Manfaat Bermain di Luar Ruangan

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar parenting yang diisi oleh salah satu Psikolog Anak Senior, yaitu Ibu Novita Tandry. Di seminar tersebut diadakan QnA antara peserta dan pembicara, salah satu pertanyaan yang diajukan mengenai kategori pembelajar anak, apakah anak yang super aktif diumur 3 tahun dapat dikategorikan sebagai anak kinestetik?
Jawaban Ibu Novita Tandry sungguh menjawab pertanyaan saya selama ini, karena si Ken juga super ngga bisa diem, sayapun menganggap Ken masuk ke dalam Kinestetik, tetapi jawaban ibu Tandry sungguh membuka mata saya. 

Anak dibawah 5 tahun belum bisa ditentukan tipe pembelajar apa, tetapi yang perlu diingat, yang menjadi "otak" diumur mereka adalah bagian pinggul sampai kaki, sehingga sering kali terlihat anak-anak itu kinestetik.
Setelah ikutan seminar ini, beneran membuka mata saya, karena saya suka mengeluhkan Ken yang ngga ada diemnya, terus langsung menilai, anak kinestetik nih, ternyata tidak semudah itu ferguso, perlu observasi lebih lanjut. Baiklah Ken, kita belajar bareng ya, mama dan papa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Kami ingin kamu tuh menjadi manusia yang bahagia. Sehingga penting bagi kami mengetahui apa yang kamu sukai, termasuk saat belajar, sehingga tidak ada paksaan ketika kamu melakukan sesuatu karena kamu menyukai apa yang kamu lakukan.

Seperti yang telah di sharing oleh Ibu Tandry, diumur Ken 31 bulan yang diutamakan fisiknya. Ada aja yang dimainkan dan yang lebih digunakan fisiknya, untuk aktifitas fisik ini dia lebih senang berkegiatan di luar rumah. Dia suka banget lari-larian, main sepeda, main bola, loncat-loncat, dan masih banyak lagi. Oh ya, sekarang dia lagi hobi banget main tanah, ntah menggunakan sekop atau menggunakan tangannya aja langsung. Mindah-mindahin tanah ke pot 😅
Kegiatan ini awalnya karena liat saya menanam, iya saya lagi keranjingan bercocok tanam sejak ikutan workshop bersama Kebun Kumara. 


Pasti ada ajalah orang yang julid mengenai kegiatan kotor-kotoran si Kenzie ini. Emang ngga jijik anak mainan tanah? Ngga takut sakit mainannya kotor-kotoran gitu? Emang ngga takut digigit nyamuk main di luar ruangan apalagi sambil main tanah?
Ya tentu dong sedikit ketakutan, tapi ada manfaat besar saat anak bermain di luar ruangan. 


Manfaat bermain di luar bagi anak-anak, yaitu :
  1. (Berdasarkan research dari UBC and the Child & Family Research Institute at BC Children’s Hospital) Baik untuk kesehatan.  Ini mengingatkan saya akan omongan DSA nya Ken, Eyang dr. Purnamawati. Beliau bilang gini, kalian tau ngga kenapa anak kampung (no offense ya) lebih sehat? Karena mereka dibiarkan bermain dengan alam, mereka dibiarkan main kotor-kotoran, sehingga imunitasnya lebih baik. Menurut research, Tempat bermain yang menyediakan pohon dan tanaman, perubahan ketinggian, dan kebebasan bagi anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, memiliki dampak positif pada kesehatan, perilaku dan perkembangan sosial.
  2. (Menurut Psikolog Keluarga, Retno Dewanti Purba) Peningkatan Kreatifitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya. Bermain di luar ruangan diketahui memiliki efek teurapeutik yang baik bagi kondisi psikologis kita.
  3. Poin ini berdasarkan pengalaman saya. Saat si Ken beraktifitas di luar ruangan, saat malam hari tidurnya lebih lelap karena sudah lelah beraktifitas seharian.


Lalu gimana mengatasi kotor-kotoran dan serangga? Kalau saya setiap dia main tanah, atau selesai main sepeda, saya mewajibkan dia mencuci tangan dan kakinya dulu di teras di rumah, jadi masalah kotor-kotoran teratasi dong. Terus gimana pemecahannya dengan gigitan nyamuk, yang paling sering nyium-nyium lengan sama jidat anak ku, apalagi kalau yang gigit sampe nyamuk Aedes Aegypti? Ya sebelum dia main, biasanya saya melakukan proteksi dulu, dengan cara mengoleskan minyak telon yang bisa melindungi Ken dari gigitan nyamuk #BebasMainTanpaNyamuk.
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
Sebagai pemakai setia mybaby minyak telon plus, dari yang produk 6 jam, 8 jam dan sekarang mereka meluncurkan produk terbarunya, yaitu 12 jam. Cukup waw sih dengan inovasi mereka. Kalau bepergian yang jauh dan lama di mobil kan saya suka lupa oles minyak telon, ntar tiba-tiba di jidat udah muncul aja bentolan akibat gigitan nyamuk, karena perlindungan terhadap nyamuk butuh dimana aja sih menurut ku, nah dengan waktu perlindungan yang lebih lama, membuat saya tidak perlu sering-sering mengoleskan. Selain perlindungan yang lebih lama, bahan yang digunakan juga alami serta perpaduan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan formulasi yang mampu melindungi dari gigitan nyamuk hingga 12 jam. Dikomposisikan dengan bahan alami terpilih, formula MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam terdiri dari Minyak Sereh, Chamomile, Lemongrass, Minyak Adas, Eucalyptus, serta Minyak Kelapa sesuai presentase yang tercantum dalam kemasan.
#BebasMainTanpaNyamuk
My Baby Mintak Telon Formula Baru

Untuk punggung Kenzie yang suka ngga cocok pakai minyak telon, biasanya punggungnya akan mengelupas, agak aneh sih kenapa punggung aja, bagian tubuh yang lain ngga, nah Si My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam aman, no ngelupas ngelupas punggungnya. Oh ya, jangan khawatir tentang kehalalan produk ini ya, sudah ada logo halalnya kok dari MUI jadi aman.
#BebasMainTanpaNyamuk
Sebelum Main, oles My Baby Minyak Telon dulu
Sedia payung sebelum hujan, sedia My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam sebelum berkegiatan. Dijamin anak akan #BebasMainTanpaNyamuk.
Share:

Posting Komentar

Silahkan Komen Disini

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes