Selasa, 23 Juli 2019

Kamu Pilih KB Apa?

Mendapatkan kepercayaan diberikan keturunan dari-Nya merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira. Cumaaa, disaat belum siap untuk memiliki anak kembali, apa yang dilakukan? Kalau aku sihhhh ..... (baca ya sampai habis curhatan Mama Ken)

Flashback kira-kira setahunan lalu,
Setelah melahirkan Ken, saya sempat baby blues. Ken bayi mau nya di gendong terus, di taruh nangis, gitu aja terus, mana saya ngga ada ART, jadi kalau siang ya berduaan aja sama dia. Jadi saya susah untuk melakukan sesuatu, ke toilet aja ditangisin (Ngefans sama mama ngga gitu-gitu amat sih Ken). Perubahan siklus seperti ini yang membuat saya stress, ya kan selama ini saya melakukan sesuatu bebas, ngga ada "fans" yang ngintilin, hal seperti ini yang memicu baby blues saya, ditambah lagi asi saya minimalis, mesti kejar-kejaran stock asi saat saya mulai kerja nanti, jadi tiap tengah malam power pumping demi memancing supply lebih banyak.
Baca ya kisah perjalanan saya MengASIhi dengan keras kepala
Udah cuma berduaan aja, saya katro pula, tau nya gendongan ya cuma jarik dan sling, masalahnyaaaa saya ngga bisa menggunakannya, jadilah gendong si Ken tanpa bantuan gendongan, jadi hanya mengandalkan otot tangan, susah kan jadinya nyambi melakukan kerjaan lain.
Dari kisah diatas, saya langsung berfikiran untuk tidak menambah anak dalam waktu dekat sehingga saya harus KB!!!
Niat awalnya sih selesai nifas mau pasang IUD, tapi nyali masih kecil karena jahitan caesar masih berasa banget cenat cenutnya. Niat berikutnya, yaudah nanti aja pasang saat mens berikutnya. Eeeeedodoe, saya baru haid lagi saat Ken umur 8 bulan. Jangan ditanya gimana deg-degannya tiap bulan, takut adeknya Ken muncul. Saya sampai sering testpack, alhamdulillah ngga garis dua, tapi tetep aja kan saya parno. Mungkin ada yang berfikiran, kenapa ngga pasang IUD langsung tanpa nunggu haid? Karena dari beberapa sumber yang saya tanyakan, mereka menyarankan saat haid, soalnya kalau ngga saat haid dipasangnya sakit, deuh masih terbayang deh gimana ngga nyamannya saat di cek pembukaan lahiran, jadi saya lemah kalau harus sakit-sakitan lagi. Jadilah saya harap-harap cemas, agar segera haid.
Di bulan ke 8 saya haid, tapi ngga langsung pasang dong hahaha, ada aja ya alesan. Sampai di bulan 8 itu, saya dan suami pakai KB alami cabut singkong (kalau kalian ngga paham, pasti belum nikah deh 😝) Selama 8 bulan itu saya merasa aman memakai KB alami tersebut, jadi saya mikir udah lah lanjutin ini aja. Saya ngga perlu kenalan dengan cocor bebek, terus ngga perlu biaya KB sekian juta pula, KB alami ini terus berlanjut sampai si Ken umur setahun.
Lalu muncullah omongan tentang KB di sebuah komunitas ibu-ibu, ada salah satu yang cerita anak keduanya ini hasil dari kegagalan cabut singkong 😂 ditambah lagi banyak di sekeliling saya yang sedang hamil, kan katanya hamil itu menular, duh saat itu saya ngga mau tertular hahaha.
Akhirnya setelah hal tersebut saya memberanikan diri untuk IUD.
Kenapa saya berani-beraniin? Alasan simple tapi masuk akal yang selalu muter-muter di kepala saya :
  1. Kalau saya hamil lagi, lebih sakit caesar pastinya daripada pasang IUD.
  2. Lebih mahal biaya gedein anak dibanding biaya bayar KB, hahaha.
Jadi kalau ada yang pingin IUD tapi masih takut-takut, coba deh difikir lagi alesan saya saat berani IUD. Daritadi saya ngomongin IUD terus ya, iya soalnya itu yang saya pakai hahaha. Tapi saya akan sedikit menjabarkan jenis KB lain berdasarkan yang saya ketahui.

Kontrasepsi / KB dibagi dua berdasarkan metodenya :
  1. Metode Alami : sistem kalender dan koitus interuptus (cabut singkong😝)
  2. Metode Alat : Metode ini dibagi dua lagi menurut cara kerjanya, hormonal dan non hormonal
Bahas satu per satu ya.

1. Metode Alami 
- Sistem Kalender
Menghindari hubungan seksual pada masa ovulasi, kira-kira 14 hari setelah hari pertama menstruasi.
- Koitus Interuptus 
Mengeluarkan penis dari vagina saat akan ejakulasi.

Kelebihan : tidak ada efek samping dan tidak ada biaya.
Kekurangan : resiko kegagalannya tinggi.

2. Metode Alat
Untuk metode alat dibagi dua lagi, yaitu hormonal dan non hormonal. Yuk mari bahas lebih detail lagi :
- Pil KB (Hormonal)
Pil KB dibagi menjadi dua, yang mengandung estrogen dan kombinasi progesteron - estrogen. Cuma ini ngga saya banget, karena saya pelupa, pil KB harus diminum setiap hari serta jam minumnya harus sama agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Pil KB
Metode Pil

Kelebihan :
1. Siklus haid lebih teratur.
2. Tidak mengganggu hubungan seksual.
3. Kesuburan cepat kembali setelah berhenti minum obat.
Kekurangan :
1. Mengganggu produksi ASI.
2. Mengganggu hormon

- Suntik (Hormonal)
Untuk metode suntik pun dibagi menjadi dua berdasarkan kurun waktunya, suntik setiap satu bulan dan tiga bulan sekali. Sebenernya ini paling possible ya kalau ngga mau ketemu cocor bebek, tapi efek sampingnya menurut saya kurang baik. Obgyn saya pun kurang menganjurkan, beliau lebih menganjurkan pil dibanding metode suntik.
Suntik KB
Metode Suntik

Kelebihan :
1. Tidak mengganggu hubungan seksual.
Kekurangan :
1. Mengurangi produksi ASI.
2. Menimbulkan Jerawat.
3. Mengganggu kesuburan.
4. Peningkatan berat badan.
5. Mengganggu hormon
6. Mual, muntah, sakit kepala


- Implan/Susuk (Hormonal)
Ada 3 jenis Implan, norplan (6 batang) dengan masa kerja 5 tahun, implanon (1 batang) dengan masa kerja 3 tahun, dan indoplan atau jadena (2 batang) dengan masa kerja 1 tahun. 
Cara pemasangannya dimulai dengan pembiusan di bagian lengan yang akan dipasang, agar tidak terasa sakit. Kemudian tenaga medis akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang telah baal. Setelah implan dipasang, tidak dianjurkan untuk mengangkat barang berat kurang lebih satu minggu.
Susuk
Metode Implan

Kelebihan : 
1. Efek Jangka Panjang dan tidak repot.
2. Sangat efektif.
3. Tidak mengganggu produksi ASI
Kekurangan :
1. Peningkatan berat badan.
2. Mengganggu hormon.
3. Mengganggu kesuburan.
4. Mual, muntah, sakit kepala


- IUD/Spiral (Non Hormonal)
Saya memilih alat kontrasepsi ini, karena saya menginginkan kontrasepsi non hormonal. Cara kerja IUD diletakkan di dalam rahim untuk menghadang sel sperma menembus sel telur. Saat pemasangannya menggunakan alat bantu cocor bebek, semua pasti mikirnya sakit, sayapun begitu makanya maju mundur saat memutuskan ingin KB. Tapi ternyata, jika kita memasang di dokter yg oke, ngga kerasa sakit loh, saya udah nyobain soalnya. Posisi rahim saya itu anomali, jadi saat di pasang agak sulit. Saya datang ke dokter pertama, beliau bilang dengan posisi rahim seperti ini tidak bisa dipasang IUD. Lalu saya datang lagi ke dokter kedua, beliau bisa memasangkan IUD ke saya, cuma sakit bangetttttt. Setelah satu tahun pemakaian, saya wajib kontrol IUDnya, tapi saya parno takut sakit kayak pasang, saya pun coba mencari dokter yang lain. Datanglah saya ke dokter ketiga, saat di periksa ternyata posisi IUD saya geser, itulah yang membuat saya pendarahan (bentar-bentar keluar darah kayak haid) saat posisinya dibenarkan, tetap dong pakai cocor bebek, pakai alat juga untuk benerinnya, tapi ngga sakit lohhhh. Ternyata dokter dan alat yang digunakan sangat berpengaruh. Suka ada yang bilang kan, ah pake IUD juga bisa kebobolan kok, iya bener. Selain memang kuasa-Nya, kalau secara ilmu medis, hal tersebut bisa terjadi karena kita tidak kontrol IUD nya, bisa jadi posisinya geser sehingga si cacing dan si telur bisa bertemu, tekdung deh. Makanya jangan lupa lupa kontrol setahun sekali, untuk pengecekan apakah posisinya masih sesuai atau tidak. Pengecekannya hanya pakai usg yang di perut kok, kayak usg waktu hamil, jadi jangan mikir macem-macem kayak saya ya. Kecuali posisi IUD nya geser dan harus dibenarkan, baru deh ketemu cocor bebek lagi 😢
IUD
Alat IUD

 
IUD
Posisi pemasangan IUD

Kelebihan :
- Efektifitas tinggi.
- Tahan lama, sampai 5 tahun.
- Tidak ada efek samping hormonal dan tidak mempengaruhi ASI
Kekurangan :
- Siklus haid tidak teratur
- Haid lama dan banyak
- Flek
- Nyeri saat haid

- Kondom (Non Hormonal)
Alat kontrasepsi ini biasanya berbahan lateks yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. Manfaat lain dari kondom, selain mencegah kehamilan juga dapat mencegah infeksi menular seksual karena menghalangi kontak langsung penis dengan vagina. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi pertemuan sperma dan ovum dengan mengumpulkan cairan ejakulasi di ujung sarung.
Kondom
Kondom
Kelebihan :
- Mudah digunakan.
- Tidak mempengaruhi hormon.
- Perlindungan terhadap penyakit menular.
- Produk mudah didapat dan banyak varian.
 Kekurangan :
- Kadang menimbulkan rasa tidak nyaman selama hubungan seksual.

- Vasektomi (Non Hormonal)
Vasektomi biasa kita kenal sebagai sterilisasi atau kontrasepsi permanen yang dilakukan pada pria. Cara kerja Vasektomi yaitu menghentikan aliran sperma dengan cara menutup saluran vas deferens pada pria. Hal ini memerlukan operasi. Bagi pasangan yang tidak ingin memiliki keturunan lagi biasanya akan menggunakan cara ini sebagai salah satu pilihan mencegah kehamilan.
Vasektomi
Vasektomi
 Kelebihan :
-
Bersifat permanen. Sehingga efektifitasnya sangat tinggi.
- Tidak mempengaruhi kemampuan pria dalam aktivitas seksual. 
Kekurangan :  
- Biaya relatif lebih mahal dibanding metode lain.
- Risiko komplikasi tindakan berupa perdarahan atau infeksi pasca operasi.
- Tidak menurunkan risiko penularan penyakit kelamin.

- Tubektomi (Non Hormonal)
Tubektomi merupakan tindakan KB permanent atau sterilisasi pada perempuan, yang dilakukan dengan cara memotong atau menutup tuba falopi sehingga sel telur tidak masuk ke dalam rahim, sekaligus menghalangi sperma untuk masuk ke dalam tuba falopi.
Tubektomi
Tubektomi
Kelebihan :
- Bersifat permanen. Sehingga efektifitasnya sangat tinggi.
- Tidak mempengaruhi kemampuan perempuan dalam aktivitas seksual.

Kekurangan :
- Nyeri pada panggul atau perut
- Infeksi pasca operasi
- Pendarahan, Komplikasi, Beberapa orang juga dapat mengalami hamil ektopik.

Sudahkah kalian menentukan menggunakan KB yang mana?



Sumber
https://doktersehat.com/mengenal-berbagai-jenis-alat-kontrasepsi/
https://www.popmama.com/pregnancy/birth/donahandayani/mengenal-jenis-jenis-kb-beserta-efek-sampingnya/full 
http://www.smartmama.com/2019/02/13/kelebihan-kondom-yang-wajib-anda-ketahui/

3 komentar

  1. Thanks mom info bermanfaatnya

    BalasHapus
  2. Aku bisa nya KB hanya spiral tapi aku gak berani mau pasang . Ngeri ngeri sedaap

    BalasHapus
  3. Terimakasih infonya mama, Saya ini sedang pilih mau pakai apa.

    BalasHapus

Silahkan Komen Disini

© raniprovit
Maira Gall