DSA
Tampilkan postingan dengan label DSA. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2019

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Kalau kalian yang baca dengan judul ini, apa yang kalian pikirkan? Ditambah lagi ada sponsorship dari salah satu lembaga sekolah ternama. Kalau saya, yang terpikirkan pertama kali dengan judul ini adalah lembaga sekolah itu akan jualan dan akan menyarankan untuk para mommies audience agar menyekolahkan anaknya sedari dini. Skeptis banget ya saya, walau suudzon saya tetap daftar dong talk show ini, karena saya ingin tau dari sudut pandang yang berbeda, karena kalau sudut pandang saya, pendidikan anak terbaik itu ya dari rumah, agar dia tau dulu benar dan salah baru deh dilempar keluar A.K.A sekolah. Pada saat datang talk show dan mendengarkan para pembicara, saya merasa sangat bersalah, isinya bagus banget dan jauh dari apa yang saya bayangkan, ternyata yang dimaksud Pendidikan Anak Usia Dini itu bukan seperti mindset saya yaitu sekolah, tapi pendidikan yang diajarkan di rumah sedari dini, bahasa kerennya yaitu stimulasi. Pelajaran banget deh, ngga boleh suudzon. Memang ya, kalau mau datang mencari ilmu harus "null" dan mengosongkan prasangka-prasangka. Karena isinya super bagus menurut saya dan yang hadir cuma sedikit, rasanya sayang gitu ada ilmu tapi tidak banyak yang tau, sehingga saya ingin merangkum di blog saya agar banyak yang baca dan tau, terus kalau suatu saat saya lupa juga saya bisa membacanya kembali.

Ada 3 wanita hebat selaku pembicara di talk show yang diadakan di daerah dharmawangsa ini, yaitu dr.Anjar Setiani, SpA selaku Dokter Spesialis Anak, beliau praktek di KMC, Ratih Larasati M. Psi selaku Psikolog dan Antarina SF Amir selaku Pendiri HighScope Indonesia.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Sesi pertama dibawakan oleh dr. Anjar, beliau menyampaikan bahwa golden age anak sampai umur 5 tahun dan 80% perkembangan otak anak berada di 1000 hari pertama kehidupan, 270 hari (9 bulan dalam kandungan) + 730 hari (usia 2 tahun). Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan asupan yang baik dan stimulasi. Stimulasi itu sangat penting, agar sinaps (sambungan antar sel otak) maksimal. Sinaps ini juga ada kaitannya dengan daya ingat. Contohnya seperti kita belajar sepeda, Latihan berkali-kali akan mendorong sinyal ke otak yang mengatur kemampuan motorik. Semakin kuat hubungan antar sinaps maka tubuh kita akan semakin ingat dan lihai dalam mengayuh sepeda.

Untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, si anak butuh 3 hal dasar :


  • ASAH (Stimulasi)
  • ASIH (Kasih Sayang)
  • ASUH (Sandang Pangan Papan)

Anak itu sudah bisa distimulasi sedari New Born, bahkan dengan proses ini kelima panca inderanya bekerja, gimana caranya? Direct Breastfeeding dan dengan proses ini sinaps-sinaps akan terbentuk dengan baik. Kok bisa menyusui menstimulasi 5 panca inderanya?


  1. Indera Penglihatan. Saat menyusu si bayi akan menatap ibu nya. Akan ada eye contact antara ibu dan anak. Duh maaf ya Ken, pas Kenzie baru lahir mama keseringan buka IG sambil nyusuin 😭, penyesalan memang selalu belakangan, kalau di depan kan pendaftaran. Jadi ibu-ibu yang lain kalau bisa minimalisir deh menyusu sambil di sambi-sambi nya, kalau butuh hiburan boleh lah ya sesekali tapi kalau bisa jangan sih, kelak akan ada rasa penyesalan karena kan kita ngga bisa mengembalikan umur anak.
  2. Indera Peraba. Saat menyusu si bayi akan sering menyentuh ibu nya, makanya tidak disarankan si anak diberikan sarung tangan saat menyusu.
  3. Indera Pengecapan. Disini lah si bayi pertama kali belajar mengenal rasa. 
  4. Indera Pendengaran. Saat menyusu ajak bicara si anak.
  5. Indera Penciuman. Dia akan tau aroma ibunya, makanya dulu si Kenzie akan tau kalau mamanya ngabur, pasti dia langsung nangis. 
So, mama mama baru jangan lupa ya menyusui anaknya. Selain ASI itu kandungannya luar biasa mujarab, ternyata proses saat menyusuinya pun masya Allah 😭 Kalau ada buibu yang lagi kurang semangat, coba baca ini https://www.raniprovit.com/2018/10/mengasihi-dengan-keras-kepala.html semoga bisa memberikan semangat lagi, karena proses mengASIhi yang saya jalani pun tidak semulus muka unie-unie korea.

Stimulasi memang sangat penting untuk anak, tapi orang tua pun harus memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan si anak, jangan sampai anak merasa over stimulation, karena dampaknya juga tidak baik, mungkin saat kecil anak akan nerima tapi dengan bertambahnya usia dan kita terus pupuk hal yang dia tidak suka, lambat laun akan menjadi bom waktu bagi anak, saat besar si anak akan menolak, tidak suka bahkan hal terburuknya si anak bisa memberontak.
Tahapan Perkembangan Literasi Anak :
2 - 4 Tahun
  • Pengembangan bicara dan bahasa (sering dibacakan cerita)
  • Ketrampilan motorik halus dasar. Contoh : berikan anak pensil dan biarkan anak mencoret-coret. Jangan paksakan anak untuk menulis apa yang kita inginkan, biarkanlah dia berkreasi. 
  • Mengenal angka satu digit
  • Menghitung benda (tidak lebih dari lima)
4 - 5 Tahun
  • Pengenalan huruf dan angka
  • Permainan mencari jalan, menghubungkan titik untuk membentuk huruf dan angka
  • Mengenal angka 1-20
  • Menghitung benda (tidak lebih dari 20)
6 - 7 Tahun
  • Mahir membaca dan menulis
  • Memahami penjumlahan dan pengurangan
Menurut KEMENDIKBUD, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dibagi 3 bagian, yaitu
  1. Informal : Pendidikan Keluarga
  2. Non Formal : Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA)
  3. Formal : Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA)
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Flow PAUD

Yang perlu kita ingat, pendidikan informal - non formal - formal apabila diterapkan kepada anak harus selaras, agar hasil yang didapatkan optimal. 
Dan PAUD itu harus sesuai dengan sifat anak, yaitu senang, aktif, demokratis dan tidak terpaksa.

Sesi Kedua dibawakan oleh Ratih Larasati, tema yang diusung yaitu 
"Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini"
Saat sharing session kemarin, Mba Ratih menjelaskan Anak butuh stimulasi yang tepat agar bisa melaksanakan tugas perkembangannya dengan baik. Orang tua lah sebagai media fasilitator agar anak bisa memenuhi semua tahapan perkembangannya. Gambar dibawah ini adalah contoh tahapan kognitif pada anak.
Tahapan Kognitif anak 18 Bulan


Tahapan Kognitif anak 2 Tahun
Tahapan Kognitif anak 3 Tahun
Namanya juga fasilitator, tentu orang tua harus mendampingi dan menjelaskan ke anak, agar si anak tidak bingung. Seperti mendampingi saat membaca, yang diharapkan adalah kita mengeksplor apa yang ada di gambar tidak hanya membaca teks buku tersebut, dengan hal tersebut bisa melatih juga untuk kreatifitas si anak, karena menimbulkan rasa penasaran si anak. Sebenarnya, apapun kegiatannya asal didampingi akan baik. Bahkan nonton tv pun baik saat didampingi asal jangan berlebihan ya nontonnya, saat si anak menonton kita bisa menjelaskan berbagai macam hal, sayangnya banyak dari kita yang mengambil kesempatan saat anak menonton untuk beberes, me time, termasuk saya sendiri, saat Kenzie nonton itu biasanya saya dan papanya beberes atau kalau lagi berdua aja di rumah cuma tv jalan satu-satunya biar saya bisa mandi dan dia ngga ikutan masuk ke kamar mandi. Oh ya penting banget nih, yang mendampingi itu orang tua ya, jadi bukan hanya ibu tapi bapaknya pun wajib mendampingi. Harusnya suami saya ikutan sharing sessionnya nih kemarin, fuuu.
Sebagai orang tua, kita pun harus membangun trust  si anak, karena pelajaran semuanya di mulai ya dari rumah, apabila kita tidak mengajarkan trust di rumah, akan sulit nantinya dia trust dilingkungkannya. Contoh hal kecil dalam membangun trust si anak, misal saat ingin pergi ke kantor, perginya jangan ngumpet-ngumpet atau bilang iya mama pergi sebentar kok nanti juga pulang lagi. Hal ini akan menimbulkan asumsi dan trust yang dimiliki si anak akan rendah. Ungkapkan saja ke anak sesuai kondisinya, misal ibu nya kerja, ya bilang aja ibu kerja, kamu main di rumah dulu sama nenek selama ibu kerja, nanti malam saat ibu pulang kita main bersama kembali. Kalau dibiasakan seperti ini sejak awal, dia akan mengerti kok, saya sudah menerapkan hal seperti ini ke Kenzie sejak awal saya mulai masuk kerja, sehingga sekarang kalau pergi ya ngga perlu ngumpet-ngumpet, bahkan dia yang nganterin saya sampai naik ojek online, lalu dia akan dadah-dadah. 
Bahasan terakhir yang dibawakan oleh Mba Ratih, Jangan lupa ibu harus bahagia, karena sudah ada risetnya, apabila ibu nya bahagia keluarganya juga akan bahagia, karena Ibu adalah matahari dalam keluarga. Jadi sebagai Ibu, kita harus tau apa hal-hal yang bikin kita bad mood, marah. Kalau sudah dititik itu, istirahat lah, carilah apa yang kalian sukai, lalu kembali lagi ke keluarga dengan rasa bahagia. Asik besok minta jajanin apa ya ke suami, kan biar bahagia 😝
Kembali ke judul awal Perlukah Semua Anak Bersekolah Lebih Dini? Jawabannya tergantung keluarga masing-masing, karena semua keluarga berbeda, orang tua lah yang perlu menilai kesiapaan anaknya. Misal orang tua nya di rumah bisa menstimulasi anaknya di rumah dengan maksimal berarti anaknya belum perlu untuk bersekolah, akan tetapi jika orang tua nya terlalu sibuk dan khawatir yang mengasuh di rumah tidak mampu untuk menstimulasi dengan maksimal, ya lebih baik di sekolahkan. 
Ratih Larasati
ki - ka : MC, dr. Anjar, Mba Ratih


Sesi terakhir dibawakan oleh Ibu Antarina SF Amir, sungguh materi yang dibawakan bagus sekali, sayang mulai acaranya telat sehingga Ibu Antarina membawakannya agak terburu-buru karena pihak panitia terus memperingatkan mengenai durasi.
Materi yang dibawakan oleh Mba Ratih dan Ibu Antarina berkaitan, tapi Ibu Antarina lebih menjelaskan mengenai cara mendorong (push learning approach) anak agar sesuai dengan ketertarikannya.
Pull Approach vs Push Approach

Seperti contoh, ada anak bernama nora, untuk memotong kertas dia tidak bisa menggunakan gunting, dia bisanya menyobek kertas tersebut dengan tangan. Sebagai orang dewasa yang kita lakukan biasanya memaksa si anak untuk menggunakan gunting (Vertical Approach), ternyata bukan itu cara terbaik. Biarkanlah si anak tetap menyobek-nyobek kertasnya sesuai yang dia bisa (Horizontal Approach) dan kita mencontohkan di sebelahnya menggunakan gunting, lambat laun dia akan tertarik dengan apa yang kita lakukan, tapi dia melakukannya dengan happy tidak dengan paksaan. Hal ini sangat berpengaruh akan kepercayaan diri, motivasi, love of learning, dan enjoyable si anak. Menurut saya 4 hal tersebut penting, karena inilah kunci dasar yang dibawa sang anak sampai dia besar kelak. 
Sekarang itu lagi banyak yang namanya mompetition, apalagi liat insta story si anu si itu kok anaknya udah bisa A, B, C, D, lalu tanpa kita sadari, kita akan menarik (pull learning approach) anak untuk melakukan agar bisa seperti teman-temannya. Padahal hal yang seperti ini bahaya loh, kenapa? Saat kita menarik tapi si anak tidak siap, dia akan kehilangan yang namanya self confident dan the love of learning, hal basic tapi crucial yang akan mempengaruhi gimana si anak bersikap saat dewasa kelak
"They Do When They Ready" 
They Talk When They Ready
They Walk When They Ready
They Read When They Ready
Lalu bagaimana caranya biar si anak siap, berilah stimulasi dan lihat ketertarikan si anak.
Penting bagi orang tua atau pun guru untuk mengembangkan apa yang disukai oleh si anak, apabila lingkungannya hanya memberikan pressure, maka si anak akan "gila" dan tidak ada semangat untuk belajar.

Tentunya kita (saya sih) ingin memiliki anak yang bisa mengambil keputusan, berani berbicara, kreatif dan enjoy dengan apa yang dijalaninnya, kunci dari hal tersebut adalah, berikan experience ke anak sebanyak mungkin, lihat ketertarikan anak, beri semangat dan dorong si anak berdasarkan apa yang dia inginkan dan jangan lupa harus ada keselarasan antara orang tua, sekolah, dan yang mengasuh anak (apabila orang tua si anak keduanya bekerja)
Antarina SF Amir
ki - ka : MC, Mba Ratih, Ibu Antarina

Ngga lupa dong ya, foto saya juga mesti mejeng

* Semoga sharing saya bermanfaat 😊 *

Selasa, 30 Oktober 2018

Dokter Anak (DSA) di Jaksel - Tangsel

Dokter Anak

1. dr. Hetty Wati Napitupulu, SpA
Beliaulah yang menangani Kenzie saat lahir. Dokternya pro ASI, saat Kenzie mau pulang bilirubinnya sempat ke 14, dokternya tetap memperbolehkan pulang dengan catatan terus diberikan ASI. Tetapi saya cukup disitu aja sih sama dr. Hetty, menurut saya beliau kurang detail dalam menjelaskan, terutama mengenai menyusui ini, menurut suster-suster disana, dokter hetty ketua laktasi di Indonesia, lah kok pas saya konsul tentang flat nipple penjelasannya kurang greget. Padahal saya di ruangan sendiri, ngga campur sama pasien lain, Kenzie pun di ruangan yang sama dengan saya, dia ngga mau dong mencontohkan cara menyusui yang benar, huhu. Padahal teman-teman saya di RSIA lain dokter anaknya ngajarin. Kenzie jadi kenal nipple shield deh.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang


2. dr. Aditya Suryansyah, SpA (K)
Yang rumahnya daerah Tangsel khususnya ciputat-pamulang dan punya anak kecil, pasti kenal sama dokter fenomenal ini. Kalau antri di beliau banyak-banyak zikir. Padahal beliau mulai praktek di RSIA Buah Hati Ciputat jam 4 sore kalau hari sabtu, tapi udah banyak yang antri sejak subuh. Biasanya suami saya ambil nomor jam 6 pagi, itu bisa dapet untuk nomor 30an. Yang bikin Dokter Adit lain dari yang lain, beliau mengecek tumbuh kembang anak, nanti disamakan dengan kertas Denver deh. Kalau ada yang tidak sesuai dengan umurnya si anak, dokter adit akan mengajarkan cara menstimulasinya. Dr. Adit spesialis anak dengan subspesialis Tumbuh Kembang Anak. Bisa liat video di bawah ini ya interaksi dr. adit dengan anak.

Lalu beliau juga meminimalisir penggunaan antibiotik. Dokternya pun jelasinnya enak, cuma karena pasiennya super banyak, jadi sebentar banget ketemunya. Saya sih selalu bawa daftar pertanyaan setiap mau imunisasi Kenzie. Dan enaknya kalau di whatsapp dr. adit bales walau agak lama sih. Tapi setelah ketemu dr. Endah dan dr. Wati saya jadi beralih ke mereka.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang

3. dr. Mutiara Siagian, SpA
Awal ke dr. Mutiara karena dr. Adit cuti sedangkan Kenzie sudah jadwalnya imunisasi. Selama anak sehat saya akan selalu ikutin tanggal imunisasi yang dokter berikan, makanya pas ngga ada dr.adit yowes lah ke dr.mutiara aja. Dokternya oke, kalau jelasin lebih detail dari dokter adit, cuma ngomongnya cepet banget. Mesti konsentrasi dan siapin kuping saat dr. mutiara menjelaskan. Antian beliau ngga separah dr. adit. Cuma saya kurang sreg bawa Kenzie ke dr.mutiara saat batpil (agak parah sih kondisinya saat itu), beliau langsung nyuruh di uap (berturut-turut 3 hari).  Enaknya sama dokter mutiara, beliau bales wa dan cepet balesnya. Apalagi kalau chatnya sebelum jam 8, biasanya langsung dibalas.
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat

4. dr. Fajar Subroto, SpA (K)
Awal ke dr. Fajar kejadiannya mirip2 kayak ke dr. Mutiara, karena dr. Adit dan dr. Mutiara cuti, waktu itu akhir tahun. Nah si Kenzie batpil karena minimnya pengetahuan saya, kalau Kenzie udah batpil saya pasti panik, langsung deh bawa ke dokter. Saya ngga cocok banget deh sama dokter Fajar. Mau buru-buru aja jelasin. Bahkan pertanyaan saya belum kelar, dia kayak udah tatap-tatapan gitu sama susternya dan susternya udah bukain pintu, biar saya cepet2 keluar. Cukup sekali deh ke beliau
Tempat Praktek : RSIA Buah Hati Ciputat & RSIA Buah Hati Pamulang

5. dr. Anita Juniatiningsih, SpA
Beliau ikut aliran RUM (Rational Using Medicine) saya ke beliau saat Kenzie sakit mata dan Batpil. Untuk sakit matanya Kenzie diberikan semacem salep gitu. Tapi untuk batpilnya beliau tidak memberikan obat, karena menurut beliau batpil itu karena virus dan virus ngga ada obatnya. 
Tempat Praktek : Kemang Medical Care (KMC)

6. dr. Endah Citraresmi, SpA  
Selang seminggu ke dr. Anita batpilnya Kenzie ngga sembuh-sembuh, mulai deh gamang papa nenek kakek nya Kenzie. Terutama Nenek dan Kakeknya ya, agak sulit di educate. Menjelaskan tentang RUM, beliau bilang masa orang sakit tidak dikasih obat. Sudah dijelaskan dengan alasan virus dan bakteri pun masih sulit, karena mereka bilang ya buktinya ini ngga sembuh-sembuh, ngga kasian apa liat Kenzie batuk parah banget. Yaudah deh nyerah, saya ajak lagi ke dokter, tentu saya nyari dokter dengan aliran RUM juga. Setelah ke dr. Endah pun jawabannya sama dengan dokter Anita. Oh ya, dr. Endah spesialis anak dengan subspesialis alergi. Saya sempat menanyakan, apakah ada hubungannya antara alergi dengan batuk pilek? Jawaban beliau tidak, apabila anak alergi terhadap makanan, reaksi di tubuhnya bukan batpil tapi pup yang berdarah. Pengetahuan baru untuk saya saat itu, karena dulu saat Kenzie batpil sempat dibilang ini karena alergi, jadi saya mengiyakan saja Kenzie diberikan anti alergen, huhu.
oh ya dr. Endah aliran RUM pastinya, ngejelasinnya juga detail banget. 
Tempat Praktek : Kemang Medical Care (KMC) 

7. dr.Purnamawati S.Pujiarto, SpAK, M.MPaed (dr. Wati)
Aku cinta padamu, Eyang Dokter. 
Dokter lah yang (memaksa) saya belajar banyak untuk mencari tau tentang kesehatan Kenzie. Karena menurut beliau, tidak ada dokter terbaik untuk anak, kecuali orang tuanya sendiri. 
Awal kesana masih dalam road show batpil si Kenzie (sudah ke dr. Anita dan dr. Endah) Walau awalnya saya takut, karena banyak yang bilang beliau galak. Tapi demi kesehatan anak yasudah lah ya. Toh kalau saya salah saya jadi tau. Pertama kali bertemu beliau, tanpa basa basi dong saya diceramahin di ruangan 45 menit hahaha dan kali ini saya bawa mama saya masuk ke dalam ruangan, biar mama mendengarkan juga penjelasan dokter. Beliau luar biasa detailnya, beliau mencatat semua Rekam Medik Kenzie sejak lahir, dari BB, TB, LK. Padahal Kenzie pertama bertemu beliau umur 14 bulan. Lalu dicatat juga imunisasi, penyakit dan obat Kenzie. Lalu beliau menjelaskan tentang batpil. Batpil itu karena virus, jadi ngga ada obatnya. Obat Batpil cuma banyak minum ASI, air putih dan istirahat, untuk orang tuanya mesti sabar. Lalu beliau ngomel kenapa saya hobi banget bawa anak ke RS 😂
Quote beliau "Rumah Sakit itu bisnis, Bu. Jadi jangan sering-sering sedekah ke dokter"
Beliau pun ngga ragu membuka buku kitabnya kalau lupa, atau beliau buka hp untuk googling apa kandungan di obat itu. 
Setelah Kenzie di rawat karena Kejang. Baca ini Pertolongan Pertama Pada Anak Kejang, saya pun konsultasi ke beliau. Beliau sampai menjelaskan apa yang harus orang tuanya lakukan saat anaknya diminta untuk dirawat. Karena hak prerogatif pasien (dalam hal ini ortu pasien, karena Kenzie masih kecil) untuk bertanya dan menentukan, hal-hal apa yang boleh dilakukan oleh dokter terhadap tubuh kita. Semoga dokter sehat selalu ya, agar bisa bertemu orang tua baru macem saya yang cemen dan kurang ilmu ini dan membuat mereka membuka mata akan kesehatan anak.
Oh ya beliau bersama beberapa dokter punya milis, isinya macem-macem yang jelas tentang kesehatan anak. Bisa cek disini ya Milis Sehat

Tempat Praktek : Markas Sehat
 
 8. dr. Yulianto Santoso Kurniawan, SpA
Sepertinya dokternya aliran RUM. Saya kesini karena mau konsul tumbuh kembang sama dokter wati, udah antri 2 minggu masih ngga dapet juga, yaudah lah saya pilih dr. Anto aja, karena temen saya ada yang bilang beliau juga oke. Alih-alih tumbuh kembang (bicara) malah konsen dokternya TB nya Kenzie, katanya kurang banget. Disuruh test macem-macem karena takut stunting. Karena ngga percaya, sama papanya Kenzie disuruh cari second opinion dokter lain. Dokter-dokter lain bilang normal kok Kenzie, cuma emang mendekati garis kuning. Tapi wajar, karena TB pas lahir Kenzie pun dibawah 48. Jadi cukup sekali deh kesana.
 Tempat Praktek : Markas Sehat



Sebenernya ada 1 dokter di RS Premier Bintaro, tapi saya lupa namanya, saya pun ngga akan ke dia lagi. Dokter anak ngga mau megang anak sama sekali dong bok. Dia sibuk dengan layar komputernya. Saya kesana karena lokasi imunisasi MR terdekat dari rumah dan ready cuma disana.

Urutan dokter diatas berdasarkan urutan waktu saya kesana. Jangan ditiru ya buibu ganti-ganti dokter terus kayak saya, lebih baik googling dulu dan banyak cari tau. Biar anak ngga sering terkontaminasi rumah sakit dan ngga banyak mengeluarkan uang 😅. Tapi dalam beberapa case perlu sih cari dokter lain untuk second opinion.

NOTE :
Tempat Praktek dokternya hanya yang pernah saya datangin ya, saya kurang tau tempat praktek yang lainnya.
Saya usahakan mencari dokter dengan aliran RUM. Agar meminimalisir Kenzie minum obat.

Semua keterangan di atas berdasarkan pengalaman saya ya. Tentunya mommy yang lain punya kesan dan pengalaman sendiri




Semoga bermanfaat ya Mommies
© raniprovit
Maira Gall