Senin, 02 Juli 2018

Pertolongan pertama pada anak kejang

Sakit pada anak tentunya membuat orang tua panik dan was-was. Apalagi jika sampai disertai dengan kejang. Begitu juga dengan kami ketika anak kami Kenzie mengalami sakit hingga kejang.

Kamis 21 Juni 2018, setelah pulang bermain-main dari Playground(cek postingan sebelumnya Buumi Playscape) dan setibanya di rumah tiba-tiba Kenzie muntah-muntah. Kejadian itu tepat ketika kami baru saja masuk rumah dan suami saya memasukan mobil ke garasi.

Asumsi awal kami Kenzie masuk angin dan mabuk perjalanan. Sehingga kami hal yang pertama kali kami lakukan adalah mengoleskan minyak angin pada tubuh Kenzie dan memberinya makan supaya tidak lemas. Malam itu Kenzie seperti kehilangan nafsu makannya setelah muntah itu. Dia hanya makan beberapa suap dan hal yang kami kurang perhatikan pada waktu itu adalah ternyata Kenzie juga minum hanya sedikit.

Ketika akan tidur, Kenzie muntah kembali di kasur. Kali ini muntahnya lebih banyak cairan keluar. Setelah kami bersihkan muntahnya, Kenzie langsung menyusu dan langsung tidur. Asumsi saya dan suami pun sudah bermacam-macam.

Jum'at 22 Juni 2018, Suami saya memegang badan Kenzie ketika dia akan berangkat kerja.Dan memang badannya sedikit hangat. Namun kami tidak melakukan pengukuran dengan termometer. Saya langsung memandikan Kenzie dengan tujuan untuk Kenzie bisa segera makan. Mengingat dia 2x muntah pada malam sebelumnya.

Baru 5 suap Kenzie makan, dia muntah lagi. Saya pun langsung menghubungi dokter anak yang biasa memengang Kenzie. Dokter langsung menyuruh saya untuk membawa Kenzie ke UGD. Karena sejak malam, berarti Kenzie sudah 3x muntah. Dan khawatir dia akan dehidrasi.  

Ketika di UGD, saya konsultasikan dengan dokter mengenai apa yang dialami Kenzie. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Kenzie bisa pulang dan cukup dilakukan perawatan di rumah. 

Namun, hal yang di luar perkiraan kami terjadi. sesaat sebelum saya keluar dari UGD, tiba-tiba Kenzie kejang. Dokter pun langsung mengambil tindakan dengan membaringkan Kenzie dan memberikan obat anti kejang(Stesolid). 

Sekedar pemberitahuan, Stesolid adalah obat anti kejang yang dimasukkan melalui (maaf) lubang anus.

Seketika itu pula Kenzie langsung tertidur pulas setelah diberikan obat tersebut. Dokterpun akhirnya menyatakan bahwa Kenzie harus dirawat untuk diobservasi lebih lanjut. Dokter menyebutnya Kenzie mengalami Kejang kompleks. Yaitu kejang yang tidak disertai demam. oh iya, suhu tubuh Kenzie pada saat kejang ada dikisaran 36.  

Suami sayapun langsung menyusul ke rumah sakit. Siang itu Kenzie langsung masuk ruang perawatan dan langsung diinfus. Dan pihak rumah sakit langsung melakukan pemeriksaan darah Kenzie.

Sore harinya, Kenzie bangun setelah kejang sekitar pukul 3. Saya mencoba untuk menyuapi Kenzie dan memberikan buah.

Setengah jam setelah bangun dan sedang makan buah, tiba-tiba Kenzie kembali kejang. penanganan yang samapun dilakukan oleh pihak rumah sakit, yaitu memberikan Stesolid. Kali ini suhu tubuh Kenzie agak sedikit meningkat yaitu 37,5. setelah diberikan obat, Kenzie pun kembali tertidur pulas.

Hingga sekitar pukul 19.30, dokter spesialis anak kami datang untuk memeriksa Kenzie bersama dokter UGD yang pertama kali menangani Kenzie. Kekhawatiran kami sedikit reda setelah dokter mengatakan bahwa Kenzie tidak apa-apa.

Namun, dokter melakukan observasi lebih lanjut dengan melakukan pemeriksaan Elektrolit. Pemeriksaan elektrolit adalah pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar elektrolit yang mencakup Natrium,Kalium dan Klorida. Karena dokter mau memastikan penyebab kejang Kenzie. 

Sabtu 23 Juni 2018, Hasil lab Kenzie keluar. Kebetulan Oma nya Kenzie bisa membaca hasil darah. Dan Alhamdulillah hasilnya positif. elektrolit Kenzie normal.

Malamnya ketika dokter memeriksa, dokterpun menanyakan apakah Kenzie ada kejang dan panas selama 24 jam terakhir sejak kejang terakhir. Dan membaca hasil periksa elektrolitnya. Karena semuanya normal(Kenzie tidak kejang dan panas serta hasil labnya bagus), dokterpun membolehkan Kenzie untuk pulang keesokan harinya.

Pada malam itu suami saya yang lebih banyak bertanya pada dokter mengenai kondisi Kenzie. Dokter mengatakan bahwa kejang yang dialami Kenzie bisa banyak faktor yang menyebabkan. Namun, dokter juga mengatakan bahwa kita sebagai orang tua jangan berfikir terlalu jauh atau khawatir bahwa kejang anak itu gejala anak epilepsi. 
Karena Epilepsi ada beberapa tahapan pemeriksaan lebih lanjut lagi untuk memastikannya. Misalnya pemeriksaan EEG(Elektroensefalogram).

Keesokan harinya, Kenzie pulang dan diminta untuk kontrol beberapa hari setelahnya.
  
Terkait dengan kejang pada anak, beberapa hal yang mungkin saya bisa share mengenai pengalaman kami memberikan pertolongan pertama pada anak kejang adalah:
  1. Jangan PANIK.
  2. Baringkan tubuh anak di tempat datar.
  3. Masukkan obat anti kejang (stesolid). Kalau tidak ada, cukup dijaga agar anak tidak jatuh/tersedak.
  4. Miringkan tubuhnya. Biasanya kejang disertai muntah, dimiringkan tujuannya agar muntahnya keluar dan tidak tersedak.
  5. Hitung berapa lama kejangnya.
  6. Jangan masukkan benda apapun ke mulut anak.
  7. Kalau orang jaman dulu disuruh masukin sendok atau tangan, yang katanya takut lidahnya kegigit, ngga bener kok itu. Dengan memasukkan benda ke mulut anak, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.
  8. Apabila kejangnya sudah selesai, segera bawa anak ke IGD/Klinik/Puskesmas terdekat.
Anak Kejang

Bisa cek di web nya IDAI juga ya untuk penjelasan lebih lengkapnya.

Semoga bermanfaat ya, mom.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan Komen Disini

© raniprovit
Maira Gall