Puisi
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

Renungan Hidup

Hidup yang liberal itu sangat menyenangkan,
Bahagia fana yang sangat indah di depan mata,
Lingkungan sekeliling dominan,
Jiwa muda anarkis,
Untuk kebanyakan orang itu merupakan hal yang sangat menyenangkan.
Tapi, itu semua melanggar apa yang aku yakini.

Jiwa muda ini,
Ingin rasanya mencoba banyak hal,
Penasaran terhadap hal yang dilarang begitu besar,
Tetapi,
Saat kembali ke titik zero,
Aku teringat akan adanya Pencipta,
Semua yang telah diatur olehNya,
Semua yang telah tercatat di kitab suci,
Ajaran yang telah disampaikan oleh Nabi dan Rasul,
Membuat aku menjauh dari hal itu.
Hanya karena aku takut,
Aku takut, saat aku kembali kepadaNya, aku membawa segunung dosa.
Aku takut, saat aku di liang lahat, kuburan ku dipersempit.
Aku takut, saat berada di padang mahsyar, aku sangat merasakan panasnya matahari.
Aku takut, yang aku temukan nanti bukan lah Malaikat Ridwan, melainkan Malaikat Malik
Aku takut, saat aku dihidupkan kembali, aku dikelilingi oleh Api Neraka.


Jumat, 09 November 2012

Pacaran itu semu. Pacaran itu fana. Pacaran itu khayalan

Pacaran.
Kata orang,
Disaat dua manusia berkomitmen saling bersama.
Disaat dua manusia saling menjalin kasih.
Disaat dua manusia saling mencintai.
Disaat dua manusia saling menyatakan sayang.
Disaat dunia itu terasa sangat indah untuk dijalani berdua.
Disaat dunia hanya milik berdua.
Disaat saling cemburu.

Tapi pacaran menurut gue,
Galau.
Fana.
Semu.
Khayalan
Buang waktu.
Sakit.

Kenapa?

Karena
Disaat kau butuh, kau cukup merajuk.
Disaat kau rindu, kau cukup merayu.
Disaat kau bosan, kau cukup menghilang.
Disaat kau memiliki yang lain, kau cukup memutuskan.
Disaat kau benci, kau bisa menghina.

Bingung, kenapa dibilang
semu?
fana?
khayalan?
Ya,
Disaat kau berkhayal akan indahnya hubungan kalian, pasanganmu bosan.
Disaat kau merasakan sayang dan pasanganmu bosan dia akan menghilang.
Disaat kau merasakan cinta dan pasanganmu memiliki yang lain dia akan memutuskan.

Komitmen yang diungkapkan, hanya komitmen semu.
Ya, karena pada awal berkomitmen hanya butuh keberanian untuk mengungkapkan rasa sayang.
Tak ada tanggungjawab.
Tak ada kepastian.
Dan akhirnya yang kau temukan hanya perasaan sakit.
Sakit hati.

Ya, sakit hati yang belum ada obatnya secara fisik.

Kamis, 08 November 2012

Lelah

Disaat yang di sms tak kunjung membalas.
Disaat yang ditunggu tak kunjung datang.
Disaat yang dikangenin menghilang.
Disaat kejaiman telah dikalahkan tapi nyatanya hanya kesalahan besar yang didapat.
Itu rasanyaaaa, lelahhhhhhh.

Ya sungguh lelah.
Lelah, menunggu balasan sms.
Lelah, menunggu kedatangan.
Lelah, kangen akan tetapi objectnya seakan tak perduli.
Lelah, menunggu semua kepastian.

Ntah sampai kapan rasa lelah ini akan sampai titik puncaknya sehingga tiba saatnya berhenti.
Berhenti berharap.
Berhenti menunggu.
Berhenti membuang waktu.
Berhenti menyakiti diri sendiri.

Selasa, 03 April 2012

Indonesia Pentas Dunia

Edi tansil,
Jiwamu, Tingkah lakumu dibenam di kota tua

26 Desemer 2004 Tsunami
soal tak terlupakan akan perilaku nusantara
jawab tawakkal pada Sang khalik

Granat dipegang tak jujur tanggung jawab
Rahmatan lilalamin
Terbenam pulau nan jauh tak berpenghuni

Lupakan, tak terngiang, tak terdengar, tak terlihat

Olimpiade matematika, Fisika, Kimia
Cikal bakal Indonesia pucuk pentas dunia
Petro dollar bercahaya
Emas hitam bersinar
Kebun semerbak, minyak nabati berkilau
Cahaya terang mendekat-mendekat

Indonesia pucuk pentas dunia
Berbondong-bondong takbir berkumandang
Jiwa bersemayam syukur
Cahaya ilahi mendekat, bersinar, membesar
Karunia Indonesiaku Jaya 2025

Terimakasih mama

Di kala suara ini tak mampu berucap
Kau mampu memahaminya dengan rasa cinta
Di saat dahaga terasa
Dengan gegas kau memberi ku ASI

Di kala ku terlelap
Kau membuaiku dengan penuh cinta
Di kala larut datang
Kau terbangun, menemaniku dan membelai dengan penuh kehangatan

di setiap pertumbuhan ku
Tak ada yang terlupa dari ingatan mu
kau mengajari ku dengan penuh kesabaran dan kasih sayang

Mama,
teriakasih atas semua yang kau berikan
Tak ada yang dapat aku lakukan untuk mengganti semua ini
hanya terima kasih yang dapat terucap

terimaksih Mama...

Kerinduan


BUMI BERGUNCANG
GUNUNG MELETUS
JAGAT RAYA HANCUR
BINASA KEHIDUPAN FANA

DEBU-DEBU KENISTAAN
CAHAYA PUTIH TERTIMBUN DOSA
QOLBU MENJADI HITAM PEKAT

BAYANGAN GELAP MENGHANTUI MIMPI
TERSADAR AKAN KEHIDUPAN NYATA
AIR MATA  TERTUMPAH

WAKTU TERUS BERJALAN
JIWA INI BERSIMPUH
HARAPAN AKAN RAHMATAN LILALAMIN

YA KHOLIQ,
SUJUDKAN JIWA KAMI
SINARILAH CAHAYA-MU KE DALAM QOLBU

YA ROBBI,
JIWA INI RINDU AKAN ALUNAN CINTA-MU
JIWA INI RINDU AKAN KASIH SAYANG-MU

Harapan Pun Sirna


Setumpuk harapan dalam tangisan itu
Sigap bak dalam peperangan
Kau membisikkan alunan nada nan indah

Rasa kasih dalam namun hangat
Tercurah hanya untuknya
Buah hati tercinta

Energy rela kau habiskan
Demi kehidupannya
Buah hati tercinta

Tak rela seorang pen mengganggunya
Berusaha member terbaik bagi dirinya
Hingga kau lupa akan dirimu

Namun,
Di saat dirinya beranjak dewasa
Kau tersakiti akan tingkahnya
Terkadang kau diam,terkadang kau marah
Demi kebaikan sang buah hati

Semakin lama, uban di kepalamu tampak
Tetapi dirinya semakin membuat kau menderita
Setumpuk harapan pun meredup
Dan akhirnya, harapan itu sirna bersamaan sirnanya dirimu.

Bahagia Dalam Kenangan


Pagi buta kau telah siap
Semangat menggebu terpancar di mimik wajahmu
Mencerdaskan bangsa tujuanmu

Tulus ikhlas kau sampaikan
Harapan indah dalam angan-anganmu
Jaya bumi pertiwi

Tak lelah kau berucap
Demi prestasi raga lain
Bangga yang memuncak dalam dirimu

Jasamu akan selalu dikenang
Bahagiamu tersimpan dalam kenangan raga lain

Hari ini saya akan mempost beberapa puisi, sebenarnya ini puisi jaman sma dan saya sudah pernah posting di multiply. Akan tetapi saya lupa username dan Password Multiply saya, jadi semua karya kepuitisan jaman sma akan berpindah kesini :)
© raniprovit
Maira Gall