Senin, 26 November 2012

Pendidikan di Sekolah Negeri Yang Bukan Unggulan Sangat Memprihatinkan

Mirisnya pendidikan di Indonesia.
Saat ini yang saya akan bicarakan mengenai kualitas gurunya.

Ini disebabkan saya memiliki adek yang masih duduk di kelas 5 sd dan dia menanyakan beberapa soal matematika ke saya.
Saya lanjutkan bertanya, memang apa saja yang diajakan oleh gurunya di sekolah? Kok gini aja ngga bisa?
Lalu adek saya melanjutkan, ibu gurunya saja tidak mahir dalam penghitungan FPB dan KPK. Kaget lah saya, gurunya ngga mahir dalam perhitungan seperti itu, padahal adek saya sudah kelas 5 SD yang seharusnya itu merupakan pelajaran kelas 2 atau 3 SD. Dan itu basic banget. Ya gimana murid-muridnya mau pintar.
Kenapa saya bilang gitu? Untuk sekolah SDN yang biasa, pangsa pasarnya adalah keluarga sederhana kebawah. Hanya segelintir orang tua saja yang peduli dengan pendidikan anaknya. Jadi kualitas muridnya sangat bergantung akan gurunya. Lagi pula anak SD, defaultnya guru selalu benar. Mau orang tuanya bilang bagusan atau beneran kayak gini, tetep key mereka di gurunya. Jadi kalau gurunya kurang berkualitas ilmunya, gimana muridnya bisa berkualitas. Dari cara ngajar, soal-soal yang diberikan itu sangat berpengaruh akan  kualitas muridnya.
Yang ngajar adek saya, guru yang sudah cukup berumur, yang berarti sudah banyak pengalaman dalam mengajar. Memang sebelumnya guru tersebut mengajar di kelas 3, lalu dipindahkan oleh diknas ke SDN tempat adek saya dan ditugaskan mengajar kelas 5.
Sangat diharapkan untuk diknas, lebih memperhatikan kualitas guru-gurunya. Tingkatkanlah. Adek saya saja sekolah di daerah kota, gimana yang tinggal di daerah pedalaman atau di desa-desa. Karena dulu saya pernah mencoba sekolah di desa selama seminggu saat sd dan pelajaran disana jauh tertinggal pelajarannya dari sekolah saya di Jakarta.


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Silahkan Komen Disini

© raniprovit
Maira Gall