

Lalu kamar di rumah kami saat ini hanya 2, ukurannya pun mini, yang 1 kami (Saya, Suami dan Ken) gunakan dan yang satunya lagi kamar si mbak. Lah kalau nambah anak 1 lagi dengan kamar super mini, sedih amat mepet-mepetan. Belum lagi kamar si mbak, kalau mbaknya jadi 2, ngga mungkin banget kamar sekecil itu untuk 2 orang, kasian.

Alasan selanjutnya mengenai pendidikan Ken, duhhh kalau inget biaya pendidikan pingin balik badan aja rasanya, bayangkan oh bayangkan, dengan inflasi setiap tahunnya 10%, uang pangkal SD Ken di sekolah ya saya inginkan butuh 60 Jutak dan uang bulanan sekitar 3 jutak, duit semua itu loh ngga boleh campur daun. Itu baru SD loh ya, belum SMP, SMA, Kuliah. Pusing pala mamak kalau anaknya lebih dari 1 dengan biaya segitu banyak. Kembali dengan nyinyiran netijen, yaelah gegayaan banget sih nyekolahin anaknya segitu mahalnya, negeri aja keleus yang gratisan. Mohon maap nih netijen, kalau anak kamu mau di sekolah negeri silahkan, anak ku mau di swasta aja. Karena saya menginginkan yang fasilitasnya lengkap dan pendekatan kurikulum yang membuat anak tidak terbebani. Kalau ada yang nemu sekolah dengan fasilitas lengkap, dalam satu kelas muridnya sedikit, tidak terbebani oleh PR tapi bayarannya murah daerah bintaro ciputat colek mamak Ken ya, ntar saya tinjau sapa tau Ken bisa disana.

Dari 3 alasan diatas, UUD kan. Suka ada aja yang bilang, kan tiap anak punya rezekinya masing-masing. Ya gpp sih kalian mau berpendapat begitu, saya sih ngga ya. Saya mau nya prepared dulu baru deh kita putuskan, kasian kan anaknya kalau harus diturunkan standar karena ortu nya ngga siap ada anggota baru yang harus dibiayai lagi. Ntar kalau ada yang nanya lagi "Kapan Kenzie punya adek?" Bakal saya kasih link tulisan ini.

Mungkin ada yang bertanya, gimana dengan suami? Kan dia maunya punya anak 2. Tentu ada dong  win win solutionnya, Kalau mau nambah anak, minimal jabatan kamu harus XXX di perusahaan sekarang atau kalau pindah ke perusahaan lain, gajinya minimal segitu. Baru deh yuk kita ke obgyn lepas IUD. Tapi yang perlu diingat, seberapa usaha kita mengingkan anak atau mencegah memiliki anak, ada yang lebih BerKuasa atas keinginan kita. 
Kembali lagi,  
Manusia hanya berencana, Tuhan lah yang menentukan πŸ’“

Senin, 29 Juli 2019

Pentingnya Vaksin Influenza

Sudah lama banget saya ingin membahas tentang vaksin, apalagi kalau membaca status atau ada yang sharing gerakan #antivaksin. Duh pingin marah rasanya kalau ada yang mengajak orang lain untuk ikut bagian #antivaksin, menurut saya alasan mereka tuh kayak ngada-ngada, dengan adanya komunitas antivaksin, penyakit yang sudah lama tidak ada kan jadi mewabah kembali, contohnya DIFTERI, muncul kembali karena daya tahan tubuh suatu penduduk menurun, sehingga virus mudah menyerang dan pencegahan utamanya dengan vaksin/imunisasi.

Egois sih ya kalau menurut saya, kalau keluarga komunitas #antivaksin ngga keluar rumah, atau hidup bertetangga dengan yang sepaham sih oke lah ya, jika sakit karena ulahnya sendirian ya terimalah, tapi kan ngga. Mereka hidup bersama dengan masyarakat yang multikultural, sekolah pun juga barengan, belum lagi kalau main ke playground. Orang tua yang sudah memprotect anaknya bisa kena imbasnya. Padahal #vaksin wajib itu gratis loh sodara-sodara dari pemerintah, mudah ditemui pula. Bisa ke posyandu atau ke puskemas.

Suka ada yang bilang kan, ah anak gue ngga vaksin tapi sehat-sehat aja tuh, bersyukur deh kalian, berarti lingkungan kalian bagus, lingkungan kalian lah yang menjaga agar virus tersebut tidak hadir disekitaran kalian, sehingga anak-anak kalian tidak terpapar virusnya.
Ada lagi nih yang JULID, yaelah anak lu aja udah vaksin masih sakit. Yang perlu kalian pahami, Vaksin tidak bisa melindungi 100%, akan tetapi imunnya sudah ada, sehingga kalau ada virus datang, tubuh anak akan lebih mudah melawannya, kalaupun terkena insyaAllah sakitnya tidak akan separah yang tidak di vaksin.

Seperti beberapa bulan lalu, si Ken di diagnosis pneunomia oleh dokter, saat dokter menyampaikan penyakitnya dia, saya berasa tersambar petir, nangis aja terus di IGD, anaknya mah malah ngeliatin saya, bingung kali ya kenapa saya nangis. Gimana ngga shock, saya memberikan vaksin PVC lengkap, tapi dia bisa terpapar, sedangkan anak-anak yang saya kenal tidak melakukan vaksin mereka sehat-sehat aja, padahal saya sudah tau ilmunya kalau vaksin tidak bisa melindungi 100% tetapi ada saja denial dalam diri kenapa begini kenapa begitu. Saat dokter anak yang biasa menangani Ken visit, pertanyaan pertama saya adalah "Dok, kenapa anak saya bisa terkena padahal saya sudah vaksin" dan jawaban dokternya apa ibu-ibu "Loh justru karena vaksin, makanya anak ibu hanya kena pneunomia ringan, kalau tidak vaksin kemungkinan akan lebih berat dari ini dan harus konsumsi obat sekian bulan" Dari sana saya baru tersadarkan, duh kenapa sih saya bisa nanya kayak gini ke dokter, padahal saya tau ilmunya, lagi-lagi mikir gitu.

Si Ken awal pneunomianya dari Flu yang tak kunjung sembuh. Bukan tak kunjung sembuh sih, tertular terus dari sekelilingnya, karena Flu itu kan cepet banget ya tertularnya dan dia paling kecil di rumah, antibodinya pun belum sebaik yang dewasa, sembuh sehari besoknya tertular kembali, gitu aja terus sampai 3 minggu. Disini salah saya juga sih, karena saya tidak memberikan vaksin flu, saya terlalu percaya dengan dokter anak yang menangani Kenzie. Saat ingin VAKSIN FLU, dokternya bilang tidak usah bu karena virus flu cepat bermutasi. Saya telan bulat-bulat aja gitu, kenapa ngga cari second opinion ya, padahal kalau saat itu saya mencari dokter lain, mungkin Ken ngga perlu dirawat, ngga perlu minum antibiotik dan saya ngga perlu liat dia jejeritan saat di infus, ah memang ya penyesalan selalu datang terlambat, kalau diawal kan namanya pendaftaran Ran. Please kelalaian saya ini dijadikan pelajaran, jangan sampai terjadi juga di anak kalian, huhu. Lebih baik mencegah daripada mengobati, mommies sayang.

Blogger Gathering Back To School #KenapaHarusVaksin
 
Sabtu lalu saya ikutan blogger gathering bersama dr. Atilla Dewanti, Sp. A dan #TUMBloggersMeetUp mengenai #KenapaHarusVaksin Influenza. Dari sana saya baru tau kalau flu itu dibagi 2, common cold dan influenza (ini yang biasa kita sebut flu). Kalau common cold lebih mudah sembuhnya, 1-3 hari biasanya sudah sembuh. Influenza lah yang perlu diperhatikan, karena bisa menyebabkan pneunomia.

Vaksin Influenza
#KenapaHarusVaksin

Menurut Jason Turowski, MD, seorang pulmonolog (ahli penyakit saluran pernapasan) di Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Everyday Health “Virus flu bisa menimbulkan peradangan dan kerusakan paru-paru”. Selain virus influenza, penyebab lain pneumonia adalah bakteri, jamur, atau parasit.
Hal remeh seperti influenza yang sering banget kita temui sehari-hari ternyata beresiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang ketahanan tubuhnya masih rendah.

Apalagi kalau anaknya yang sering bepergian atau di daycare atau sudah bersekolah, kan sering banget ya terpapar dengan dunia luar, bisa dengan mudah deh tuh terkontaminasi virus flu, apalagi anak-anak ya, kalau ngga diperhatiin, ingus main di lap aja pake tangan, nanti tangannya megang ntah apa, lalu anak lain menyentuh barang anak yang flu, terus megang-megang mulut, mata maupun hidung, kondisi tubuhnya tidak fit pula, udah itu mah langsung deh terpapar.
Ada hal yang cukup mengangetkan saya, ternyata orang yang terkontaminasi virus influenza dapat menularkan virus kepada orang lain dalam waktu 1 hari menjelang terkena flu, sampai dengan 5-7 hari setelahnya dan virus flu bisa bertahan sampai 48 jam (2 hari).
Sebagai orang tua, kita pun harus aware dengan tanda-tanda anak yang terkena flu :
  1. Demam mencapai suhu 39,40 Celcius sampai 40,50 Celcius.
  2. Nyeri di badan.
  3. Sakit Kepala.
  4. Sakit Tenggorokan.
  5. Batuk yang semakin parah.
  6. Terlihat kelelahan.
  7. Pilek dan hidung mampe.
Setelah belajar dari banyak literatur, saya memutuskan untuk menjadi ibu yang RUM (Rational Using Medicine) Sehingga kalau Ken flu, saya tidak memberikan obat atau antibiotik. Beberapa hal yang saya lakukan kalau Ken sudah terpapar flu,
  1. Sering menawarkan minum air mineral.
  2. Main di halaman rumah di range jam 7-8 pagi (agar terpapar sinar matahari).
  3. Dimandikan air hangat (agar anak lebih nyaman).
  4. Tidak main keluar rumah, agar tubuhnya lebih banyak beristirahat dan tidak menularkan ke anak lain di sekitar rumah.
  5. Langsung membuang tisu bekas ingus ke tempat sampah, agar tidak menularkan orang lain di rumah.
Sudah tau tanda-tanda flu, lalu cara mengobati, ada hal yang sering terlupakan oleh banyak orang, yaitu mencegah agar anak terlindugi dari virus influenza, #LawanFlu #LawanFluDiSekolah dengan,
  1. Vaksinasi/Imunisasi Flu. #4BetterProtection Vaksin Flu direkomendasikan untuk yang telah berusia 6 bulan ke atas. Jangan lupa lakukan pengulangan vaksin flu setiap tahunnya.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Apabila kepepet dan tidak ada sabun dan air mengalir, gunakanlah antiseptik yang mengandung alkohol agar virus dan bakteri hempas.
Bisa cek juga di milissehat mengenai vaksin flu ini Vaksin Influenza

Dengan terbatasnya peserta yang bisa ikutan gathering blogger mengenai vaksin flu ini, saya merasa berkewajiban membagi ilmu yang saya tau, agar banyak ibu-ibu di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan untuk ikutan, bisa tau juga ilmunya.
Jadi, kapan kalian dan keluarga akan vaksin flu?
Vaksin Flu
#KenapaHarusVaksin

Tips Belanja Bulanan Hemat ala Mama Ken


Kebutuhan bahan pangan merupakan kebutuhan primer setiap keluarga, begitupun dengan keluarga kami. Setiap sebulan sekali pasti kami berbelanja bulanan untuk persediaan selama sebulan ke depan. Saya baru akan tenang setelah menstok kebutuhan keluarga untuk sebulan, sepenglihatan saya dengan cara ini lebih hemat dan terpenting amaaannn karena uangnya ngga bakal terpakai buat saya online shopping. Duh kalau belinya nyicil-nyicil terus liat uang di rekening masih banyak sungguh godaan duniawi sis. Lagi nganggur terus scrolling timeline IG, eh liat si ini ngeluarin hijab voal koleksi terbaru beli, liat si anu ngeluarin blouse terbaru juga beli, bisa diamuk pak bos nanti kalau stok kebutuhan primer belum dipenuhi tapi uangnya udah habis 😝
Sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus menjabat menteri keuangan di keluarga Chairul, saya harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga, agar mama senang papa tenang. Untuk itu saya punya tips tersendiri agar belanja kebutuhan pokok lebih hemat :
  1. Belanja bulanan. Ini penting, karena kalau terlalu sering ke supermarket atau minimarket ada aja hal-hal yang ingin dibeli. Apalagi saya hobi banget jajan. Yang rencananya hanya ingin beli roti tawar, bisa beranak jadi beli snack dan yoghurt juga.
  2. Buat daftar belanja. Kalau tidak dicatat biasanya ada saja yang ingin dibeli, padahal tidak terlalu butuh atau lapar mata.
  3. Belanja di tanggal setelah gajian, yang saya perhatikan di range tanggal 25-5 setiap bulannya, karena di tanggal ini biasanya diskon melimpah.
  4. Belanja di hari jumat / sabtu / minggu. Ini 3 hari yang selalu ditunggu ibu-ibu, lagi lagi karena diskonnya melimpah.
  5. Selalu bandingkan sebelum membeli. Untuk beberapa produk saya memang ada yang brand oriented, tapi lebih banyak yang tidak. Sehingga saya selalu cek dulu, lebih murah brand A atau brand B ya, karena setiap bulannya produk yang di promosikan selalu berbeda, sebagai mama JULID (Juara Pelid), BAPER (Banyak Perhitungan), dan SADIS (Suka Diskon) mesti pintar-pintar memilih.
Tapiiii nih tapiiii, tanggal 24 Juli kemarin kan saya menghadiri temu pelanggan dan blogger gathering di Giant CBD Bintaro, kok rasanya tips belanja ala saya ada yang tidak bisa digunakan ya, karena Mereka meluncurkan kembali yang namanya HARGA TEMAN.


Apaan sih yang dimaksud HARGA TEMAN? HARGA TEMAN adalah HARGA TERMURAH yang berlaku setiap hari selama 3 bulan, ada 800 produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN dan yang terpenting produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN harganya tidak mungkin naik, dia akan stabil selama 3 bulan kedepan, sesuatu kan buibu. Jadi kalau cabe dipasaran harganya naik, di Giant bakalan segitu-gitu aja dong harganya. Beneran tuh ran ngga perlu nunggu tanggal gajian atau jumat/sabtu/minggu? Beneran banget. Udah gitu, kalau produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN ini sedang di promokan Giant juga di JSM (Jumat Sabtu Minggu) makin terjun bebas dong harganya, duh paham banget deh Giant akan kebutuhan Mama JULID, BAPER, dan SADIS kayak saya.

Apa saja sih produk yang ditawarkan di HARGA TEMAN? Saya bocorin deh, tapi ngga semua produk ya, secara ada 800 produk kan, lumayan juga kalau di tulis semua πŸ˜…
  • Produk Seafood, hemat hingga 16%
  • Produk Sayuran, hemat hingga 33%
  • Produk Bumbu Masakan, hemat hingga 15%
  • Produk Makanan, hemat hingga 20%
  • Produk Minuman, hemat hingga 25%
  • Produk Pembersih Rumah, hemat hingga 30%
  • Produk Sambal/Saus, hemat hingga 13%
  • Produk Susu UHT, hemat hingga 13%
  • Produk Laundry, hemat hingga 25%
  • Produk Kecantikan, hemat hingga 16%
Selain Promo HARGA TEMAN, Giant juga menawarkan promosi lain yang tidak kalah menggiurkannya, seperti
- Fresh Iconic
Produk Favorit masyarakat Indonesia dijual dengan harga sangat murah seperti Udang Vanamae, hemat hingga 16%, dari Rp 94.500 menjadi Rp 79.900. Cucok meong kan bokkk, di pasar tradisional aja harga udah ngga segitu.
- 5 SIP
5 Produk buah dan sayuran terpilih Segar, Istimewa, dan diPromosikan akan ditawarkan dengan harga murah dan kualitas yang pasti sip. Seperti Anggur Red Globe Cina, Mangga Harus Manis, Brokoli, Jagung Manis Kupas dan Jeruk Mini Afourer.
- Beli Produk Gratis Produk
Beli 2 produk gratis 1 produk, beli 3 produk gratis 1 produk. Siapa juga ibu-ibu yang ngga suka gratisan begini.

Dengan harga yang super murah, kembalian belanja kebutuhan rumah tangga di Giant bisa dipakai deh untuk membeli hijab voal si anu, lagi open PO nih sis 😜. Terima Kasih Giant sudah mengerti suara hati pelanggannya, terutama kami para Ibu.

Jumat, 19 Juli 2019

Manfaat Bermain di Luar Ruangan

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar parenting yang diisi oleh salah satu Psikolog Anak Senior, yaitu Ibu Novita Tandry. Di seminar tersebut diadakan QnA antara peserta dan pembicara, salah satu pertanyaan yang diajukan mengenai kategori pembelajar anak, apakah anak yang super aktif diumur 3 tahun dapat dikategorikan sebagai anak kinestetik?
Jawaban Ibu Novita Tandry sungguh menjawab pertanyaan saya selama ini, karena si Ken juga super ngga bisa diem, sayapun menganggap Ken masuk ke dalam Kinestetik, tetapi jawaban ibu Tandry sungguh membuka mata saya. 

Anak dibawah 5 tahun belum bisa ditentukan tipe pembelajar apa, tetapi yang perlu diingat, yang menjadi "otak" diumur mereka adalah bagian pinggul sampai kaki, sehingga sering kali terlihat anak-anak itu kinestetik.
Setelah ikutan seminar ini, beneran membuka mata saya, karena saya suka mengeluhkan Ken yang ngga ada diemnya, terus langsung menilai, anak kinestetik nih, ternyata tidak semudah itu ferguso, perlu observasi lebih lanjut. Baiklah Ken, kita belajar bareng ya, mama dan papa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Kami ingin kamu tuh menjadi manusia yang bahagia. Sehingga penting bagi kami mengetahui apa yang kamu sukai, termasuk saat belajar, sehingga tidak ada paksaan ketika kamu melakukan sesuatu karena kamu menyukai apa yang kamu lakukan.

Seperti yang telah di sharing oleh Ibu Tandry, diumur Ken 31 bulan yang diutamakan fisiknya. Ada aja yang dimainkan dan yang lebih digunakan fisiknya, untuk aktifitas fisik ini dia lebih senang berkegiatan di luar rumah. Dia suka banget lari-larian, main sepeda, main bola, loncat-loncat, dan masih banyak lagi. Oh ya, sekarang dia lagi hobi banget main tanah, ntah menggunakan sekop atau menggunakan tangannya aja langsung. Mindah-mindahin tanah ke pot πŸ˜…
Kegiatan ini awalnya karena liat saya menanam, iya saya lagi keranjingan bercocok tanam sejak ikutan workshop bersama Kebun Kumara. 


Pasti ada ajalah orang yang julid mengenai kegiatan kotor-kotoran si Kenzie ini. Emang ngga jijik anak mainan tanah? Ngga takut sakit mainannya kotor-kotoran gitu? Emang ngga takut digigit nyamuk main di luar ruangan apalagi sambil main tanah?
Ya tentu dong sedikit ketakutan, tapi ada manfaat besar saat anak bermain di luar ruangan. 


Manfaat bermain di luar bagi anak-anak, yaitu :
  1. (Berdasarkan research dari UBC and the Child & Family Research Institute at BC Children’s Hospital) Baik untuk kesehatan.  Ini mengingatkan saya akan omongan DSA nya Ken, Eyang dr. Purnamawati. Beliau bilang gini, kalian tau ngga kenapa anak kampung (no offense ya) lebih sehat? Karena mereka dibiarkan bermain dengan alam, mereka dibiarkan main kotor-kotoran, sehingga imunitasnya lebih baik. Menurut research, Tempat bermain yang menyediakan pohon dan tanaman, perubahan ketinggian, dan kebebasan bagi anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, memiliki dampak positif pada kesehatan, perilaku dan perkembangan sosial.
  2. (Menurut Psikolog Keluarga, Retno Dewanti Purba) Peningkatan Kreatifitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya. Bermain di luar ruangan diketahui memiliki efek teurapeutik yang baik bagi kondisi psikologis kita.
  3. Poin ini berdasarkan pengalaman saya. Saat si Ken beraktifitas di luar ruangan, saat malam hari tidurnya lebih lelap karena sudah lelah beraktifitas seharian.


Lalu gimana mengatasi kotor-kotoran dan serangga? Kalau saya setiap dia main tanah, atau selesai main sepeda, saya mewajibkan dia mencuci tangan dan kakinya dulu di teras di rumah, jadi masalah kotor-kotoran teratasi dong. Terus gimana pemecahannya dengan gigitan nyamuk, yang paling sering nyium-nyium lengan sama jidat anak ku, apalagi kalau yang gigit sampe nyamuk Aedes Aegypti? Ya sebelum dia main, biasanya saya melakukan proteksi dulu, dengan cara mengoleskan minyak telon yang bisa melindungi Ken dari gigitan nyamuk #BebasMainTanpaNyamuk.
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
Sebagai pemakai setia mybaby minyak telon plus, dari yang produk 6 jam, 8 jam dan sekarang mereka meluncurkan produk terbarunya, yaitu 12 jam. Cukup waw sih dengan inovasi mereka. Kalau bepergian yang jauh dan lama di mobil kan saya suka lupa oles minyak telon, ntar tiba-tiba di jidat udah muncul aja bentolan akibat gigitan nyamuk, karena perlindungan terhadap nyamuk butuh dimana aja sih menurut ku, nah dengan waktu perlindungan yang lebih lama, membuat saya tidak perlu sering-sering mengoleskan. Selain perlindungan yang lebih lama, bahan yang digunakan juga alami serta perpaduan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan formulasi yang mampu melindungi dari gigitan nyamuk hingga 12 jam. Dikomposisikan dengan bahan alami terpilih, formula MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam terdiri dari Minyak Sereh, Chamomile, Lemongrass, Minyak Adas, Eucalyptus, serta Minyak Kelapa sesuai presentase yang tercantum dalam kemasan.
#BebasMainTanpaNyamuk
My Baby Mintak Telon Formula Baru

Untuk punggung Kenzie yang suka ngga cocok pakai minyak telon, biasanya punggungnya akan mengelupas, agak aneh sih kenapa punggung aja, bagian tubuh yang lain ngga, nah Si My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam aman, no ngelupas ngelupas punggungnya. Oh ya, jangan khawatir tentang kehalalan produk ini ya, sudah ada logo halalnya kok dari MUI jadi aman.
#BebasMainTanpaNyamuk
Sebelum Main, oles My Baby Minyak Telon dulu
Sedia payung sebelum hujan, sedia My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam sebelum berkegiatan. Dijamin anak akan #BebasMainTanpaNyamuk.

Rabu, 22 Mei 2019

Ubah Sampah Mu Menjadi Berkah

Sabtu kemarin saya mengikuti workshop Pembuatan Kompos, yang diselenggarakan oleh Birth Club 2016Dompet Dhuafa dan Kebun Kumara di daerah Situ Gintung, Ciputat.
Ternyata oh ternyata, Indonesia menempati urutan kedua sebagai penghasil sampah makanan terbesar di dunia. Terutama disaat Ramadan, sampah makanan bertambah, karena banyak yang "lapar mata", memasak dan membeli makanan banyak-banyak, sedangkan hanya sedikit yang dikonsumsi, sehingga yang tidak dimakan menjadi sampah dan menjadi sesuatu yang mubadzir. Sedih ngga sih, negara kita mendapatkan suatu peringkat karena hal negatif. Salah satu tindakan untuk mengurangi sampah dan mencintai bumi, panitia acara mengajak kita untuk #lesswaste dengan cara mengubah sampah menjadi sesuatu yang berkah dan membawa sendiri peralatan makan dan minum.

Sejak tadi saya membicarakan mengubah sampah menjadi berkah, kira-kira ada yang tau ngga sih apa yang saya maksud? Yes, yang dimaksud adalah pembuatan kompos. Dengan pembuatan kompos, limbah rumah tangga bisa diubah menjadi yang bermanfaat dan setiap rumah bisa membuat kompos sendiri loh, dulu saya ngga kebayang sama sekali bagaimana cara membuatnya, setelah workshop kemarin saya tercerahkan, ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan.

Sebelum mulai praktek pembuatan kompos, pihak kebun kumara menjelaskan terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos. 
Hal yang dibutuhkan :
  1. Udara
  2. Air
  3. Green
  4. Brown
Yang dimaksud dengan green adalah bahan organik yang membusuk, mengandung nitrogen materials, dan menimbulkan bau. Contohnya sayur, daun hijau, roti, ikan, kopi, dll. Kopi walau berwarna cokelat masuk ke dalam kategori green, karena mengandung nitrogen, fosfor dan kalium.
Sedangkan yang dimaksud dengan browns adalah bahan organik yang mengering, mengandung carbon materials, dan menyerap bau dengan baik. Contohnya seperti kertas, tisu, daun yang sudah kering, Toilet Paper Rolls, dll

Untuk membuat kompos, selain dibutuhkan 4 hal diatas, diperlukan juga komposisi yang benar. Perbandingan antara browns and green adalah 2:1. Browns dibutuhkan untuk lapisan paling atas dan paling bawah. Bagian atas untuk menghilangkan bau dan tidak mengundang hewan (tikus), sedangkan bagian bawah untuk menyerap air. Apabila membuat komposnya menggunakan ember, jangan lupa bagian bawahnya diberi lubang, agar mikroorganisme bisa masuk. Oh ya, dalam pembuatan kompos sering kali kita menemukan hewan mikroorganisme seperti belatung, kutu, dll, jangan takut. Walaupun saya jijik, ternyata hal itu dibutuhkan dalam pembuatan kompos, karena mereka lah yang mengurai tumpukan kompos. Selanjutnya, saat sudah ditumpuk, jangan lupa sesekali untuk mengaduk komposnya, karena kompos memerlukan udara serta mikroorganisme membutuhkan air dan udara untuk melangsungkan hidup.
Kompos
Perbandingan Browns and Green
Di proses pembuatan kompos ini, ada kalanya kompos mengeluarkan panas, jangan takut ya buibu, ternyata saat mengeluarkan panas, saat itulah mikroorganisme bekerja. Tumpukkan akan memanas kurang lebih 24-48 jam. Saat kompos sudah seperti tanah, berarti sudah siap pakai. 

Ciri-ciri kompos siap pakai :
  • Warna seperti tanah. Coklat, tidak ada warna lain.
  • Suhu seperti tanah. Tidak panas, proses penguraian sudah selesai.
  • Bau seperti tanah. Tidak ada sisa-sisa bau sampah organik, seperti bau buah atau makanan lainnya.
Untuk melakukan pembuatan kompos, ada beberapa pilihan media yang bisa digunakan seperti gambar dibawah ini
Banana Circle
Media Banana Circle

Media Container/Ember

Media Kawat

Setelah membahas media tanam, maka selanjutnya adalah langkah pembuatan kompos.
Berikut langkahnya :
  1. Pilih media yang akan digunakan. Kalau saya pilih media container, karena kondisi rumah yang minimalis. Kalau rumah kalian halamannya cukup besar bisa menggunakan media banana circle.
  2. Masukkan ke dalam container brown dan green. Jangan lupa ya, perbandingan brown:green = 2:1. Untuk brown lebih baik dipotong menjadi kecil-kecil, agar penguraiannya lebih mudah.
  3. Sebelum container ditutup, disiram terlebih dahulu. Selanjutnya baru ditutup, untuk menghindari diacak-acak oleh hewan seperti tikus dan kucing.
  4. Di hari keempat, sebaiknya kompos diaduk. Agar udara bisa masuk.
  5. Proses pengkomposan selesai dalam 14-18 hari. Dihitung sejak tidak menambahkan green atau browns lagi.
  6. Saat proses pengomposan selesai, saring komposnya. Gunanya untuk menyaring kompos yang prosesnya belum selesai. Seperti masih ada yang berbentuk tulang. Setelah disaring, yang belum selesai jangan langsung di buang ya. Karena bisa digunakan lagi untuk pengomposan berikutnya. 
  7. Selesai. Simple kan 😊 
Proses Pembuatan Kompos
Proses Pembuatan Kompos
Terbyata tidak sesulit yang dipikirkan bukan? Yuk mulai memilah sampah rumahan kita, sehingga lebih bermanfaat dan berkah. Semoga sharingnya bermanfaat πŸ‘©πŸ‘©πŸ‘©
© raniprovit
Maira Gall