Senin, 29 Juli 2019

Pentingnya Vaksin Influenza

Sudah lama banget saya ingin membahas tentang vaksin, apalagi kalau membaca status atau ada yang sharing gerakan #antivaksin. Duh pingin marah rasanya kalau ada yang mengajak orang lain untuk ikut bagian #antivaksin, menurut saya alasan mereka tuh kayak ngada-ngada, dengan adanya komunitas antivaksin, penyakit yang sudah lama tidak ada kan jadi mewabah kembali, contohnya DIFTERI, muncul kembali karena daya tahan tubuh suatu penduduk menurun, sehingga virus mudah menyerang dan pencegahan utamanya dengan vaksin/imunisasi.

Egois sih ya kalau menurut saya, kalau keluarga komunitas #antivaksin ngga keluar rumah, atau hidup bertetangga dengan yang sepaham sih oke lah ya, jika sakit karena ulahnya sendirian ya terimalah, tapi kan ngga. Mereka hidup bersama dengan masyarakat yang multikultural, sekolah pun juga barengan, belum lagi kalau main ke playground. Orang tua yang sudah memprotect anaknya bisa kena imbasnya. Padahal #vaksin wajib itu gratis loh sodara-sodara dari pemerintah, mudah ditemui pula. Bisa ke posyandu atau ke puskemas.

Suka ada yang bilang kan, ah anak gue ngga vaksin tapi sehat-sehat aja tuh, bersyukur deh kalian, berarti lingkungan kalian bagus, lingkungan kalian lah yang menjaga agar virus tersebut tidak hadir disekitaran kalian, sehingga anak-anak kalian tidak terpapar virusnya.
Ada lagi nih yang JULID, yaelah anak lu aja udah vaksin masih sakit. Yang perlu kalian pahami, Vaksin tidak bisa melindungi 100%, akan tetapi imunnya sudah ada, sehingga kalau ada virus datang, tubuh anak akan lebih mudah melawannya, kalaupun terkena insyaAllah sakitnya tidak akan separah yang tidak di vaksin.

Seperti beberapa bulan lalu, si Ken di diagnosis pneunomia oleh dokter, saat dokter menyampaikan penyakitnya dia, saya berasa tersambar petir, nangis aja terus di IGD, anaknya mah malah ngeliatin saya, bingung kali ya kenapa saya nangis. Gimana ngga shock, saya memberikan vaksin PVC lengkap, tapi dia bisa terpapar, sedangkan anak-anak yang saya kenal tidak melakukan vaksin mereka sehat-sehat aja, padahal saya sudah tau ilmunya kalau vaksin tidak bisa melindungi 100% tetapi ada saja denial dalam diri kenapa begini kenapa begitu. Saat dokter anak yang biasa menangani Ken visit, pertanyaan pertama saya adalah "Dok, kenapa anak saya bisa terkena padahal saya sudah vaksin" dan jawaban dokternya apa ibu-ibu "Loh justru karena vaksin, makanya anak ibu hanya kena pneunomia ringan, kalau tidak vaksin kemungkinan akan lebih berat dari ini dan harus konsumsi obat sekian bulan" Dari sana saya baru tersadarkan, duh kenapa sih saya bisa nanya kayak gini ke dokter, padahal saya tau ilmunya, lagi-lagi mikir gitu.

Si Ken awal pneunomianya dari Flu yang tak kunjung sembuh. Bukan tak kunjung sembuh sih, tertular terus dari sekelilingnya, karena Flu itu kan cepet banget ya tertularnya dan dia paling kecil di rumah, antibodinya pun belum sebaik yang dewasa, sembuh sehari besoknya tertular kembali, gitu aja terus sampai 3 minggu. Disini salah saya juga sih, karena saya tidak memberikan vaksin flu, saya terlalu percaya dengan dokter anak yang menangani Kenzie. Saat ingin VAKSIN FLU, dokternya bilang tidak usah bu karena virus flu cepat bermutasi. Saya telan bulat-bulat aja gitu, kenapa ngga cari second opinion ya, padahal kalau saat itu saya mencari dokter lain, mungkin Ken ngga perlu dirawat, ngga perlu minum antibiotik dan saya ngga perlu liat dia jejeritan saat di infus, ah memang ya penyesalan selalu datang terlambat, kalau diawal kan namanya pendaftaran Ran. Please kelalaian saya ini dijadikan pelajaran, jangan sampai terjadi juga di anak kalian, huhu. Lebih baik mencegah daripada mengobati, mommies sayang.

Blogger Gathering Back To School #KenapaHarusVaksin
 
Sabtu lalu saya ikutan blogger gathering bersama dr. Atilla Dewanti, Sp. A dan #TUMBloggersMeetUp mengenai #KenapaHarusVaksin Influenza. Dari sana saya baru tau kalau flu itu dibagi 2, common cold dan influenza (ini yang biasa kita sebut flu). Kalau common cold lebih mudah sembuhnya, 1-3 hari biasanya sudah sembuh. Influenza lah yang perlu diperhatikan, karena bisa menyebabkan pneunomia.

Vaksin Influenza
#KenapaHarusVaksin

Menurut Jason Turowski, MD, seorang pulmonolog (ahli penyakit saluran pernapasan) di Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Everyday Health “Virus flu bisa menimbulkan peradangan dan kerusakan paru-paru”. Selain virus influenza, penyebab lain pneumonia adalah bakteri, jamur, atau parasit.
Hal remeh seperti influenza yang sering banget kita temui sehari-hari ternyata beresiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang ketahanan tubuhnya masih rendah.

Apalagi kalau anaknya yang sering bepergian atau di daycare atau sudah bersekolah, kan sering banget ya terpapar dengan dunia luar, bisa dengan mudah deh tuh terkontaminasi virus flu, apalagi anak-anak ya, kalau ngga diperhatiin, ingus main di lap aja pake tangan, nanti tangannya megang ntah apa, lalu anak lain menyentuh barang anak yang flu, terus megang-megang mulut, mata maupun hidung, kondisi tubuhnya tidak fit pula, udah itu mah langsung deh terpapar.
Ada hal yang cukup mengangetkan saya, ternyata orang yang terkontaminasi virus influenza dapat menularkan virus kepada orang lain dalam waktu 1 hari menjelang terkena flu, sampai dengan 5-7 hari setelahnya dan virus flu bisa bertahan sampai 48 jam (2 hari).
Sebagai orang tua, kita pun harus aware dengan tanda-tanda anak yang terkena flu :
  1. Demam mencapai suhu 39,40 Celcius sampai 40,50 Celcius.
  2. Nyeri di badan.
  3. Sakit Kepala.
  4. Sakit Tenggorokan.
  5. Batuk yang semakin parah.
  6. Terlihat kelelahan.
  7. Pilek dan hidung mampe.
Setelah belajar dari banyak literatur, saya memutuskan untuk menjadi ibu yang RUM (Rational Using Medicine) Sehingga kalau Ken flu, saya tidak memberikan obat atau antibiotik. Beberapa hal yang saya lakukan kalau Ken sudah terpapar flu,
  1. Sering menawarkan minum air mineral.
  2. Main di halaman rumah di range jam 7-8 pagi (agar terpapar sinar matahari).
  3. Dimandikan air hangat (agar anak lebih nyaman).
  4. Tidak main keluar rumah, agar tubuhnya lebih banyak beristirahat dan tidak menularkan ke anak lain di sekitar rumah.
  5. Langsung membuang tisu bekas ingus ke tempat sampah, agar tidak menularkan orang lain di rumah.
Sudah tau tanda-tanda flu, lalu cara mengobati, ada hal yang sering terlupakan oleh banyak orang, yaitu mencegah agar anak terlindugi dari virus influenza, #LawanFlu #LawanFluDiSekolah dengan,
  1. Vaksinasi/Imunisasi Flu. #4BetterProtection Vaksin Flu direkomendasikan untuk yang telah berusia 6 bulan ke atas. Jangan lupa lakukan pengulangan vaksin flu setiap tahunnya.
  2. Menjaga kebersihan lingkungan. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Apabila kepepet dan tidak ada sabun dan air mengalir, gunakanlah antiseptik yang mengandung alkohol agar virus dan bakteri hempas.
Bisa cek juga di milissehat mengenai vaksin flu ini Vaksin Influenza

Dengan terbatasnya peserta yang bisa ikutan gathering blogger mengenai vaksin flu ini, saya merasa berkewajiban membagi ilmu yang saya tau, agar banyak ibu-ibu di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan untuk ikutan, bisa tau juga ilmunya.
Jadi, kapan kalian dan keluarga akan vaksin flu?
Vaksin Flu
#KenapaHarusVaksin

Tips Belanja Bulanan Hemat ala Mama Ken


Kebutuhan bahan pangan merupakan kebutuhan primer setiap keluarga, begitupun dengan keluarga kami. Setiap sebulan sekali pasti kami berbelanja bulanan untuk persediaan selama sebulan ke depan. Saya baru akan tenang setelah menstok kebutuhan keluarga untuk sebulan, sepenglihatan saya dengan cara ini lebih hemat dan terpenting amaaannn karena uangnya ngga bakal terpakai buat saya online shopping. Duh kalau belinya nyicil-nyicil terus liat uang di rekening masih banyak sungguh godaan duniawi sis. Lagi nganggur terus scrolling timeline IG, eh liat si ini ngeluarin hijab voal koleksi terbaru beli, liat si anu ngeluarin blouse terbaru juga beli, bisa diamuk pak bos nanti kalau stok kebutuhan primer belum dipenuhi tapi uangnya udah habis ๐Ÿ˜
Sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus menjabat menteri keuangan di keluarga Chairul, saya harus pintar-pintar mengatur keuangan keluarga, agar mama senang papa tenang. Untuk itu saya punya tips tersendiri agar belanja kebutuhan pokok lebih hemat :
  1. Belanja bulanan. Ini penting, karena kalau terlalu sering ke supermarket atau minimarket ada aja hal-hal yang ingin dibeli. Apalagi saya hobi banget jajan. Yang rencananya hanya ingin beli roti tawar, bisa beranak jadi beli snack dan yoghurt juga.
  2. Buat daftar belanja. Kalau tidak dicatat biasanya ada saja yang ingin dibeli, padahal tidak terlalu butuh atau lapar mata.
  3. Belanja di tanggal setelah gajian, yang saya perhatikan di range tanggal 25-5 setiap bulannya, karena di tanggal ini biasanya diskon melimpah.
  4. Belanja di hari jumat / sabtu / minggu. Ini 3 hari yang selalu ditunggu ibu-ibu, lagi lagi karena diskonnya melimpah.
  5. Selalu bandingkan sebelum membeli. Untuk beberapa produk saya memang ada yang brand oriented, tapi lebih banyak yang tidak. Sehingga saya selalu cek dulu, lebih murah brand A atau brand B ya, karena setiap bulannya produk yang di promosikan selalu berbeda, sebagai mama JULID (Juara Pelid), BAPER (Banyak Perhitungan), dan SADIS (Suka Diskon) mesti pintar-pintar memilih.
Tapiiii nih tapiiii, tanggal 24 Juli kemarin kan saya menghadiri temu pelanggan dan blogger gathering di Giant CBD Bintaro, kok rasanya tips belanja ala saya ada yang tidak bisa digunakan ya, karena Mereka meluncurkan kembali yang namanya HARGA TEMAN.


Apaan sih yang dimaksud HARGA TEMAN? HARGA TEMAN adalah HARGA TERMURAH yang berlaku setiap hari selama 3 bulan, ada 800 produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN dan yang terpenting produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN harganya tidak mungkin naik, dia akan stabil selama 3 bulan kedepan, sesuatu kan buibu. Jadi kalau cabe dipasaran harganya naik, di Giant bakalan segitu-gitu aja dong harganya. Beneran tuh ran ngga perlu nunggu tanggal gajian atau jumat/sabtu/minggu? Beneran banget. Udah gitu, kalau produk yang masuk ke dalam HARGA TEMAN ini sedang di promokan Giant juga di JSM (Jumat Sabtu Minggu) makin terjun bebas dong harganya, duh paham banget deh Giant akan kebutuhan Mama JULID, BAPER, dan SADIS kayak saya.

Apa saja sih produk yang ditawarkan di HARGA TEMAN? Saya bocorin deh, tapi ngga semua produk ya, secara ada 800 produk kan, lumayan juga kalau di tulis semua ๐Ÿ˜…
  • Produk Seafood, hemat hingga 16%
  • Produk Sayuran, hemat hingga 33%
  • Produk Bumbu Masakan, hemat hingga 15%
  • Produk Makanan, hemat hingga 20%
  • Produk Minuman, hemat hingga 25%
  • Produk Pembersih Rumah, hemat hingga 30%
  • Produk Sambal/Saus, hemat hingga 13%
  • Produk Susu UHT, hemat hingga 13%
  • Produk Laundry, hemat hingga 25%
  • Produk Kecantikan, hemat hingga 16%
Selain Promo HARGA TEMAN, Giant juga menawarkan promosi lain yang tidak kalah menggiurkannya, seperti
- Fresh Iconic
Produk Favorit masyarakat Indonesia dijual dengan harga sangat murah seperti Udang Vanamae, hemat hingga 16%, dari Rp 94.500 menjadi Rp 79.900. Cucok meong kan bokkk, di pasar tradisional aja harga udah ngga segitu.
- 5 SIP
5 Produk buah dan sayuran terpilih Segar, Istimewa, dan diPromosikan akan ditawarkan dengan harga murah dan kualitas yang pasti sip. Seperti Anggur Red Globe Cina, Mangga Harus Manis, Brokoli, Jagung Manis Kupas dan Jeruk Mini Afourer.
- Beli Produk Gratis Produk
Beli 2 produk gratis 1 produk, beli 3 produk gratis 1 produk. Siapa juga ibu-ibu yang ngga suka gratisan begini.

Dengan harga yang super murah, kembalian belanja kebutuhan rumah tangga di Giant bisa dipakai deh untuk membeli hijab voal si anu, lagi open PO nih sis ๐Ÿ˜œ. Terima Kasih Giant sudah mengerti suara hati pelanggannya, terutama kami para Ibu.

Kamis, 25 Juli 2019

Beauty Bullying

Kemarin saya menghadiri suatu event, sebelum pulang saya "me time" dulu sambil makan yoghurt, iseng lah saya liatin IGS teman-teman dunia maya. Sampai saya menemukan ada salah satu teman yang share IG Feed nya Maudy Ayunda mengenai Beauty Bullying. Duh hal ini menarik banget untuk di bahas, karena saya sempat ada di posisi tidak percaya diri karena beauty bullying.
Agak aneh sih ya, kenapa banyak orang menstandarkan kecantikan, seperti kalau perempuan warna kulitnya ngga putih ngga cantik, kalau hidungnya ngga mancung ngga keren, dll sebagainya. Ya gimana, kayak Maudy Ayunda yang udah cantik pinter gitu aja masih ada yang bully, gimana eke remahan rengginang.

Flashback ke Rani yang dulu. Lupa tepatnya kapan, sepertinya saat SMA deh saya ikutan standar itu. Wajar lah ya karena diumur segitu sudah mulai ada ketertarikan yang berbeda terhadap lawan jenis. Namanya masih diumur labil, pinginnya kan dapet pacar yang ganteng. Btw ternyata ngga perempuan aja ya yang ada standarnya di mata laki-laki, laki-laki pun ada standarnya sendiri di mata perempuan. Dikala itu, sepertinya warna kulit putih menjadi idaman banget, sedangkan warna kulit saya Tan. Ditambah lagi saya beradik kakak, saya sendiri yang kulitnya gelap. Kedua adik saya warna kulitnya seperti papa, sedangkan saya seperti mama. Tentunya ada sedikit minder, apalagi ada tetangga yang dulu nyinyir banget, suka bilang gini "ih kamu kok beda sendiri sih, si Adia mirip sama Lulu, jangan-jangan kamu anak nemu"
Walaupun saat itu saya sudah SMA dan sudah bisa berfikir lebih dewasa, tapi tetep aja kesel. Setiap ketemu dong, itu terus yang dibicarakan, dulu mah jawaban saya senyum doang. Aneh sih, padahal dia juga seorang ibu, ngga mikir kali ya gimana kalau anak itu diperlakukan yang sama oleh orang lain. Jadi pelajaran nih untuk saya dan siapapun yang baca, dilarang banget membandingkan karena kalian tidak tau hal apa dipikirkan oleh korban bullying kalian, walaupun yang dibandingkan saudaranya sendiri, jangan pernah ya.

Skin Colour Shaming


Dengan momok putih = cantik, perbedaan warna kulit saya dan adik-adik, ditambah lagi banyak teman-teman saya yang datang ke klinik kecantikan untuk membuat warna kulit mereka menjadi putih, tambah lah membuat saya minder. Kok ngga ikutan ke klinik kencatikan Ran? Jawabannya simple, kagak punya duit hahahaha. Kehidupan keluarga kami pas-pasan, jadi ngga bisa aneh-aneh.
SMA berlalu, sampailah saya memasuki masa kuliah. Masih membawa diri si Rani yang minder, tidak PD. Tingkat PD saya ditahap mudah cemas dan selalu membandingkan dengan orang lain. Mungkin dari luar saya keliatan PD, padahal mah sebenernya ngga. Terus dulu suka berandai-andai, kalau udah punya penghasilan sendiri, mau ke klinik kayak temen-temen ku juga ah biar putih. Sampai lah saya kenal dengan salah satu teman, yang bisa dibilang, dia salah satu yang membuat kepercayaan diri saya kembali. Teman saya ini laki-laki ya dan di kala itu dia termasuk good looking lah, jadi saya dengerin omongannya hahaha.
Dia bilang gini, "Kenapa sih kamu ngga PD, kamu cantik kok. Justru kalau kamu putihin kulit mu jadi aneh" Sejak saat itu aku mulai PD, terus jadi sering ngaca sambil bilang dalam hati "ah iya, gue cakep kok, ngapain ya gue pingin putih ๐Ÿ˜†"

Mulai pudar deh niatan ingin memutihkan kulit, ditambah lagi setelah ketemu teman-teman SMA yang dulunya perawatan, kok urat-urat di pipinya muncul, saya ngga mau seperti itu, sejak saat itu aku mengubur keinginan untuk putih, saya cuma ingin perawatan muka yang membuat bersih dan awet muda (ini mah idaman semua perempuan).
Ketika sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri, saya mulai perawatan ke klinik, tapi saya selalu bilang ke dokternya, saya tidak ingin putih ya dok, saya hanya ingin kulit saya sehat dan bersih. Jadilah saya selalu diberikan krim yang tidak memutihkan. Sampai akhirnya saya berhenti perawatan di klinik dan memulai ke produk drug store. Ini tahapan perawatan yang saya pakai saat ini Skincare Routine. Saat event kemarin, saya bertemu salah satu teman blogger dan dia cerita baca blog saya mengenai skincare, katanya dia senang liat kulit saya, kenyal dan apa adanya sesuai warna kulit, ngga di buat-buat seperti perempuan-perempuan sekarang yang kiblatnya ke perempuan di negeri gingseng. Duh mba Kantie, you made my day ๐Ÿ˜˜
Terimakasih juga ya teman lama saya, yang membuat saya percaya diri.

Balik ke kasus Beauty Bullying, Body Shaming, Beauty Shaming ataupun Makeup Shaming.
Kenapa sih kita mesti melabelkan sesuatu, yang efeknya bisa ngga baik untuk yang lain.
Ini loh efek BURUK dari bullying :
  1. Mengalami gangguan tidur.
  2. Mengalami gangguan mental. Seperti depresi, rendah diri, tidak percaya diri, cemas, ingin menyakiti diri sendiri, bahkan ingin bunuh diri.
  3. Menjadi pengguna obat-obatan terlarang.
  4. Prestasi akademik menurun.
  5. Ikut melakukan kekerasan (menjadi pelaku bullying) atau melakukan balas dendam.
Untuk menghindari korban maupun pelaku bullying, harus diajarkan sejak kecil, untuk itu sebagai orang tua wajib mengajarkan, dengan cara :
  1. Tanamkan nilai moral sejak dini.
  2. Bangun komunikasi yang baik dengan anak.
  3. Ajak anak berfikir untuk menilai dan membedakan perilaku yang baik dan tidak baik.
  4. Berani melaporkan kepada orang tua, guru ataupun pihak yang bertanggung jawab apabila menjadi korban bullying.
  5. Mencontohkan hal yang baik terhadap anak. Sebab, anak itu adalah cerminan dari orang tuanya.
Terakhir saya ingin membagi quotes dari kakak saya, Miley Cyrus :
Beauty is the enemy. We try to conquer not feeling beautiful all our lives. It's a battle that can't be  won. There's no definition of beauty. The only way to achieve beauty is to feel it from inside without breaking down into individual physical attributes

Sumber
https://www.alodokter.com/efek-bully-dan-cara-mengatasinya

Selasa, 23 Juli 2019

Kamu Pilih KB Apa?

Mendapatkan kepercayaan diberikan keturunan dari-Nya merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira. Cumaaa, disaat belum siap untuk memiliki anak kembali, apa yang dilakukan? Kalau aku sihhhh ..... (baca ya sampai habis curhatan Mama Ken)

Flashback kira-kira setahunan lalu,
Setelah melahirkan Ken, saya sempat baby blues. Ken bayi mau nya di gendong terus, di taruh nangis, gitu aja terus, mana saya ngga ada ART, jadi kalau siang ya berduaan aja sama dia. Jadi saya susah untuk melakukan sesuatu, ke toilet aja ditangisin (Ngefans sama mama ngga gitu-gitu amat sih Ken). Perubahan siklus seperti ini yang membuat saya stress, ya kan selama ini saya melakukan sesuatu bebas, ngga ada "fans" yang ngintilin, hal seperti ini yang memicu baby blues saya, ditambah lagi asi saya minimalis, mesti kejar-kejaran stock asi saat saya mulai kerja nanti, jadi tiap tengah malam power pumping demi memancing supply lebih banyak.
Baca ya kisah perjalanan saya MengASIhi dengan keras kepala
Udah cuma berduaan aja, saya katro pula, tau nya gendongan ya cuma jarik dan sling, masalahnyaaaa saya ngga bisa menggunakannya, jadilah gendong si Ken tanpa bantuan gendongan, jadi hanya mengandalkan otot tangan, susah kan jadinya nyambi melakukan kerjaan lain.
Dari kisah diatas, saya langsung berfikiran untuk tidak menambah anak dalam waktu dekat sehingga saya harus KB!!!
Niat awalnya sih selesai nifas mau pasang IUD, tapi nyali masih kecil karena jahitan caesar masih berasa banget cenat cenutnya. Niat berikutnya, yaudah nanti aja pasang saat mens berikutnya. Eeeeedodoe, saya baru haid lagi saat Ken umur 8 bulan. Jangan ditanya gimana deg-degannya tiap bulan, takut adeknya Ken muncul. Saya sampai sering testpack, alhamdulillah ngga garis dua, tapi tetep aja kan saya parno. Mungkin ada yang berfikiran, kenapa ngga pasang IUD langsung tanpa nunggu haid? Karena dari beberapa sumber yang saya tanyakan, mereka menyarankan saat haid, soalnya kalau ngga saat haid dipasangnya sakit, deuh masih terbayang deh gimana ngga nyamannya saat di cek pembukaan lahiran, jadi saya lemah kalau harus sakit-sakitan lagi. Jadilah saya harap-harap cemas, agar segera haid.
Di bulan ke 8 saya haid, tapi ngga langsung pasang dong hahaha, ada aja ya alesan. Sampai di bulan 8 itu, saya dan suami pakai KB alami cabut singkong (kalau kalian ngga paham, pasti belum nikah deh ๐Ÿ˜) Selama 8 bulan itu saya merasa aman memakai KB alami tersebut, jadi saya mikir udah lah lanjutin ini aja. Saya ngga perlu kenalan dengan cocor bebek, terus ngga perlu biaya KB sekian juta pula, KB alami ini terus berlanjut sampai si Ken umur setahun.
Lalu muncullah omongan tentang KB di sebuah komunitas ibu-ibu, ada salah satu yang cerita anak keduanya ini hasil dari kegagalan cabut singkong ๐Ÿ˜‚ ditambah lagi banyak di sekeliling saya yang sedang hamil, kan katanya hamil itu menular, duh saat itu saya ngga mau tertular hahaha.
Akhirnya setelah hal tersebut saya memberanikan diri untuk IUD.
Kenapa saya berani-beraniin? Alasan simple tapi masuk akal yang selalu muter-muter di kepala saya :
  1. Kalau saya hamil lagi, lebih sakit caesar pastinya daripada pasang IUD.
  2. Lebih mahal biaya gedein anak dibanding biaya bayar KB, hahaha.
Jadi kalau ada yang pingin IUD tapi masih takut-takut, coba deh difikir lagi alesan saya saat berani IUD. Daritadi saya ngomongin IUD terus ya, iya soalnya itu yang saya pakai hahaha. Tapi saya akan sedikit menjabarkan jenis KB lain berdasarkan yang saya ketahui.

Kontrasepsi / KB dibagi dua berdasarkan metodenya :
  1. Metode Alami : sistem kalender dan koitus interuptus (cabut singkong๐Ÿ˜)
  2. Metode Alat : Metode ini dibagi dua lagi menurut cara kerjanya, hormonal dan non hormonal
Bahas satu per satu ya.

1. Metode Alami 
- Sistem Kalender
Menghindari hubungan seksual pada masa ovulasi, kira-kira 14 hari setelah hari pertama menstruasi.
- Koitus Interuptus 
Mengeluarkan penis dari vagina saat akan ejakulasi.

Kelebihan : tidak ada efek samping dan tidak ada biaya.
Kekurangan : resiko kegagalannya tinggi.

2. Metode Alat
Untuk metode alat dibagi dua lagi, yaitu hormonal dan non hormonal. Yuk mari bahas lebih detail lagi :
- Pil KB (Hormonal)
Pil KB dibagi menjadi dua, yang mengandung estrogen dan kombinasi progesteron - estrogen. Cuma ini ngga saya banget, karena saya pelupa, pil KB harus diminum setiap hari serta jam minumnya harus sama agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Pil KB
Metode Pil

Kelebihan :
1. Siklus haid lebih teratur.
2. Tidak mengganggu hubungan seksual.
3. Kesuburan cepat kembali setelah berhenti minum obat.
Kekurangan :
1. Mengganggu produksi ASI.
2. Mengganggu hormon

- Suntik (Hormonal)
Untuk metode suntik pun dibagi menjadi dua berdasarkan kurun waktunya, suntik setiap satu bulan dan tiga bulan sekali. Sebenernya ini paling possible ya kalau ngga mau ketemu cocor bebek, tapi efek sampingnya menurut saya kurang baik. Obgyn saya pun kurang menganjurkan, beliau lebih menganjurkan pil dibanding metode suntik.
Suntik KB
Metode Suntik

Kelebihan :
1. Tidak mengganggu hubungan seksual.
Kekurangan :
1. Mengurangi produksi ASI.
2. Menimbulkan Jerawat.
3. Mengganggu kesuburan.
4. Peningkatan berat badan.
5. Mengganggu hormon
6. Mual, muntah, sakit kepala


- Implan/Susuk (Hormonal)
Ada 3 jenis Implan, norplan (6 batang) dengan masa kerja 5 tahun, implanon (1 batang) dengan masa kerja 3 tahun, dan indoplan atau jadena (2 batang) dengan masa kerja 1 tahun. 
Cara pemasangannya dimulai dengan pembiusan di bagian lengan yang akan dipasang, agar tidak terasa sakit. Kemudian tenaga medis akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang telah baal. Setelah implan dipasang, tidak dianjurkan untuk mengangkat barang berat kurang lebih satu minggu.
Susuk
Metode Implan

Kelebihan : 
1. Efek Jangka Panjang dan tidak repot.
2. Sangat efektif.
3. Tidak mengganggu produksi ASI
Kekurangan :
1. Peningkatan berat badan.
2. Mengganggu hormon.
3. Mengganggu kesuburan.
4. Mual, muntah, sakit kepala


- IUD/Spiral (Non Hormonal)
Saya memilih alat kontrasepsi ini, karena saya menginginkan kontrasepsi non hormonal. Cara kerja IUD diletakkan di dalam rahim untuk menghadang sel sperma menembus sel telur. Saat pemasangannya menggunakan alat bantu cocor bebek, semua pasti mikirnya sakit, sayapun begitu makanya maju mundur saat memutuskan ingin KB. Tapi ternyata, jika kita memasang di dokter yg oke, ngga kerasa sakit loh, saya udah nyobain soalnya. Posisi rahim saya itu anomali, jadi saat di pasang agak sulit. Saya datang ke dokter pertama, beliau bilang dengan posisi rahim seperti ini tidak bisa dipasang IUD. Lalu saya datang lagi ke dokter kedua, beliau bisa memasangkan IUD ke saya, cuma sakit bangetttttt. Setelah satu tahun pemakaian, saya wajib kontrol IUDnya, tapi saya parno takut sakit kayak pasang, saya pun coba mencari dokter yang lain. Datanglah saya ke dokter ketiga, saat di periksa ternyata posisi IUD saya geser, itulah yang membuat saya pendarahan (bentar-bentar keluar darah kayak haid) saat posisinya dibenarkan, tetap dong pakai cocor bebek, pakai alat juga untuk benerinnya, tapi ngga sakit lohhhh. Ternyata dokter dan alat yang digunakan sangat berpengaruh. Suka ada yang bilang kan, ah pake IUD juga bisa kebobolan kok, iya bener. Selain memang kuasa-Nya, kalau secara ilmu medis, hal tersebut bisa terjadi karena kita tidak kontrol IUD nya, bisa jadi posisinya geser sehingga si cacing dan si telur bisa bertemu, tekdung deh. Makanya jangan lupa lupa kontrol setahun sekali, untuk pengecekan apakah posisinya masih sesuai atau tidak. Pengecekannya hanya pakai usg yang di perut kok, kayak usg waktu hamil, jadi jangan mikir macem-macem kayak saya ya. Kecuali posisi IUD nya geser dan harus dibenarkan, baru deh ketemu cocor bebek lagi ๐Ÿ˜ข
IUD
Alat IUD

 
IUD
Posisi pemasangan IUD

Kelebihan :
- Efektifitas tinggi.
- Tahan lama, sampai 5 tahun.
- Tidak ada efek samping hormonal dan tidak mempengaruhi ASI
Kekurangan :
- Siklus haid tidak teratur
- Haid lama dan banyak
- Flek
- Nyeri saat haid

- Kondom (Non Hormonal)
Alat kontrasepsi ini biasanya berbahan lateks yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. Manfaat lain dari kondom, selain mencegah kehamilan juga dapat mencegah infeksi menular seksual karena menghalangi kontak langsung penis dengan vagina. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi pertemuan sperma dan ovum dengan mengumpulkan cairan ejakulasi di ujung sarung.
Kondom
Kondom
Kelebihan :
- Mudah digunakan.
- Tidak mempengaruhi hormon.
- Perlindungan terhadap penyakit menular.
- Produk mudah didapat dan banyak varian.
 Kekurangan :
- Kadang menimbulkan rasa tidak nyaman selama hubungan seksual.

- Vasektomi (Non Hormonal)
Vasektomi biasa kita kenal sebagai sterilisasi atau kontrasepsi permanen yang dilakukan pada pria. Cara kerja Vasektomi yaitu menghentikan aliran sperma dengan cara menutup saluran vas deferens pada pria. Hal ini memerlukan operasi. Bagi pasangan yang tidak ingin memiliki keturunan lagi biasanya akan menggunakan cara ini sebagai salah satu pilihan mencegah kehamilan.
Vasektomi
Vasektomi
 Kelebihan :
-
Bersifat permanen. Sehingga efektifitasnya sangat tinggi.
- Tidak mempengaruhi kemampuan pria dalam aktivitas seksual. 
Kekurangan :  
- Biaya relatif lebih mahal dibanding metode lain.
- Risiko komplikasi tindakan berupa perdarahan atau infeksi pasca operasi.
- Tidak menurunkan risiko penularan penyakit kelamin.

- Tubektomi (Non Hormonal)
Tubektomi merupakan tindakan KB permanent atau sterilisasi pada perempuan, yang dilakukan dengan cara memotong atau menutup tuba falopi sehingga sel telur tidak masuk ke dalam rahim, sekaligus menghalangi sperma untuk masuk ke dalam tuba falopi.
Tubektomi
Tubektomi
Kelebihan :
- Bersifat permanen. Sehingga efektifitasnya sangat tinggi.
- Tidak mempengaruhi kemampuan perempuan dalam aktivitas seksual.

Kekurangan :
- Nyeri pada panggul atau perut
- Infeksi pasca operasi
- Pendarahan, Komplikasi, Beberapa orang juga dapat mengalami hamil ektopik.

Sudahkah kalian menentukan menggunakan KB yang mana?



Sumber
https://doktersehat.com/mengenal-berbagai-jenis-alat-kontrasepsi/
https://www.popmama.com/pregnancy/birth/donahandayani/mengenal-jenis-jenis-kb-beserta-efek-sampingnya/full 
http://www.smartmama.com/2019/02/13/kelebihan-kondom-yang-wajib-anda-ketahui/

Jumat, 19 Juli 2019

Manfaat Bermain di Luar Ruangan

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar parenting yang diisi oleh salah satu Psikolog Anak Senior, yaitu Ibu Novita Tandry. Di seminar tersebut diadakan QnA antara peserta dan pembicara, salah satu pertanyaan yang diajukan mengenai kategori pembelajar anak, apakah anak yang super aktif diumur 3 tahun dapat dikategorikan sebagai anak kinestetik?
Jawaban Ibu Novita Tandry sungguh menjawab pertanyaan saya selama ini, karena si Ken juga super ngga bisa diem, sayapun menganggap Ken masuk ke dalam Kinestetik, tetapi jawaban ibu Tandry sungguh membuka mata saya. 

Anak dibawah 5 tahun belum bisa ditentukan tipe pembelajar apa, tetapi yang perlu diingat, yang menjadi "otak" diumur mereka adalah bagian pinggul sampai kaki, sehingga sering kali terlihat anak-anak itu kinestetik.
Setelah ikutan seminar ini, beneran membuka mata saya, karena saya suka mengeluhkan Ken yang ngga ada diemnya, terus langsung menilai, anak kinestetik nih, ternyata tidak semudah itu ferguso, perlu observasi lebih lanjut. Baiklah Ken, kita belajar bareng ya, mama dan papa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Kami ingin kamu tuh menjadi manusia yang bahagia. Sehingga penting bagi kami mengetahui apa yang kamu sukai, termasuk saat belajar, sehingga tidak ada paksaan ketika kamu melakukan sesuatu karena kamu menyukai apa yang kamu lakukan.

Seperti yang telah di sharing oleh Ibu Tandry, diumur Ken 31 bulan yang diutamakan fisiknya. Ada aja yang dimainkan dan yang lebih digunakan fisiknya, untuk aktifitas fisik ini dia lebih senang berkegiatan di luar rumah. Dia suka banget lari-larian, main sepeda, main bola, loncat-loncat, dan masih banyak lagi. Oh ya, sekarang dia lagi hobi banget main tanah, ntah menggunakan sekop atau menggunakan tangannya aja langsung. Mindah-mindahin tanah ke pot ๐Ÿ˜…
Kegiatan ini awalnya karena liat saya menanam, iya saya lagi keranjingan bercocok tanam sejak ikutan workshop bersama Kebun Kumara. 


Pasti ada ajalah orang yang julid mengenai kegiatan kotor-kotoran si Kenzie ini. Emang ngga jijik anak mainan tanah? Ngga takut sakit mainannya kotor-kotoran gitu? Emang ngga takut digigit nyamuk main di luar ruangan apalagi sambil main tanah?
Ya tentu dong sedikit ketakutan, tapi ada manfaat besar saat anak bermain di luar ruangan. 


Manfaat bermain di luar bagi anak-anak, yaitu :
  1. (Berdasarkan research dari UBC and the Child & Family Research Institute at BC Children’s Hospital) Baik untuk kesehatan.  Ini mengingatkan saya akan omongan DSA nya Ken, Eyang dr. Purnamawati. Beliau bilang gini, kalian tau ngga kenapa anak kampung (no offense ya) lebih sehat? Karena mereka dibiarkan bermain dengan alam, mereka dibiarkan main kotor-kotoran, sehingga imunitasnya lebih baik. Menurut research, Tempat bermain yang menyediakan pohon dan tanaman, perubahan ketinggian, dan kebebasan bagi anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, memiliki dampak positif pada kesehatan, perilaku dan perkembangan sosial.
  2. (Menurut Psikolog Keluarga, Retno Dewanti Purba) Peningkatan Kreatifitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya. Bermain di luar ruangan diketahui memiliki efek teurapeutik yang baik bagi kondisi psikologis kita.
  3. Poin ini berdasarkan pengalaman saya. Saat si Ken beraktifitas di luar ruangan, saat malam hari tidurnya lebih lelap karena sudah lelah beraktifitas seharian.


Lalu gimana mengatasi kotor-kotoran dan serangga? Kalau saya setiap dia main tanah, atau selesai main sepeda, saya mewajibkan dia mencuci tangan dan kakinya dulu di teras di rumah, jadi masalah kotor-kotoran teratasi dong. Terus gimana pemecahannya dengan gigitan nyamuk, yang paling sering nyium-nyium lengan sama jidat anak ku, apalagi kalau yang gigit sampe nyamuk Aedes Aegypti? Ya sebelum dia main, biasanya saya melakukan proteksi dulu, dengan cara mengoleskan minyak telon yang bisa melindungi Ken dari gigitan nyamuk #BebasMainTanpaNyamuk.
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
Sebagai pemakai setia mybaby minyak telon plus, dari yang produk 6 jam, 8 jam dan sekarang mereka meluncurkan produk terbarunya, yaitu 12 jam. Cukup waw sih dengan inovasi mereka. Kalau bepergian yang jauh dan lama di mobil kan saya suka lupa oles minyak telon, ntar tiba-tiba di jidat udah muncul aja bentolan akibat gigitan nyamuk, karena perlindungan terhadap nyamuk butuh dimana aja sih menurut ku, nah dengan waktu perlindungan yang lebih lama, membuat saya tidak perlu sering-sering mengoleskan. Selain perlindungan yang lebih lama, bahan yang digunakan juga alami serta perpaduan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan formulasi yang mampu melindungi dari gigitan nyamuk hingga 12 jam. Dikomposisikan dengan bahan alami terpilih, formula MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam terdiri dari Minyak Sereh, Chamomile, Lemongrass, Minyak Adas, Eucalyptus, serta Minyak Kelapa sesuai presentase yang tercantum dalam kemasan.
#BebasMainTanpaNyamuk
My Baby Mintak Telon Formula Baru

Untuk punggung Kenzie yang suka ngga cocok pakai minyak telon, biasanya punggungnya akan mengelupas, agak aneh sih kenapa punggung aja, bagian tubuh yang lain ngga, nah Si My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam aman, no ngelupas ngelupas punggungnya. Oh ya, jangan khawatir tentang kehalalan produk ini ya, sudah ada logo halalnya kok dari MUI jadi aman.
#BebasMainTanpaNyamuk
Sebelum Main, oles My Baby Minyak Telon dulu
Sedia payung sebelum hujan, sedia My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam sebelum berkegiatan. Dijamin anak akan #BebasMainTanpaNyamuk.
© raniprovit
Maira Gall