Dearest my spouse , Chairul Rizki

Cerita di blog ku sekarang teruntuk kamu sayang,
Abang, suami, my spouse, Chairul Rizki.

Kadang aku masih sering takjub sama rahasia Allah tentang jodoh, tentang hubungan kita.
Di bulan Januari 2014, aku masih single, masih belum kenal siapa kamu, ngga kepikiran bakal punya pacar dalam waktu dekat, apalagi punya suami.
Taraaaaa dengan jalan yang Allah berikan, bulan februari kita bisa kenal dan dekat. Aku masih agak heran sih, gimana ceritanya kamu bisa chat aku, kan kita ngga kenal :P

22 Februari 2014, Sushi Tei karawaci, dimana kamu mulai menyatakan keseriusan mu kepada ku. Bukan lagi dengan menyatakan, aku sayang kamu, aku cinta kamu etc as my ex said to me, but you different. You said
If there people who can't promise anything, How your life in the future will be. Hard or easy, but will always try to make you happy how? And if it was me?
Agak shock sih, tapi ya aku pura-pura ngga paham sehingga kamu harus ngulang berkali-kali kalimat itu, mencoba membuat aku mengerti, hahaha. Maaf ya sayang, aku cuma ingin denger lagi kata-kata mu, habis bikin kaget sih :))

Awal maret, kamu mulai berkenalan dengan mama, papa dan adek2 ku. Yang tentunya sih bikin mama dan papa kaget, soalnya aku setiap ditanya mana pacarnya aku selalu jawab, tenang aja ma, rani nanti langsung. Dan karena aku sudah mengenalkan lelaki ke rumah yaitu kamu, berarti sudah serius untuk mengarah ke pernikahan.

Dengan membawa rombongan keluarga mu ke keluarga ku, 7 Juni 2014, bertempat di rumah mak tuo ku, kamu resmi melamar aku. Ditentukan lah tanggal untuk hari pernikahan kita, yaitu tanggal 25 Oktober. Lalu dipasangkan lah cincin dari mama ke jari mu dan dari mami ke jari manis ku.

Setelah lamaran, mulai lah kita sibuk mempersiapkan untuk hari H kita. Setiap weekend selalu sibuk untuk mempersiapkan, dari nyari gedung, testfood catering, milih baju, nyari tempat cetak undangan dan souvenir, foto prewed, fitting baju, beli seserahan dan masih banyak lagi. Setiap hubungan pasti ada psang surutnya dan tentunya kita mengalami itu. Berantem, kesel, tapi alhamdulillah kita bisa melaluinya.
salah satu foto prewed


Yihi, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang, 25 Oktober 2014. Pada saat kamu akan mengucapkan ijab kabul, itu aku super deg-degan, stress, tegang, nyampur banget, makanya di foto pada saat akad muka ku tegang banget, hahaha. Dannnn, setelah papa mengucapkan ijab, langsung kamu menjawab kabulnya dengan satu tarikan nafas, alhamdulillah, legaaaa rasanya. Jadi resmi deh kita jadi suami-istri, cieeee prikitiw. 
Satu tarikan nafas ya beib :P

Prosesi Ijab Kabul

Karena udah sah, sekarang makein sendiri ya beib, ngga diwakilin

 
Dan sekarang udah punya SIM








Marapulai jo anak daro

Sekarang sudah 5 bulan lebih sedikit kita menikah, semoga kita tambah saling menyayangi, tambah cintanya, tambah memahami satu sama lain, dan .... (yang titik-titik cukup aku dan Sang Pencipta yang tau :P)



Komentar