Rabu, 20 Februari 2019

Mall Ramah Anak di Jakarta dan Tangsel

Kembali lagi dengan Postingan Rani vs Messa
Harusnya sih postingan ini mengenai ranah publik yang ramah untuk anak, tapi kayaknya terlalu general jadi saya akan lebih spesifik ke mall. Lagipula kayaknya saya anak mall banget, jadi lebih paham destinasi mall to mall πŸ˜†
Maafkan mama ya Ken, ngajaknya ke mall terus. 

1. Bintaro Jaya Xchange Mall (BXC)

BXC Mall
BXC di sore hari

Mall yang sangat terkenal bagi orang yang bertempat tinggal di wilayah bintaro dan sekitarnya ini berlokasi di daerah bintaro (yaiyalah di bintaro, nama depannya aja ada bintaronya), tepatnya di Boulevard Bintaro Jaya Blok. O-2, Bintaro Jaya Sektor VII, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang, Banten.

Mall ini memiliki lokasi outdoor yang sangat luas. 
Bagi yang memiliki anak sedang belajar jalan cocok banget deh diajak kesini, karena outdoornya berumput, jadi kalau anaknya jatuh-jatuh saat belajar jalan tidak terlalu sakit. Disini ada beberapa kolam ikannya, jaman si Kenzie GTM, kalau diajak kesini sambil liat ikan, bisa lep lep makannya.
Kalau sekarang diajak ke BXC udah pasti ngacir di halamannya, mama capek ngejar dia, sore-sore pun banyak anak kecil yang main lari-larian, main bola, atau belajar sepeda.
Tenants di dalam untuk permainan anak ada : Coco Train, Zoo Moov, Fun World dan BX Rink.

BX Rink menjadi salah satu keunggulan BXC Mall, setau saya cuma ada 2 mall yang ada tempat skatingnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya, sedangkan mall yang satunya udah baheula banget.
Bisa cek disini ya BX Rink untuk jadwal, harga dan event mereka.
Untuk nursery room nya sih biasa aja. Setiap ruangan dilengkapi 2 kursi menyusui. Tapi yang dilantai LG ntah kenapa setiap saya kesana AC nya mati, apa mati terus ya, sumpah deh panas banget. Jadi kalau mau ke nursery room mending yang di lantai 1. lebih sepi dan lebih sejuk.

BXC Mall
Saat ada acara rumah hobbit

Lokasi via google maps : Bintaro Jaya Xchange


2. AEON Mall BSD City 

Mall yang sangat tersohor, dari awal buka tahun 2015 sampai sekarang selalu penuh. Bahkan weekday aja mau cari parkiran butuh usaha banget, tapi emang seenak itu sih mall nya. Kayaknya semua ada gitu loh. Mau makanan yang murah ada, makanan yang mahal ada. Mau western, mau jepang, mau indonesia pun ada. Nah gimana untuk anak? Menurut saya konsep mereka ini mall keluarga, jadi mall mereka ramah anak.
Bayangin aja nih, di satu mall ada banyak playground anak, seperti miniapolis (lantai 2), kidzoona (lantai 2 dalam AEON Store), dan playtime (Lantai 3).


Biaya Masuk Miniapolis (4 Jam):

Member 
Weekday : 90.000
Weekend : 110.000
Non Member
Weekday : 110.000
Weekend : 140.000
Pendamping Free (1 Orang) 

Biaya Masuk Kidzoona (1 Jam) :

Member
Weekday : 40.000
Weekend : 65.000
Non Member 

Weekday : 50.000
Weekend : 80.000

Biaya Masuk Kidzoona (1 Hari) :
Member
Weekday : 60.000
Weekend : 110.000
Non Member 

Weekday : 80.000
Weekend : 130.000

BIaya Masuk Playtime (2 Jam) : 

Weekday : 80.000
Weekend : 100.000

Untuk lahan jakarta dan sekitarnya yang sudah sempit, playground jadi pilihan yang asik untuk quality time antara anak dan orang tua nya. Disaat anak di playground bisa menjadi sarana me time juga buat mamanya, anaknya main sama papanya (alesannya sih bonding :P) mamanya kelilingan mall, saya sih receh, gitu aja udah seneng.

Cuma ngga enaknya di daerah aeon supermarketnya penuh banget, ngga nyaman bawa anak. Jadi kalau saya menyiasatinya, saya jajan2 dibawah, makannya di tenant lain, soalnya suami saya kurang suka juga sih sama pilihan makanannya. Jadi makannya di resto tujuan suami saya πŸ˜‚
Untuk kamar mandinya pun, ada kamar mandi keluarga. Jadi ada tempat untuk mendudukan anaknya (biar ngga kabur) apabila ibu/bapaknya ingin pisorpup.
Mallnya instagramable banget kalau malam, ada lampu warna warni di outdoornya, cantik deh. 



Sakura Illumination Park
Sakura Illumination Park

Lalu ada air mancur tempat basah-basahan, mereka namainnya water fountain, lampurnya on off dan warna warni, lalu air mancurnya on off juga, lucu sih, kalau masih dibawah umur saya pasti ikutan.
Water Fountain
Water Fountain


Lokasi : Outdoor Event Plaza
Jadwal water fountain :
Monday - Friday
5 PM - 9 PM (Every Hour)
Saturday - Sunday
12 PM - 5 PM (Every Hour)
5 PM - 9 PM (Every 30 Minutes)  
Lokasi via google maps : Aeon Mall BSD

3. Pacific Place
Disini juga surga banget untuk playground anak-anak, ada Buumi Playscape, KidZania, dan Land of ZooMoov.
Lalu karena ini mall kelas atas, jadi enak sih mallnya sepi. Nursing Roomnya juga enak, bersih gede. Cuma minusnya kalau mau makan yang harganya agak merakyat sedikit pilihannya.
Playground yang ada di PP ekslusif sih, kenapa? Karena baru ada di mall itu aja.
Seperti Kidzania, hadir di PP sejak tahun 2007. 
Kidzania seperti dreaming come true anak-anak deh. Kan mereka suka menghayal tuh mau jadi ini mau jadi itu, nah di Kidzania bisa teralisasikan lah angan-angan mereka.

Biaya Masuk Kidzania Weekday
Batita (2 - 3 Tahun) : 50.000
Anak (4 - 16 Tahun) : 200.000
Dewasa (17 - 64 Tahun) : 150.000

Biaya Masuk Kidzania Weekend 
Batita (2 - 3 Tahun) : 100.000
Anak (4 - 16 Tahun) : 250.000
Dewasa (17 - 64 Tahun) : 200.000

Untuk Pricelist Biaya Masuk Buumi Playscape sudah pernah saya share juga disini Bermain di Buumi Playscape

Biaya Masuk Land of ZooMoov Weekday
1 Jam : 80.000
Full Day : 120.000  

Biaya Masuk Land of ZooMoov Weekend
1 Jam : 120.000
4 Jam : 160.000  

Minusnya di Pacific Place kalau mau ajak anak weekday, perlu memikirkan mobil yang dipakai ganjil atau genap.
Lokasi Pacific Place : Pacific Place
 
4. Pondok Indah Mall
Sebenarnya untuk nomor 4 agak mikir sih, mall mana lagi ya. Karena kurang greget kalau menurut saya. Baiklah terakhir akan saya berikan ke Pondok Indah Mall. Kayaknya ini mall sejuta umat sejak dulu kala, mallnya nyaman, bersih, nursery roomnya juga banyak dan gede. Bahkan mereka mengusungnya bukan nursery room tapi family room, jadi kalau pergi bertiga aja dengan ayah, ayah nya bisa ikutan bantu menggantikan popok si dedek, kalau mau menyusui tiggal masuk bilik lain yang tertutup, di family roomnya pun disediakan dispenser, sehingga kalau ada yg perlu membuat susu tinggal datangi saja family roomnya.
Kalau dua mall diatasnya banyak playgroundnya, si PIM ngga ada. Cuma yang bikin anak-anak betah itu disana ada toys kingdom gede dan banyak mainan yang bisa dimainkan secara cuma-cuma. Yang mau main hotwheels bisa, main lego bisa, main super block bisa, lalu ada panggung mini juga suka ada pertunjukkan di jam-jam tertentu. Kenzie kalau udah disana ngga mau pulang πŸ˜“
Yang enaknya di pim itu pilihan makanannya banyak banget harganya pun masih bersahabat. 
Lokasi PIM : Pondok Indah Mall



Senin, 18 Februari 2019

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Kalau kalian yang baca dengan judul ini, apa yang kalian pikirkan? Ditambah lagi ada sponsorship dari salah satu lembaga sekolah ternama. Kalau saya, yang terpikirkan pertama kali dengan judul ini adalah lembaga sekolah itu akan jualan dan akan menyarankan untuk para mommies audience agar menyekolahkan anaknya sedari dini. Skeptis banget ya saya, walau suudzon saya tetap daftar dong talk show ini, karena saya ingin tau dari sudut pandang yang berbeda, karena kalau sudut pandang saya, pendidikan anak terbaik itu ya dari rumah, agar dia tau dulu benar dan salah baru deh dilempar keluar A.K.A sekolah. Pada saat datang talk show dan mendengarkan para pembicara, saya merasa sangat bersalah, isinya bagus banget dan jauh dari apa yang saya bayangkan, ternyata yang dimaksud Pendidikan Anak Usia Dini itu bukan seperti mindset saya yaitu sekolah, tapi pendidikan yang diajarkan di rumah sedari dini, bahasa kerennya yaitu stimulasi. Pelajaran banget deh, ngga boleh suudzon. Memang ya, kalau mau datang mencari ilmu harus "null" dan mengosongkan prasangka-prasangka. Karena isinya super bagus menurut saya dan yang hadir cuma sedikit, rasanya sayang gitu ada ilmu tapi tidak banyak yang tau, sehingga saya ingin merangkum di blog saya agar banyak yang baca dan tau, terus kalau suatu saat saya lupa juga saya bisa membacanya kembali.

Ada 3 wanita hebat selaku pembicara di talk show yang diadakan di daerah dharmawangsa ini, yaitu dr.Anjar Setiani, SpA selaku Dokter Spesialis Anak, beliau praktek di KMC, Ratih Larasati M. Psi selaku Psikolog dan Antarina SF Amir selaku Pendiri HighScope Indonesia.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Sesi pertama dibawakan oleh dr. Anjar, beliau menyampaikan bahwa golden age anak sampai umur 5 tahun dan 80% perkembangan otak anak berada di 1000 hari pertama kehidupan, 270 hari (9 bulan dalam kandungan) + 730 hari (usia 2 tahun). Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan asupan yang baik dan stimulasi. Stimulasi itu sangat penting, agar sinaps (sambungan antar sel otak) maksimal. Sinaps ini juga ada kaitannya dengan daya ingat. Contohnya seperti kita belajar sepeda, Latihan berkali-kali akan mendorong sinyal ke otak yang mengatur kemampuan motorik. Semakin kuat hubungan antar sinaps maka tubuh kita akan semakin ingat dan lihai dalam mengayuh sepeda.

Untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, si anak butuh 3 hal dasar :


  • ASAH (Stimulasi)
  • ASIH (Kasih Sayang)
  • ASUH (Sandang Pangan Papan)

Anak itu sudah bisa distimulasi sedari New Born, bahkan dengan proses ini kelima panca inderanya bekerja, gimana caranya? Direct Breastfeeding dan dengan proses ini sinaps-sinaps akan terbentuk dengan baik. Kok bisa menyusui menstimulasi 5 panca inderanya?


  1. Indera Penglihatan. Saat menyusu si bayi akan menatap ibu nya. Akan ada eye contact antara ibu dan anak. Duh maaf ya Ken, pas Kenzie baru lahir mama keseringan buka IG sambil nyusuin 😭, penyesalan memang selalu belakangan, kalau di depan kan pendaftaran. Jadi ibu-ibu yang lain kalau bisa minimalisir deh menyusu sambil di sambi-sambi nya, kalau butuh hiburan boleh lah ya sesekali tapi kalau bisa jangan sih, kelak akan ada rasa penyesalan karena kan kita ngga bisa mengembalikan umur anak.
  2. Indera Peraba. Saat menyusu si bayi akan sering menyentuh ibu nya, makanya tidak disarankan si anak diberikan sarung tangan saat menyusu.
  3. Indera Pengecapan. Disini lah si bayi pertama kali belajar mengenal rasa. 
  4. Indera Pendengaran. Saat menyusu ajak bicara si anak.
  5. Indera Penciuman. Dia akan tau aroma ibunya, makanya dulu si Kenzie akan tau kalau mamanya ngabur, pasti dia langsung nangis. 
So, mama mama baru jangan lupa ya menyusui anaknya. Selain ASI itu kandungannya luar biasa mujarab, ternyata proses saat menyusuinya pun masya Allah 😭 Kalau ada buibu yang lagi kurang semangat, coba baca ini https://www.raniprovit.com/2018/10/mengasihi-dengan-keras-kepala.html semoga bisa memberikan semangat lagi, karena proses mengASIhi yang saya jalani pun tidak semulus muka unie-unie korea.

Stimulasi memang sangat penting untuk anak, tapi orang tua pun harus memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan si anak, jangan sampai anak merasa over stimulation, karena dampaknya juga tidak baik, mungkin saat kecil anak akan nerima tapi dengan bertambahnya usia dan kita terus pupuk hal yang dia tidak suka, lambat laun akan menjadi bom waktu bagi anak, saat besar si anak akan menolak, tidak suka bahkan hal terburuknya si anak bisa memberontak.
Tahapan Perkembangan Literasi Anak :
2 - 4 Tahun
  • Pengembangan bicara dan bahasa (sering dibacakan cerita)
  • Ketrampilan motorik halus dasar. Contoh : berikan anak pensil dan biarkan anak mencoret-coret. Jangan paksakan anak untuk menulis apa yang kita inginkan, biarkanlah dia berkreasi. 
  • Mengenal angka satu digit
  • Menghitung benda (tidak lebih dari lima)
4 - 5 Tahun
  • Pengenalan huruf dan angka
  • Permainan mencari jalan, menghubungkan titik untuk membentuk huruf dan angka
  • Mengenal angka 1-20
  • Menghitung benda (tidak lebih dari 20)
6 - 7 Tahun
  • Mahir membaca dan menulis
  • Memahami penjumlahan dan pengurangan
Menurut KEMENDIKBUD, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dibagi 3 bagian, yaitu
  1. Informal : Pendidikan Keluarga
  2. Non Formal : Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA)
  3. Formal : Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA)
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Flow PAUD

Yang perlu kita ingat, pendidikan informal - non formal - formal apabila diterapkan kepada anak harus selaras, agar hasil yang didapatkan optimal. 
Dan PAUD itu harus sesuai dengan sifat anak, yaitu senang, aktif, demokratis dan tidak terpaksa.

Sesi Kedua dibawakan oleh Ratih Larasati, tema yang diusung yaitu 
"Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini"
Saat sharing session kemarin, Mba Ratih menjelaskan Anak butuh stimulasi yang tepat agar bisa melaksanakan tugas perkembangannya dengan baik. Orang tua lah sebagai media fasilitator agar anak bisa memenuhi semua tahapan perkembangannya. Gambar dibawah ini adalah contoh tahapan kognitif pada anak.
Tahapan Kognitif anak 18 Bulan


Tahapan Kognitif anak 2 Tahun
Tahapan Kognitif anak 3 Tahun
Namanya juga fasilitator, tentu orang tua harus mendampingi dan menjelaskan ke anak, agar si anak tidak bingung. Seperti mendampingi saat membaca, yang diharapkan adalah kita mengeksplor apa yang ada di gambar tidak hanya membaca teks buku tersebut, dengan hal tersebut bisa melatih juga untuk kreatifitas si anak, karena menimbulkan rasa penasaran si anak. Sebenarnya, apapun kegiatannya asal didampingi akan baik. Bahkan nonton tv pun baik saat didampingi asal jangan berlebihan ya nontonnya, saat si anak menonton kita bisa menjelaskan berbagai macam hal, sayangnya banyak dari kita yang mengambil kesempatan saat anak menonton untuk beberes, me time, termasuk saya sendiri, saat Kenzie nonton itu biasanya saya dan papanya beberes atau kalau lagi berdua aja di rumah cuma tv jalan satu-satunya biar saya bisa mandi dan dia ngga ikutan masuk ke kamar mandi. Oh ya penting banget nih, yang mendampingi itu orang tua ya, jadi bukan hanya ibu tapi bapaknya pun wajib mendampingi. Harusnya suami saya ikutan sharing sessionnya nih kemarin, fuuu.
Sebagai orang tua, kita pun harus membangun trust  si anak, karena pelajaran semuanya di mulai ya dari rumah, apabila kita tidak mengajarkan trust di rumah, akan sulit nantinya dia trust dilingkungkannya. Contoh hal kecil dalam membangun trust si anak, misal saat ingin pergi ke kantor, perginya jangan ngumpet-ngumpet atau bilang iya mama pergi sebentar kok nanti juga pulang lagi. Hal ini akan menimbulkan asumsi dan trust yang dimiliki si anak akan rendah. Ungkapkan saja ke anak sesuai kondisinya, misal ibu nya kerja, ya bilang aja ibu kerja, kamu main di rumah dulu sama nenek selama ibu kerja, nanti malam saat ibu pulang kita main bersama kembali. Kalau dibiasakan seperti ini sejak awal, dia akan mengerti kok, saya sudah menerapkan hal seperti ini ke Kenzie sejak awal saya mulai masuk kerja, sehingga sekarang kalau pergi ya ngga perlu ngumpet-ngumpet, bahkan dia yang nganterin saya sampai naik ojek online, lalu dia akan dadah-dadah. 
Bahasan terakhir yang dibawakan oleh Mba Ratih, Jangan lupa ibu harus bahagia, karena sudah ada risetnya, apabila ibu nya bahagia keluarganya juga akan bahagia, karena Ibu adalah matahari dalam keluarga. Jadi sebagai Ibu, kita harus tau apa hal-hal yang bikin kita bad mood, marah. Kalau sudah dititik itu, istirahat lah, carilah apa yang kalian sukai, lalu kembali lagi ke keluarga dengan rasa bahagia. Asik besok minta jajanin apa ya ke suami, kan biar bahagia 😝
Kembali ke judul awal Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini? Jawabannya tergantung keluarga masing-masing, karena semua keluarga berbeda, orang tua lah yang perlu menilai kesiapaan anaknya. Misal orang tua nya di rumah bisa menstimulasi anaknya di rumah dengan maksimal berarti anaknya belum perlu untuk bersekolah, akan tetapi jika orang tua nya terlalu sibuk dan khawatir yang mengasuh di rumah tidak mampu untuk menstimulasi dengan maksimal, ya lebih baik di sekolahkan. 
Ratih Larasati
ki - ka : MC, dr. Anjar, Mba Ratih


Sesi terakhir dibawakan oleh Ibu Antarina SF Amir, sungguh materi yang dibawakan bagus sekali, sayang mulai acaranya telat sehingga Ibu Antarina membawakannya agak terburu-buru karena pihak panitia terus memperingatkan mengenai durasi.
Materi yang dibawakan oleh Mba Ratih dan Ibu Antarina berkaitan, tapi Ibu Antarina lebih menjelaskan mengenai cara mendorong (push learning approach) anak agar sesuai dengan ketertarikannya.
Pull Approach vs Push Approach

Seperti contoh, ada anak bernama nora, untuk memotong kertas dia tidak bisa menggunakan gunting, dia bisanya menyobek kertas tersebut dengan tangan. Sebagai orang dewasa yang kita lakukan biasanya memaksa si anak untuk menggunakan gunting (Vertical Approach), ternyata bukan itu cara terbaik. Biarkanlah si anak tetap menyobek-nyobek kertasnya sesuai yang dia bisa (Horizontal Approach) dan kita mencontohkan di sebelahnya menggunakan gunting, lambat laun dia akan tertarik dengan apa yang kita lakukan, tapi dia melakukannya dengan happy tidak dengan paksaan. Hal ini sangat berpengaruh akan kepercayaan diri, motivasi, love of learning, dan enjoyable si anak. Menurut saya 4 hal tersebut penting, karena inilah kunci dasar yang dibawa sang anak sampai dia besar kelak. 
Sekarang itu lagi banyak yang namanya mompetition, apalagi liat insta story si anu si itu kok anaknya udah bisa A, B, C, D, lalu tanpa kita sadari, kita akan menarik (pull learning approach) anak untuk melakukan agar bisa seperti teman-temannya. Padahal hal yang seperti ini bahaya loh, kenapa? Saat kita menarik tapi si anak tidak siap, dia akan kehilangan yang namanya self confident dan the love of learning, hal basic tapi crucial yang akan mempengaruhi gimana si anak bersikap saat dewasa kelak
"They Do When They Ready" 
They Talk When They Ready
They Walk When They Ready
They Read When They Ready
Lalu bagaimana caranya biar si anak siap, berilah stimulasi dan lihat ketertarikan si anak.
Penting bagi orang tua atau pun guru untuk mengembangkan apa yang disukai oleh si anak, apabila lingkungannya hanya memberikan pressure, maka si anak akan "gila" dan tidak ada semangat untuk belajar.

Tentunya kita (saya sih) ingin memiliki anak yang bisa mengambil keputusan, berani berbicara, kreatif dan enjoy dengan apa yang dijalaninnya, kunci dari hal tersebut adalah, berikan experience ke anak sebanyak mungkin, lihat ketertarikan anak, beri semangat dan dorong si anak berdasarkan apa yang dia inginkan dan jangan lupa harus ada keselarasan antara orang tua, sekolah, dan yang mengasuh anak (apabila orang tua si anak keduanya bekerja)
Antarina SF Amir
ki - ka : MC, Mba Ratih, Ibu Antarina

Ngga lupa dong ya, foto saya juga mesti mejeng

* Semoga sharing saya bermanfaat 😊 *

Kamis, 14 Februari 2019

Hydrating Toner

Sebenarnya saya sudah pernah mereview hydrating toner yang saya gunakan di IG saya, mampir ya guys, https://www.instagram.com/raniprovit/  di follow, di like, di komen boleh banget loh. Tetapi kurang lengkap aja gitu rasanya, akan saya perpanjang ya disini.

Inilah daftar hydrating toner yang pernah saya pakai



Hydrating Toner
Ki - Ka : Hadalabo, Klairs, Naruko
Jenis Kulit : Normal to dry
Masalah Kulit : Blackhead, Kusam, dehidrasi (kadang)

Saya sangat suka tekstur hydrating toner yang kental, saya merasa lebih melembabkan aja gitu. Apalagi dengan jenis kulit saya yang normal to dry plus lebih dari 8 jam sehari saya berada di ruangan ber AC, untuk itu saya butuh bangetttttt hydrating toner yang melembabkan.

Dari ketiga produk ini, yang pertama saya pakai adalah naruko. Awal nyoba karena keracunan ig nya kak Kinans, bukan nyoba produk ini doang sih, yang membuat saya melek akan skincare ya karena kak kinan. Awal-awal saya ngga tau mulai darimana, jadilah saya beli apa yang kak kinan pakai, untungnya cocok. Bayangin deh kalau baru mulai udah ngga cocok, mungkin saya akan menyerah dan kulit saya akan muncul lagi tuh bintil-bintil hitam, iyuhhh deh. Oke cukup intronya, saya akan mulai mereview.

πŸ’“ Naruko Rose And Aqua-in Hydrating Lotion πŸ’“

Pros : 
  • Sangat Menghidrasi dengan baik.
  • Mudah ditemukan di drug store dan sudah ada official storenya di market place.
  • Botolnya lucu.
  • Wanginya enak, bunga mawar gitu loh, seger seger gimana gitu. Saya senang banget dengan wewangian skincare,bisa bikin rileks, sebagai me time juga lah untuk saya.

Cons :
  • Bagi yang alergi atau tidak suka wangi yang terlalu menyengat, akan terganggu dengan bau nya.
Oh ya, bagi yang beli di official storenya suka dikasih bonus sama mereka, dulu saya dikasih sheet mask. Padahal beli hydrating tonernya cuma yang kecil.
Harga Official Store di Shopee : IDR 227.700 (150 ml)
Negara Asal Produk : Taiwan



Naruko
Ingredients Naruko


πŸ’“ Klairs Supple Preparation Toner πŸ’“

Awal pakai ini sempet purging 3 hari, tapi setelahnya aman.
Pros :


  • Melembabkan.
  • Wanginya calming. Mereka juga ada varian unscented, jadi bagi yang alergi bisa pakai varian ini.
Cons :
  • Warna botolnya gelap banget, saya agak kesulitan saat mau cek toner saya tinggal berapa.
  • Belum ada di drug store. Tapi sudah banyak di market place ya, walau belum official store. Jadi harus pintar-pintar cari toko yang menjual barang yang asli. Ngeri kan kalau barangnya palsu.
Harga di shopee : IDR 240.000
Negara Asal Produk : Korea Selatan


Klairs
Ingredients Klairs


πŸ’“ Hada Labo Gokujyun PremiumπŸ’“
Pokoknya saya lagi terdemam-demam akan skincare, pas tau temen ada yang ke jepang langsung titip ini. Padahal niatnya kalau klairs udah habis mau beli naruko lagi. Saat pakai ini pun saya tidak breakout, karena saat saya mencoba produk hada labo gokujyun ultimate moisturizing lotion saya BO. Saat saya hentikan produknya, jerawat saya calming, saat saya pakai kembali BO lagi, berarti fix ngga cocok.
Pros :

  • Melembabkan 
Cons :
  • Sebagai pencinta wewangian, saya agak kecewa karena saya tidak menemukan wewangian disini.
Harga di Jepang : IDR 130.000
Negara Asal Produk : Jepang

Ingredients Hadalabo


Setelah mereview 3 hydrating toner diatas, buat saya juaranya adalahhhhh, jreng jreng jreng Naruko Rose And Aqua-in Hydrating Lotion, kenapa? Untuk saya dia paling melembabkan. Di saat kulit saya kering dan saya butuh layering, saya cukup layer 2 kali dan saya sudah merasa lembab, selain itu saya sukaaaaa banget wanginya di tambah botolnya yang lucu.
Lalu bagaimana dengan Klairs vs Hadalabo? Untuk saya klairs lebih melembabkan dan wanginya juga calming banget.
Tapi saat awal pemakaian hanya klairs yang bikin saya purging, 2 yang lain tidak.
Mungkin banyak juga yang bingung akan penamaan naruko dan hada labo, kok namanya lotion tapi dibilang hydrating toner, karena setiap negara punya penamaan sendiri. Untuk di jepang hydrating toner itu dinamakan lotion, kalau di taiwan saya kurang tau ya apakah hydrating toner disebut lotion semua oleh mereka yang jelas si naruko iya. Ketiga produk diatas bentuknya kayak air cuma kental, warnanya pun bening seperti air.
Untuk cara pemakaian, karena ketiga produk diatas memiliki tekstur yang kental, saya menggunakan tangan aja di tap-tap ke muka,  sayang kan kalau pakai kapas karena akan banyak yang nempel. Kalau hada labo sudah habis, balik ke naruko, klairs atau yang lain ya? Ada yang punya rekomendasi hydrating toner untuk saya coba berikutnya? Jika ada, tolong tuliskan di komen ya teman-teman.

Semoga review ini bermanfaat 😊

© raniprovit
Maira Gall