dr. Wati
Tampilkan postingan dengan label dr. Wati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2019

Manfaat Bermain di Luar Ruangan

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar parenting yang diisi oleh salah satu Psikolog Anak Senior, yaitu Ibu Novita Tandry. Di seminar tersebut diadakan QnA antara peserta dan pembicara, salah satu pertanyaan yang diajukan mengenai kategori pembelajar anak, apakah anak yang super aktif diumur 3 tahun dapat dikategorikan sebagai anak kinestetik?
Jawaban Ibu Novita Tandry sungguh menjawab pertanyaan saya selama ini, karena si Ken juga super ngga bisa diem, sayapun menganggap Ken masuk ke dalam Kinestetik, tetapi jawaban ibu Tandry sungguh membuka mata saya. 

Anak dibawah 5 tahun belum bisa ditentukan tipe pembelajar apa, tetapi yang perlu diingat, yang menjadi "otak" diumur mereka adalah bagian pinggul sampai kaki, sehingga sering kali terlihat anak-anak itu kinestetik.
Setelah ikutan seminar ini, beneran membuka mata saya, karena saya suka mengeluhkan Ken yang ngga ada diemnya, terus langsung menilai, anak kinestetik nih, ternyata tidak semudah itu ferguso, perlu observasi lebih lanjut. Baiklah Ken, kita belajar bareng ya, mama dan papa selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Kami ingin kamu tuh menjadi manusia yang bahagia. Sehingga penting bagi kami mengetahui apa yang kamu sukai, termasuk saat belajar, sehingga tidak ada paksaan ketika kamu melakukan sesuatu karena kamu menyukai apa yang kamu lakukan.

Seperti yang telah di sharing oleh Ibu Tandry, diumur Ken 31 bulan yang diutamakan fisiknya. Ada aja yang dimainkan dan yang lebih digunakan fisiknya, untuk aktifitas fisik ini dia lebih senang berkegiatan di luar rumah. Dia suka banget lari-larian, main sepeda, main bola, loncat-loncat, dan masih banyak lagi. Oh ya, sekarang dia lagi hobi banget main tanah, ntah menggunakan sekop atau menggunakan tangannya aja langsung. Mindah-mindahin tanah ke pot 😅
Kegiatan ini awalnya karena liat saya menanam, iya saya lagi keranjingan bercocok tanam sejak ikutan workshop bersama Kebun Kumara. 


Pasti ada ajalah orang yang julid mengenai kegiatan kotor-kotoran si Kenzie ini. Emang ngga jijik anak mainan tanah? Ngga takut sakit mainannya kotor-kotoran gitu? Emang ngga takut digigit nyamuk main di luar ruangan apalagi sambil main tanah?
Ya tentu dong sedikit ketakutan, tapi ada manfaat besar saat anak bermain di luar ruangan. 


Manfaat bermain di luar bagi anak-anak, yaitu :
  1. (Berdasarkan research dari UBC and the Child & Family Research Institute at BC Children’s Hospital) Baik untuk kesehatan.  Ini mengingatkan saya akan omongan DSA nya Ken, Eyang dr. Purnamawati. Beliau bilang gini, kalian tau ngga kenapa anak kampung (no offense ya) lebih sehat? Karena mereka dibiarkan bermain dengan alam, mereka dibiarkan main kotor-kotoran, sehingga imunitasnya lebih baik. Menurut research, Tempat bermain yang menyediakan pohon dan tanaman, perubahan ketinggian, dan kebebasan bagi anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan yang mereka pilih sendiri, memiliki dampak positif pada kesehatan, perilaku dan perkembangan sosial.
  2. (Menurut Psikolog Keluarga, Retno Dewanti Purba) Peningkatan Kreatifitas, berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah, melatih kerjasama, hingga mampu memperbaiki suasana hati. Jika anak dibiasakan beraktivitas di luar rumah akan terlihat nyata peningkatan kebugarannya. Bermain di luar ruangan diketahui memiliki efek teurapeutik yang baik bagi kondisi psikologis kita.
  3. Poin ini berdasarkan pengalaman saya. Saat si Ken beraktifitas di luar ruangan, saat malam hari tidurnya lebih lelap karena sudah lelah beraktifitas seharian.


Lalu gimana mengatasi kotor-kotoran dan serangga? Kalau saya setiap dia main tanah, atau selesai main sepeda, saya mewajibkan dia mencuci tangan dan kakinya dulu di teras di rumah, jadi masalah kotor-kotoran teratasi dong. Terus gimana pemecahannya dengan gigitan nyamuk, yang paling sering nyium-nyium lengan sama jidat anak ku, apalagi kalau yang gigit sampe nyamuk Aedes Aegypti? Ya sebelum dia main, biasanya saya melakukan proteksi dulu, dengan cara mengoleskan minyak telon yang bisa melindungi Ken dari gigitan nyamuk #BebasMainTanpaNyamuk.
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam
Sebagai pemakai setia mybaby minyak telon plus, dari yang produk 6 jam, 8 jam dan sekarang mereka meluncurkan produk terbarunya, yaitu 12 jam. Cukup waw sih dengan inovasi mereka. Kalau bepergian yang jauh dan lama di mobil kan saya suka lupa oles minyak telon, ntar tiba-tiba di jidat udah muncul aja bentolan akibat gigitan nyamuk, karena perlindungan terhadap nyamuk butuh dimana aja sih menurut ku, nah dengan waktu perlindungan yang lebih lama, membuat saya tidak perlu sering-sering mengoleskan. Selain perlindungan yang lebih lama, bahan yang digunakan juga alami serta perpaduan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan formulasi yang mampu melindungi dari gigitan nyamuk hingga 12 jam. Dikomposisikan dengan bahan alami terpilih, formula MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam terdiri dari Minyak Sereh, Chamomile, Lemongrass, Minyak Adas, Eucalyptus, serta Minyak Kelapa sesuai presentase yang tercantum dalam kemasan.
#BebasMainTanpaNyamuk
My Baby Mintak Telon Formula Baru

Untuk punggung Kenzie yang suka ngga cocok pakai minyak telon, biasanya punggungnya akan mengelupas, agak aneh sih kenapa punggung aja, bagian tubuh yang lain ngga, nah Si My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam aman, no ngelupas ngelupas punggungnya. Oh ya, jangan khawatir tentang kehalalan produk ini ya, sudah ada logo halalnya kok dari MUI jadi aman.
#BebasMainTanpaNyamuk
Sebelum Main, oles My Baby Minyak Telon dulu
Sedia payung sebelum hujan, sedia My Baby Minyak Telon Plus Longer Protection 12 Jam sebelum berkegiatan. Dijamin anak akan #BebasMainTanpaNyamuk.

Selasa, 30 Oktober 2018

Dokter Anak (DSA) di Jaksel - Tangsel

Dokter Anak

1. dr. Hetty Wati Napitupulu, SpA
Beliaulah yang menangani Kenzie saat lahir. Dokternya pro ASI, saat Kenzie mau pulang bilirubinnya sempat ke 14, dokternya tetap memperbolehkan pulang dengan catatan terus diberikan ASI. Tetapi saya cukup disitu aja sih sama dr. Hetty, menurut saya beliau kurang detail dalam menjelaskan, terutama mengenai menyusui ini, menurut suster-suster disana, dokter hetty ketua laktasi di Indonesia, lah kok pas saya konsul tentang flat nipple penjelasannya kurang greget. Padahal saya di ruangan sendiri, ngga campur sama pasien lain, Kenzie pun di ruangan yang sama dengan saya, dia ngga mau dong mencontohkan cara menyusui yang benar, huhu. Padahal teman-teman saya di RSIA lain dokter anaknya ngajarin. Kenzie jadi kenal nipple shield deh.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang


2. dr. Aditya Suryansyah, SpA (K)
Yang rumahnya daerah Tangsel khususnya ciputat-pamulang dan punya anak kecil, pasti kenal sama dokter fenomenal ini. Kalau antri di beliau banyak-banyak zikir. Padahal beliau mulai praktek di RSIA Buah Hati Ciputat jam 4 sore kalau hari sabtu, tapi udah banyak yang antri sejak subuh. Biasanya suami saya ambil nomor jam 6 pagi, itu bisa dapet untuk nomor 30an. Yang bikin Dokter Adit lain dari yang lain, beliau mengecek tumbuh kembang anak, nanti disamakan dengan kertas Denver deh. Kalau ada yang tidak sesuai dengan umurnya si anak, dokter adit akan mengajarkan cara menstimulasinya. Dr. Adit spesialis anak dengan subspesialis Tumbuh Kembang Anak. Bisa liat video di bawah ini ya interaksi dr. adit dengan anak.

Lalu beliau juga meminimalisir penggunaan antibiotik. Dokternya pun jelasinnya enak, cuma karena pasiennya super banyak, jadi sebentar banget ketemunya. Saya sih selalu bawa daftar pertanyaan setiap mau imunisasi Kenzie. Dan enaknya kalau di whatsapp dr. adit bales walau agak lama sih. Tapi setelah ketemu dr. Endah dan dr. Wati saya jadi beralih ke mereka.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang

3. dr. Mutiara Siagian, SpA
Awal ke dr. Mutiara karena dr. Adit cuti sedangkan Kenzie sudah jadwalnya imunisasi. Selama anak sehat saya akan selalu ikutin tanggal imunisasi yang dokter berikan, makanya pas ngga ada dr.adit yowes lah ke dr.mutiara aja. Dokternya oke, kalau jelasin lebih detail dari dokter adit, cuma ngomongnya cepet banget. Mesti konsentrasi dan siapin kuping saat dr. mutiara menjelaskan. Antian beliau ngga separah dr. adit. Cuma saya kurang sreg bawa Kenzie ke dr.mutiara saat batpil (agak parah sih kondisinya saat itu), beliau langsung nyuruh di uap (berturut-turut 3 hari).  Enaknya sama dokter mutiara, beliau bales wa dan cepet balesnya. Apalagi kalau chatnya sebelum jam 8, biasanya langsung dibalas.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat

4. dr. Fajar Subroto, SpA (K)
Awal ke dr. Fajar kejadiannya mirip2 kayak ke dr. Mutiara, karena dr. Adit dan dr. Mutiara cuti, waktu itu akhir tahun. Nah si Kenzie batpil karena minimnya pengetahuan saya, kalau Kenzie udah batpil saya pasti panik, langsung deh bawa ke dokter. Saya ngga cocok banget deh sama dokter Fajar. Mau buru-buru aja jelasin. Bahkan pertanyaan saya belum kelar, dia kayak udah tatap-tatapan gitu sama susternya dan susternya udah bukain pintu, biar saya cepet2 keluar. Cukup sekali deh ke beliau
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang

5. dr. Anita Juniatiningsih, SpA
Beliau ikut aliran RUM (Rational Using Medicine) saya ke beliau saat Kenzie sakit mata dan Batpil. Untuk sakit matanya Kenzie diberikan semacem salep gitu. Tapi untuk batpilnya beliau tidak memberikan obat, karena menurut beliau batpil itu karena virus dan virus ngga ada obatnya. 
Tempat Praktek : Kemang Medical Care (KMC)

6. dr. Endah Citraresmi, SpA  
Selang seminggu ke dr. Anita batpilnya Kenzie ngga sembuh-sembuh, mulai deh gamang papa nenek kakek nya Kenzie. Terutama Nenek dan Kakeknya ya, agak sulit di educate. Menjelaskan tentang RUM, beliau bilang masa orang sakit tidak dikasih obat. Sudah dijelaskan dengan alasan virus dan bakteri pun masih sulit, karena mereka bilang ya buktinya ini ngga sembuh-sembuh, ngga kasian apa liat Kenzie batuk parah banget. Yaudah deh nyerah, saya ajak lagi ke dokter, tentu saya nyari dokter dengan aliran RUM juga. Setelah ke dr. Endah pun jawabannya sama dengan dokter Anita. Oh ya, dr. Endah spesialis anak dengan subspesialis alergi. Saya sempat menanyakan, apakah ada hubungannya antara alergi dengan batuk pilek? Jawaban beliau tidak, apabila anak alergi terhadap makanan, reaksi di tubuhnya bukan batpil tapi pup yang berdarah. Pengetahuan baru untuk saya saat itu, karena dulu saat Kenzie batpil sempat dibilang ini karena alergi, jadi saya mengiyakan saja Kenzie diberikan anti alergen, huhu.
oh ya dr. Endah aliran RUM pastinya, ngejelasinnya juga detail banget. 
Tempat Praktek : Kemang Medical Care (KMC) 

7. dr.Purnamawati S.Pujiarto, SpAK, M.MPaed (dr. Wati)
Aku cinta padamu, Eyang Dokter. 
Dokter lah yang (memaksa) saya belajar banyak untuk mencari tau tentang kesehatan Kenzie. Karena menurut beliau, tidak ada dokter terbaik untuk anak, kecuali orang tuanya sendiri. 
Awal kesana masih dalam road show batpil si Kenzie (sudah ke dr. Anita dan dr. Endah) Walau awalnya saya takut, karena banyak yang bilang beliau galak. Tapi demi kesehatan anak yasudah lah ya. Toh kalau saya salah saya jadi tau. Pertama kali bertemu beliau, tanpa basa basi dong saya diceramahin di ruangan 45 menit hahaha dan kali ini saya bawa mama saya masuk ke dalam ruangan, biar mama mendengarkan juga penjelasan dokter. Beliau luar biasa detailnya, beliau mencatat semua Rekam Medik Kenzie sejak lahir, dari BB, TB, LK. Padahal Kenzie pertama bertemu beliau umur 14 bulan. Lalu dicatat juga imunisasi, penyakit dan obat Kenzie. Lalu beliau menjelaskan tentang batpil. Batpil itu karena virus, jadi ngga ada obatnya. Obat Batpil cuma banyak minum ASI, air putih dan istirahat, untuk orang tuanya mesti sabar. Lalu beliau ngomel kenapa saya hobi banget bawa anak ke RS 😂
Quote beliau "Rumah Sakit itu bisnis, Bu. Jadi jangan sering-sering sedekah ke dokter"
Beliau pun ngga ragu membuka buku kitabnya kalau lupa, atau beliau buka hp untuk googling apa kandungan di obat itu. 
Setelah Kenzie di rawat karena Kejang. Baca ini Pertolongan Pertama Pada Anak Kejang, saya pun konsultasi ke beliau. Beliau sampai menjelaskan apa yang harus orang tuanya lakukan saat anaknya diminta untuk dirawat. Karena hak prerogatif pasien (dalam hal ini ortu pasien, karena Kenzie masih kecil) untuk bertanya dan menentukan, hal-hal apa yang boleh dilakukan oleh dokter terhadap tubuh kita. Semoga dokter sehat selalu ya, agar bisa bertemu orang tua baru macem saya yang cemen dan kurang ilmu ini dan membuat mereka membuka mata akan kesehatan anak.
Oh ya beliau bersama beberapa dokter punya milis, isinya macem-macem yang jelas tentang kesehatan anak. Bisa cek disini ya Milis Sehat

Tempat Praktek : Markas Sehat
 
 8. dr. Yulianto Santoso Kurniawan, SpA
Sepertinya dokternya aliran RUM. Saya kesini karena mau konsul tumbuh kembang sama dokter wati, udah antri 2 minggu masih ngga dapet juga, yaudah lah saya pilih dr. Anto aja, karena temen saya ada yang bilang beliau juga oke. Alih-alih tumbuh kembang (bicara) malah konsen dokternya TB nya Kenzie, katanya kurang banget. Disuruh test macem-macem karena takut stunting. Karena ngga percaya, sama papanya Kenzie disuruh cari second opinion dokter lain. Dokter-dokter lain bilang normal kok Kenzie, cuma emang mendekati garis kuning. Tapi wajar, karena TB pas lahir Kenzie pun dibawah 48. Jadi cukup sekali deh kesana.
 Tempat Praktek : Markas Sehat



Sebenernya ada 1 dokter di RS Premier Bintaro, tapi saya lupa namanya, saya pun ngga akan ke dia lagi. Dokter anak ngga mau megang anak sama sekali dong bok. Dia sibuk dengan layar komputernya. Saya kesana karena lokasi imunisasi MR terdekat dari rumah dan ready cuma disana.

Urutan dokter diatas berdasarkan urutan waktu saya kesana. Jangan ditiru ya buibu ganti-ganti dokter terus kayak saya, lebih baik googling dulu dan banyak cari tau. Biar anak ngga sering terkontaminasi rumah sakit dan ngga banyak mengeluarkan uang 😅. Tapi dalam beberapa case perlu sih cari dokter lain untuk second opinion.

NOTE :
Tempat Praktek dokternya hanya yang pernah saya datangin ya, saya kurang tau tempat praktek yang lainnya.
Saya usahakan mencari dokter dengan aliran RUM. Agar meminimalisir Kenzie minum obat.

Semua keterangan di atas berdasarkan pengalaman saya ya. Tentunya mommy yang lain punya kesan dan pengalaman sendiri




Semoga bermanfaat ya Mommies
© raniprovit
Maira Gall