Kenapa Harus Vaksin?

 Halo Moms,

 Kalian tau ngga sih kalau di minggu terakhir bulan April, diperingati sebagai Pekan Imunisasi Dunia? Jujur, aku sih baru tau. Untung banget aku tuh kemarin mendapatkan kesempatan untuk ikutan webinar bareng @kenapaharusvaksin, banyak ilmu baru yang aku dapatkan, padahal aku termasuk mama yang "melek" akan vaksin anak loh. Ternyata ada saja ilmu baru yang perlu aku upgrade mengenai tumbuh kembang anak, salah satunya ya vaksin. Sengaja aku tuliskan hasil webinar ini, karena aku mau berbagi ilmu yang aku dapatkan dari webinar bersama Kenapa Harus Vaksin kepada mommy yang lain, mungkin kemarin ada yang tidak sempat ikutan atau belum mendapatkan kesempatan untuk ikutan webinarnya, semoga tulisan ku memberikan manfaat untuk kalian ya moms.

Kenapa Harus Vaksin
 

Acara dimulai dari sapaan hangat kepada para peserta via zoom oleh MC cantik, yaitu Sissy Priscillia. Dilanjutkan pengenalan dan materi dari dr. Attila Dewanti selaku pembicara. Sebelumnya, menurut kalian perlu ngga sih diadakan Pekan Imunisasi Dunia? Kalau menurut aku penting banget, dengan diadakannya Pekan Imunisasi Dunia, membuat diri ini khususnya lebih peduli terhadap vaksin untuk anak ku. Sedangkan Perayaan Pekan Imunisasi Dunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi di era pandemi COVID-19 dengan cara #LindungikuLindungimu. Hashtag #LindungikuLIndungimu tepat untuk menggambarkan vaksin, karena "Vaksinasi tidak hanya memberikan perlindungan untuk orang yang divaksinasi tapi juga memberikan perlindungan untuk orang lain di sekitarnya" hal awamnya adalah "Herd Immunity"

Vaksin

 
Kenapa Harus Vaksin?

  1. Mencegah Kematian : 2-3 juta kematian dapat dicegah dengan imunisasi.
  2. Mencegah Penyakit : Vaksin dapat mencegah lebih dari 26 penyakit.
  3. Mengurangi Resistensi Antibiotik : Membantu membatasi/mengurangi terjadinya resistensi antibiotik karena dapat mencegah penyakit pada tahap awal.
  4. Menyelamatkan Orang : Meningkatkan cakupan imunisasi secara global, dapat menyelamatkan lebih dari 1.5 juta orang setiap tahunnya. 

Pada poin ke empat, dicantumkan bahwa vaksin dapat menyelamatkan orang, kenapa?

Mari kita bahas lebih dalam mengenai Herd Immunity (Kekebalan Kelompok)

Herd Immunity dapat tercipta apabila sebagian besar populasi telah terpapar virus, pengenalan virus tersebut bisa dilalui dengan 2 hal, yaitu imunisasi (vaksin) dan sakit. Tentu tidak ada yang menginginkan pilihan sakit ya moms, apabila pengenalannya lewat sakit belum tentu imun tubuh kita kuat dan kita tidak tau reaksi apa yang akan diberikan oleh tubuh. Namun lain halnya jika pengenalan virusnya lewat vaksin, virus yang dimasukkan ke tubuh sudah "jinak" dan membuat antibodi tersendiri di tubuh sehingga suatu saat ada virus dari luar yang masuk ke tubuh, tubuh sudah mengenali dan lebih "pintar" melawannya. 


 Manfaat menciptakan  Herd Immunity dengan menciptakan cakupan imunisasi

  1.  kebalnya sebagian besar sasaran suatu populasi melalui imunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya, sehingga apabila ada satu atau sejumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dapat dicegah.
  2. Kekebalan kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.
  3. Upaya pencegahan penyakit (melalui imunisasi), sejatinya akan jauh lebih hemat biaya, bila dibandingkan dengan upaya pengobatan.

Mommy yang anaknya lahir di era pandemi, mungkin awal-awal takut ya untuk keluar rumah apalagi harus ke rumah sakit, lalu sekarang galau, anak saya belum vaksin A, B, C, jangan khawatir mom, vaksin itu ngga "kaku" kok, kalau kata dsa nya anak ku, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, hal ini disebutnya Catch-up Immunization (Imunisasi Kejar). Ada beberapa hal yang mommy perlu perhatikan apabila imunisasi terlambat/tidak teratur :

  1. Segera lanjutkan imunisasi yang tertunda sesuai jadwal.
  2. Bila status imunisasi ragu/lupa maka dianggap belum pernah vaksin dan vaksin tetap diberikan.
  3. Interval vaksin tetap.
  4. Tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah imun.

Oh ya, mommy bisa cek gambar di bawah ya, ini jadwal vaksin yang seharusnya diberikan untuk anak. Dari gambar di bawah, terdapat 4 warna berbeda. 

  • Warna Biru dikatakan sebagai Primer, yaitu vaksin untuk balita yang di wajibkan oleh pemerintah. Terdiri dari Hepatitis B, Polio, BCG, DTP, dan MR.
  • Warna Kuning didefinisikan sebagai Catch-up, yaitu imunisasi kejar sebagai upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi persyaratan.  
  • Warna Pink didefinisikan sebagai Booster, Vaksin Booster disebut juga sebagai vaksin tambahan, Vaksin Tambahan adalah vaksin di luar 5 imunisasi primer yang diwajibkan oleh pemerintah melalui kementrian kesehatan. Di luar 5 imunisasi primer, IDAI mengeluarkan rekomendasi dan jadwal pemberian vaksin tambahan untuk melengkapi proteksi pada anak, sebenarnya baik vaksin primer maupun vaksin tambahan (vaksin booster) sama pentingnya, namun vaksin tambahan ini tergolong pricey sehingga pemerintah belum memiliki anggaran, jadi orang tua yang ingin memvaksin harus menyiapkan kocek sendiri mengingat vaksin ini tidak disubsidi oleh pemerintah. Yang masuk ke dalam Vaksin Booster diantaranya PCV, Rotavirus, Influenza, MMR, Varisela, JE, Hib, Hepatitis A & Tifoid.
  • Warna Kuning didefinisikan sebagai Daerah Endemis. Hanya daerah-daerah endemis lah yang diwajibkan oleh pemerintah untuk melakukan vaksin ini.

Jadwal Imunisasi

Dari webinar kemarin ada hal yang membuat ku sedikit tercengang, ternyata sekarang Jakarta dan Bandung sudah masuk ke daerah endemis untuk vaksin JE (Japanese Encephalitis), yang sebelumnya di Indonesia hanya di Bali dan Nusa Tenggara. Sehingga aku harus segera menjadwalkan Ken untuk vaksin ini.

Mom, kalian harus belajar dari pengalaman ku dulu, DSA Ken saat bayi tidak pernah memberikan aku informasi mengenai pemberian vaksin yang dapat dilakukan bersamaan, sayangnya aku juga tidak mencari informasi, sampailah aku ke salah satu DSA yang terkenal sekali "garang"nya, disana aku dijelaskan A-Z. Sebenarnya saat pemberian vaksin kombinasi atau vaksin yang diberikan secara bersamaan banyak keuntungannya, diantaranya, hemat biaya karena tidak perlu bayar biaya konsul dokter dan administrasi, tidak perlu sering ke Rumah Sakit, meminimalisir terpapar virus, dan tidak perlu sering antri ke dokter. Sebelum mommy ingin memberikan vaksin secara bersamaan, berikut pertimbangannya :

  • Semua vaksin tanpa terkecuali dapat diberikan berbarengan.
  • Imunisasi dilakukan di bagian tubuh yang berbeda (misalnya paha atau lengan kiri dan kanan), menggunakan alat suntik yang berlainan.
  • Bila tidak diberikan bersamaan : jarak diantara 2 vaksin hidup yang dilemahkan adalah 28 hari dan vaksin mati tidak ada jarak khusus.

Beberapa tips kunjungan vaksinasi ke fasilitas kesehatan :

  1. Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan vaksinasi.
  2. Batasi jumlah pendamping saat melakukan kunjungan vaksinasi anak di fasilitas pelayanan kesehatan.
  3. Selalu kenakan masker & perhatikan etika ketika batuk/bersin.
  4. Utamakan kunjungan vaksinasi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memisahkan pasien sehat dan sakit.
  5. Saat menunggu giliran perhatikan jarak aman di ruang tunggu.
  6. Selalu cuci tangan dengan benar selama dan setelah selesai keperluan di fasilitas kesehatan.
  7. Jika ruang tunggu terlihat penuh, tunggu di mobil hingga tiba giliran vaksinasi.
  8. Setelah vaksinasi dilakukan, tunggu sekitar 30 menit untuk memantau reaksi yang mungkin terjadi.

So mommy, yang kemarin sempat tertunda jadwal vaksin anaknya, segera di vaksin ya. Jangan lupa tanyakan ke DSA nya apakah memungkinkan untuk diberikan vaksin kombinasi. Satu lagi, jangan lupakan tips berkunjung saat vaksin, terlihat remeh tapi penting. Jangan takut vaksin ya mom, karena vaksin itu aman 😊

 Sebelumnya aku mau kasih hadiah, perhatikan ya gambar di bawah 😜 

Imunisasi
Kena candid paksu, lagi mendengarkan dengan seksama penjelasan dr. Attila

Sampai jumpa di tulisan ku selanjutnya, jika mommy merasa ini bermanfaat feel free ya untuk share ke temannya 😊

14 komentar

  1. Vaksin ini pendapatku mmg penting mom rani. Dan saat pandemi spt, prokesnya tiap ke rs utk vaksin juga perlu extra effort.

    BalasHapus
  2. makanya orangtua harus memahami dulu kenapa harus vaksin, dari alasan inilah maka bisa diketahui manfaatnya bagi anak kita, sebagai ikhtiar

    BalasHapus
  3. Ada dokter yang mau menjelaskan mengenai vaksin dan ada yang hanya sekadarnya .... berarti kita orang tua yang harus banyak belajar ya, Mbak.

    BalasHapus
  4. Wiwin | pratiwanggini.net11 Mei 2021 05.43

    Buat saya, vaksin itu penting, untuk menjaga imunitas tubuh dari anak-anak hingga dewasa. Bisa dibilang ini adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan kita semua.

    BalasHapus
  5. 4 poin alasan mengapa harus vaksin itu sudah sangat jelas ya Mom. Jadi ga boleh ragu lagi..

    BalasHapus
  6. Aku baru tahu kalau vaksin boleh diberikan secara berbarengan tanpa terkecuali ya. Semoga dengan kesadaran pentingnya vaksin makin banyak yang mau vaksinkan anaknya

    BalasHapus
  7. Aku pilih vaksinasi anak dan keluarga di klinik khusus vaksinasi. Setiap datang, selalu cuma kami
    yang jadi pengunjung. Jadi tetap merasa aman vaksinasi pas pandemi :)

    BalasHapus
  8. Vaksin memang sangat penting banget ya untuk anak. Makanya bayiku juga dari lahir uda di vaksin. Sekarang uda usia 3 bulan tdk terlambat utk vaksin.

    Semoga ke depannya vaksin tambahan uda disubsidi oleh pemerintah ya, mom. Jadi semakin banyak anak yg bisa vaksin lengkap ��

    BalasHapus
  9. vaksin itu penting ya mbak
    apalagi saat pandemi seperti ini
    jadi nggak perlu takut bawa anak vaksin ke rs, asal taat protokol

    BalasHapus
  10. Vaksin itu memang penting banget. Bersyukur banget karena kedua anakkua sudah lengkap vaksinnya.

    BalasHapus
  11. Sudah jelas2 IDAI, BPOM bilang vaksin aman, MUI juga membolehkan vaksin apalagi utk pencegahan penyakit ya mbak, suka heran kalau ada yg gak mau vaksin anaknya.
    Kalau saya sih drpd ambil risiko mending membentengi anak2 dengan vaksin ini juga :D

    BalasHapus
  12. Vaksin memang masih pro kontra ya kak,
    Tapi aku termasuk yg ikutan bahkan 2 anakku khatam vaksin,

    Aku ngerasain sendiri sih manfaatnya jadi lebih percaya

    BalasHapus
  13. Vaksin memang pentinh banget. Wajib vaksin lah ya untuk menangkal penyakit berbahaya.

    BalasHapus
  14. Penting banget nih untuk anak sehat sebelum imunisasi. Orang tuanya juga, apalagi klo ambil imunisasi yang rawan panas seperti DPT. Ortu juga harus kuat hehehe, jangan ikutan drop kondisinya.

    BalasHapus

Silahkan Komen Disini