Kamis, 28 Maret 2019

Berkebun bersama Kenzie

Kegiatan berkebun merupakan hal yang menyenangkan bagi Saya dan Kenzie. Ngga berkebun yang gimana mana banget sih, paling kami menyiram tanaman dan mencabuti rumput-rumput liar di pekarangan mini kami. Tapi kegiatan ini selalu bisa membuat kami bahagia, ntah saya yang iseng menyemprotkan air ke Kenzie ataupun sebaliknya, ngga jarang juga kami bekerjasama menyemprotkan ke papanya dan membuat kami jadi tertawa bersama. Ah, dengan hal kecil gini aja kami sudah bisa tertawa.

Hari libur imlek kemarin, kami melakukan kembali kegiatan berkebun. Tidak terasa deh bayi ku sudah besar, sudah bisa diajak kerjasama, seperti kemarin dia sudah bisa membantu mencabut rumput. Mungkin bagi sebagian orang, mengajak anak kecil untuk membantu suatu hal yang ngga banget, masa mempekerjakan anak dibawah umur. Tenang-tenang, saya ibu kandung bukan ibu tiri, jadi saya sangat sayang dan cinta sama anak saya. Justru ini karena terlalu cinta dan sayang, bagi saya menyertakan Kenzie dalam kegiatan di rumah salah satu cara untuk mendidik agar dia mandiri dan saya ingin menanamkan konsep belonging ke Kenzie, harapannya kelak agar dia bertanggung jawab karena dia merasa memiliki.

Seperti menyiram, saat weekend sudah menjadi aktifitas rutin Kenzie, dia "diberi tugas" untuk menyiram rumput, lalu anaknya gimana? Luar biasa senang, bahkan sulit untuk memberhentikan dia dari menyiram, namanya anak-anak ya kan suka main air. Karena dia suka, maka saya mulai mengajarkan dari yang dia cintai, sehingga dia tidak berat untuk melakukannya. Tapi perlu diperhatikan juga kondisinya. Misal setelah hujan. ya ngga perlu rasanya dia menyiram tanaman.

Saya senang memberikan kebebasan pada anak saya untuk mengekspresikan keinginannya. Di sini saya bisa lihat apa-apa saja hal yang dia suka dan dia ngga suka. Tapi tetap ada batasannya ya. Berbeda dengan watu saya kecil dulu, anak kecil sangat dipandang sebelah mata, hahaha lebay ya. Ya abis mengerjakan ini ngga boleh itu ngga boleh, dengan alasan kotor, nambah berantakan, bikin repot, bahaya, dll. Sehingga merasa tidak dilibatkan, kita yang gede aja kalau tidak dilibatkan baper, rasanya seperti tidak dianggap kan? Begitu juga anak-anak, mereka pasti merasakan hal yang sama dengan kita, cuma dia belum pintar mengungkapkannya, sehingga di diri anak itu ada rasa kecewa dan rasa penasaran yang tak terjawab. Ayo kalau kita penasaran tapi dilarang-larang gimana coba? Pasti kesal kan dan kita akan melakukannya diam-diam, justru hal seperti ini lebih bahaya, karena si anak tidak didampingi dan tidak mendapatkan penjelasan yang benar. Bagi saya, saat dia membantu pasti hasilnya tidak akan selalu sesuai dengan yang kita harapkan. But it's okay, inilah proses yang sedang dia jalani dan saya selalu mengapresiasi Kenzie saat dia membantu, biasanya saya akan mengucapkan "terimakasih Kenzie sudah membantu mama" lalu saya akan peluk atau cium dia. Lalu ekspresi dia gimana saat saya utarakan hal tersebut? Dia akan angguk-angguk atau peluk balik saya sambil tersenyum. Bagus banget kan, bisa untuk bonding antara anak dan ibu, apalagi sebagai ibu bekerja, waktu saya bersama anak kan tidak sebanyak ibu yang full di rumah, jadi ya menyiasatinya sering-sering quality time bersama anak.

Tentunya saya mengajak Kenzie dengan cara yang menyenangkan dan tanpa paksaan. Biasanya saya menanyakan ke dia "Kenzie mau bantu mama nyabut rumput dan menyiram tanaman?" Biasanya dia akan mengangguk dan langsung mengambil kursi tahtanya lalu diletakkan di dekat dia ingin nyabut rumput atau terkadang saya nyabut rumput Kenzie akan dengan senang hati membuang rumput-rumputnya ke tempat sampah


 
Gemes sih saya liatnya, jari-jari mungil dia ngambil rumput yg sudah dicabut dan membuangnya, ya namanya juga tangan mungil tentu cakupan yang bisa diambil sedikit, jadi dia akan bolak balik ke mama dan tong sampah.



Ma, tangan Kenzie kotor nih
Selain melatih mandiri dan bertanggung jawab, bermain di kebun bermanfaat untuk mengasah motorik dan dapat menstimulasi anak lho.

Kok bisa mengasah motorik? Tentu BISA!

Saat dia mencabut rumput ada koordinasi antara tangan dan mata nya.

Saat dia membuang sampah ada koordinasi antara mata, tangan dan kaki nya.

Saat dia menyiram tanaman ada koordinasi antara tangan dan mata. 

Cek ini ya https://www.raniprovit.com/2019/01/susu-tambahan-untuk-kenzie.html tentang pentingnya stimulasi anak.

Kegiatan yang simple tetapi bisa memiliki banyak manfaat kan 😊

Setelah Kenzie membantu mama berkebun, biasanya dia terlihat lelah, makanya saya berikan #IndomilkUHTKidsFullCream, agar bisa mengembalikan energi dia yang telah terkuras karena #IndomilkUHTKidsFullCream tinggi kalsium. Kenzie itu ngga suka susu yang manis, karena itu saya mencari susu yang tidak mengandung gula dan tanpa tambahan garam, jadi dia cocok banget dengan rasa #IndomilkUHTKidsFullCream yang plain walau plain tapi enak. Poin plusnya PRAKTIS. Tinggal tusuk sedotan, anaknya udah anteng menikmati susunya


Minum susu IndomilkUHTKidsFullCream dulu agar energi ku kembali lagi

Ini dia yang Kenzie tunggu, nyiram tanaman!

Yuk! kita terus ajak anak kita supaya aktif karena jadi #AktifItuSehat


© raniprovit
Maira Gall