Gejala Demam Berdarah Serta Mitosnya

Tik Tik Tik Bunyi Hujan Di Atas Genting
Airnya turun, tidak terkira
Cobala tengok, dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua 


Belakangan ini si Ken lagi hobi banget nyanyi lagu itu, ya karena pas juga sih ya sama kondisinya, sedang musim hujan. Selain ada lagunya, hujan tuh sering banget disalah-salahin sama manusia. Katanya karena hujan jadi banjir, karena hujan jadi banyak penyakit. Moms setuju dengan hal itu? Kalau saya sih ngga, karena menurut saya manusia lah yang salah. Saat hujan besar terjadi lah banjir, ya gimana ngga, masih ada aja yang hobi buang sampah ke kali, ke got, ke sungai, yang membuat aliran air tidak lancar. Lalu ketamakan manusia juga, lahan hijau semua dijadikan rumah, mall, apartment sehingga tidak ada yang menyerap air saat hujan besar turun. Begitu juga sakit, sering sekali hujan di salahkan, salah satunya Demam Berdarah.

Kasian ya hujan disalahin terus, padahal hujan itu rezeki. Kenapa sih hujan erat kaitannya Demam Berdarah? Karena hujan sangat erat kaitannya dengan genangan. Genangan itu bisa berada di mana saja, di luar rumah maupun dalam rumah. Inilah yang harus  diwaspadai karena genangan biasanya menjadi tempat nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Apalagi di musim hujan terjadi peningkatan populasi nyamuk penyebab DBD tersebut. Jadi penyebab utamanya bukan hujan ya moms, tetapi genangan air.

Saya pun pernah menjadi korban dari nyamuk Aedes Aegypti, ngga nanggung-nanggung lagi tuh nyamuk, gigit 3 orang dalam satu rumah, sehingga Saya, Mama dan Adik menjadi korbannya, opname lah kami bertiga di RS. Kebayang deh repotnya si Papa, harus urus anak dan istrinya yang sakitnya berbarengan, mana dikala itu saya lumayan parah, trombositnya sangat drop, sudah hampir masuk ICU pula, ngga ada indahnya deh kenangan itu, semoga keluarga saya tidak menjadi korban gigitan si nyamuk Aedes Aegypti. 

Tentunya dengan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan itu, saya berusaha menjaga keluarga saya agar terhindar dari nyamuk tersebut, beberapa pencegahan yang saya lakukan :
  1. Lakukan 3M. Menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang bekas.
  2. Tidak menggantung atau menumpuk baju terlalu lama.
  3. Menggunakan minyak telon/lotion anti nyamuk.
  4. Bila ada fogging, harus fogging ya jangan tidak. Sayangnya fogging biasanya dilakukan apabila dilingkungan sudah ada yang terkena DBD.
  5. Sedia termorex. Sebagai antisipasi saat muncul gejala demam tinggi pada anak.
Selain pencegahan, tentunya kita harus mengetahui tentang gejala DBD dan penanganan terhadap DBD ya moms. Saya rangkum sedikit dari website https://panduanbunda.com/
Gejala DBD dibagi menjadi 2 :
  1. Gejala DBD Ringan
    - Demam tanpa diikuti gejala penyakit lain.
    - Demam yang dialami demam tinggi
    - Kemungkinan ruam akan timbul di seluruh tubuh setelah 3-4 hari demam berlangsung
  2. Gejala DBD Parah-          Muncul gejala yang sama dengan DBD ringan. 
    -          Adanya pendarahan parah. 
    -          Shock atau tekanan darah menjadi sangat rendah.

Penanganan yang tepat. DBD perlu penanganan yang tepat supaya tidak berakibat fatal. Ingat lho DBD ini meskipun terlihat hanya seperti demam pada umumnya, dia bisa membunuh jika tidak ditangani dengan tepat. Bagaimana penanganan yang tepat untuk DBD? Berikut langkahnya.
  1. Bawa anak/pasien yang terkena DBD ke dokter.
  2. Pastikan anak mengkonsumsi paracetamol yang diresepkan dokter.
  3. Istirahat yang cukup.
  4. Pastikan cairan mencukupi, jangan sampai dehidrasi.
  5. Berikan makanan yang kaya nutrisi.
Banyak mitos beredar di kalangan masyarakat kita tentang DBD. Waktu saya sakit DBD banyak banget yang menyarankan ini itu ini itu, yang nyatanya setelah dewasa ini saya cari infonya tidak semuanya benar. Saya coba share juga deh mitosnya, agar mommy semua tidak tertipu begitu saja seperti saya waktu kecil, yang gampang percaya omongan orang. Beberapa contoh mitos terkait DBD, seperti :
1. DBD Menular.
Banyak yang berfikir menular disini melalui sentuhan atau melalui udara seperti hal nya tertular flu atau penyakit menular lain pada umumnya.
Nyatanya DBD menular lewat nyamuk. Saya gambarkan sedikit ya siklusnya

Siklus Nyamuk Aedes Aeghypti

2. Jika Pernah mengalami DBD maka tidak mungkin terjadi lagi.
Anda harus tetap waspada terhadap virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes. Virus dengue ini beragam, mempunyai 4 jenis virus, diantaranya Den-1, Den-2, Den-3, Den-4. Jika dulu Anda terserang oleh virus Den-1, maka antibodi Anda telah kebal dengan virus tersebut. Namun masih ada 3 jenis virus lainnya yang mana antibodi Anda belum terbentuk untuk bisa melawan virus tersebut. Walaupun kemungkinannya sangat kecil. Terinfeksi dengan satu jenis virus dengue akan memberikan kekebalan terhadap jenis itu seumur hidup, tetapi tidak memberikan kekebalan jangka panjang terhadap jenis virus lain. Dengan demikian, seseorang dapat terinfeksi sebanyak empat kali, sekali dengan masing-masing jenis virus.  


3. Minum jus jambu atau angkak supaya trombosit cepat naik.
pada dasarnya setelah 7-10 hari sakit, infeksi dengue akan sembuh dengan sendirinya. Umumnya trombosit akan mulai naik perlahan-lahan setelah lima hari sakit. Penelitian yang sudah dilakukan sejauh ini pun menunjukkan bahwa jus jambu atau angkak tidak mempercepat naiknya trombosit. Namun demikian, jus jambu atau makanan sehat lainnya tetap boleh dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Cara terbaik lainnya yaitu dengan mengonsumsi air putih saat Anda mengalami gejala demam berdarah. 

Semoga dengan mengetahui lebih detail mengenai demam berdarah, keluarga saya dan keluarga moms semua terhindar dari Demam Berdarah ya Moms. Oh ya, di websitenya https://www.panduanbunda.com ada banyak informasi mengenai kesehatan anak dan keluarga loh. Selain di websitenya, bisa juga cek di sosial medianya Panduan Bunda :

IG : @panduanbunda



Semoga postingan saya bermanfaat ☺

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan Komen Disini